Wisata ke Dieng Tak Cukup Sehari

Setelah setengah hari melakukan touring perdana ke Dataran Tinggi Dieng dan tiba waktu sore hari, kami akhirnya bermalam di kawasan ini untuk bersiap berkeliling ke beberapa obyek wisata di hari berikutnya. Rasa lelah dan kantuk akibat hambatan dalam perjalanan berupa pecah ban dan ban bocor pada kedua motor ditempat yang berbeda membuat kami langsung terlelap begitu membaringkan diri di kasur penginapan.

Pagi hari sebelum fajar menyingsing, kami sudah terbangun dan bersiap menuju lokasi pertama yang kami rencanakan. Kami mencoba menjelajah ke sebuah tempat yang dinamakan Bukit Sikunir untuk menikmati sunrise dari Dataran Tinggi Dieng. Namun ketika tiba di area parkir sebelum mendaki bukit, kabut tebal menutupi jalan menuju ke atas bukit. Akhirnya  kami mengurungkan niat menaiki bukit dan bersantai sejenak menikmati pagi di Telaga Cebong.

Akhinya kami meneruskan perjalanan kembali melewati desa Sembungan yang sebelumnya kami lewati untuk menuju ke Kompleks Candi Dieng. Kawasan candi yang kami kunjungi diantaranya Candi Bima dan Kompleks Candi Arjuna. Kami sedikit berlama-lama di area candi ini sembari menghangatkan tubuh karena pancaran sinar matahari yang cukup hangat. Di tempat ini kami melihat seorang anak sedang menggembala domba di padang rumput samping Candi Arjuna.

Perjalanan wisata selanjutnya menuju ke kawasan wisata Telaga Warna dan Telaga Pengilon Dieng yang lokasinya berdekatan. Dari Kompleks Candi Arjuna hanya perlu menempuh jarak sekitar 10 menit. Setelah membayar tiket masuk kami langsung bergegas masuk ke Telaga Warna.

Baca Juga  Melintasi Jalur Darat Tulungagung-Trenggalek-Ponorogo

Saat itu Telaga Warna hanya memancarkan pesona warna kehijauan saja. Namun pemandangan cukup indah karena di ujung telaga terlihat kabut tipis yang menambah kesan mistis. Setelah cukup menikmati Telaga Warna, kami berjalan menuju ke Telaga Pengilon. Kondisi Telaga Pengilon hampir sebagian ditumbuhi oleh ilalang sehingga tidak terlihat pantulan cahaya di permukaan air telaga. Di sekitar Telaga Pengilon terdapat beberapa goa yang cukup dikeramatkan

Pada hari yang sama, di kawasan wisata Telaga Warna dan Telaga Pengilon akan diadakan prosesi adat Cukup Rambut Gimbal Anak Dieng. Acara tersebut dilaksanakan menjelang siang hari sehingga kami memutuskan untuk berkeliling terlebih dahulu. Pilihan kami jatuh untuk berwisata mengunjungi ke Dieng Plateau Theater untuk menyaksikan film dokumenter mengenai kawasan Dataran Tinggi Dieng sambil menunggu prosesi dimulai.

Setelah menonton film dokumenter, kami menyempatkan sarapan pagi terlebih dahulu di sebuah warung yang terletak di area parkir kawasan wisata Telaga Warna dan Telaga Pengilon. Akhirnya kami menonton prosesi Cukur Rambut Gimbal Anak Dieng hingga selesai.

Hari sudah siang dan kami berencana mengunjungi satu lagi kawasan wisata di Dataran Tinggi Dieng. Sebetulnya masih banyak kawasan wisata yang belum kami kunjungi namun karena terbatasnya waktu diputuskan untuk memilih satu kawasan wisata. Pilihan kami jauh pada obyek wisata Kawah Candradimuka.

Perjalanan menuju ke obyek wisata Kawah Candradimuka cukup menguras tenaga karena jalanan yang rusak dan menanjak. Karena sudah setengah perjalanan cukup tanggung untuk berbalik arah dan membatalkan berkunjung ke obyek wisata ini. Akhirnya dengan bersusah payah kami tiba di obyek wisata Kawah Candradimuka ini.

Baca Juga  Candi Sari

Setelah cukup beristirahat dan menikmati pemandangan kawah Candradimuka akhirnya kami meninggalkan kawasan Dataran Tinggi Dieng. Berat rasanya meninggalkan kawasan Dataran Tinggi Dieng karena belum sempat menjelajahi seluruh pesona wisata yang ditawarkan. Wisata di Dataran Tinggi Dieng selama 2 hari 1 Malam (2D 1N) dengan kendaraan pribadi ternyata masih sangat kurang. Apalagi waktu tersebut dengan menggunakan paket wisata dari agen wisata jelas sekali tidak bisa bersantai di setiap obyek wisata.

Mungkin dilain waktu kami akan kembali mengeksplore wisata di Dataran Tinggi Dieng bersama kawan yang lebih banyak lagi. Perjalanan pulang kami dibarengi dengan hujan disepanjang jalan yang menyebabkan pakaian kami basah dan segera berganti pakaian begitu sampai ke rumah masing-masing. Dieng, suatu saat kami pasti kembali lagi. (text/foto: annosmile)

Kirim pendapat