Welcome to Dieng Plateau 2093 M

Kami memulai perjalanan melalui kota Yogyakarta menuju ke arah utara melewati Muntilan kemudian ke arah barat melalui jalan pintas yang tembus menuju daerah Kertek, sebelah timur ibukota kabupaten Wonosobo.

Dieng Plateau atau Dataran Tinggi Dieng terletak di sebelah barat Kabupaten Wonosobo dan sebelah utara Kabupaten Banjarnegara. Terletak pada ketinggian ± 2.093 meter diatas permukaan air laut. Dieng Plateau merupakan dataran tertinggi kedua di dunia setelah Nepal dan terluas di pulau Jawa.

Gapura Dieng Plateau Area

Jalan setelah ibukota Kabupaten Wonosobo mulai menanjak, hawa dingin mulai menerpa kulit kami. Kabut mulai menutupi jalan dan hujan kembali menerpa. Disebuah akhir tanjakan yang merupakan tanjakan paling tajam dan panjang, kami berhenti sejenak untuk berteduh dan beristirahat disebuah gardu pandang.

Dieng Plateau atau sering disebut Dataran Tinggi Dieng merupakan tujuan wisata utama di Provinsi Jawa Tengah setelah Taman Wisata Candi Borobudur.
Peta Wisata Dataran Tinggi Dieng

Perjalanan kami lanjutkan melalui jalan yang menanjak walaupun sudah agak landai. Jalan mulai berkelok-kelok dan menyusuri sisi tebing yang disebelahnya merupakan jurang yang curam. Sebelum mendekati kawasan pemukiman Dataran Tinggi Dieng, kami melewati sebuah gapura atau gerbang selamat datang di Dataran Tinggi Dieng (Dieng Plateau), dimana foto gapura tersebut banyak digunakan oleh biro jasa travel dan paket wisata ke Dieng.

Ketika memasuki area pemukiman, kami melihat papan yang berisikan beberapa obyek wisata di Dieng Plateau antara lain Kawah Sikidang, Kawah Candradimuka, Kawah Sileri, Sumur Jalatunda, Telaga Merdada, Telaga Warna, Telaga Pengilon, Telaga Balekambang, Telaga Cebong, Candi Gatotkaca, Kompleks Candi Dieng, Puncak Sikunir, Museum, Dieng Plateau Theatre, dan beberapa tempat menarik lainnya. Selamat datang di Dieng Plateau.

Baca Juga  Watu Payung Turunan Panggang, Spot Selfie Baru dan Lokasi Menikmati Sunrise

Ada 24 pendapat pembaca

Dibawah ini adalah pendapat yang dikirimkan pembaca atas artikel ini. Negara Kesatuan Republik Indonesia adalah negara bebas, anda boleh menulis apa saja asal mampu mempertanggungjawabkannya. Kami menerima kritik dan saran namun tidak menerima caci maki. Hidup cuma sekali, jangan sia-siakan hanya untuk menyakiti hati orang lain.

  1. bagas:

    entar,, dataran tinggi dieng tuh yang ada anak-anak gimbalnya ya? Yang penduduknya masih seperti dari zaman Mataram, yang mayoritas Hindu? Yang ada Anaphalis javanica (edelweis jawa)-nya? Geuh, jadi pengen ke sana,,

  2. suryaden:

    muncul deh sifat jelek saya
    iri…iri…dan pengin… pengiiiin banget…ke sana

  3. sawali tuhusetya:

    saya pernah juga ke dieng platau, mas annno. tak hanya objeknya yang memesona, jalanan yang berkelok dan naik-turun bisa menjadi sensasi tersendiri. rasanya pingin kembali bisa datang ke sana.

  4. geblek:

    hemm pertama dan baru pertama itu saya kesana dan itupun tahun 98an :) dr sby ke dieng naik motor jah masih kebayang lelahnya :)

  5. suwung:

    mas beli kripik jamur tidak?

    • annosmile:

      beli dunk
      kripik jamurnya enak banget :D

  6. Andy MSE:

    dulu saya sering ke sana… kalau musim hujan gini nggak terlalu dingin mas Anno! kalau pas musim kemarau -kira2 bulan Juli-September- dingin banget… siang hari bisa sampe 18 derajat celcius bahkan kurang. malam hari bisa 4 derajat, bahkan sesekali mendekati nol… lha pas itu, biasanya banyak serangan bun upas (embun yang menjadi es), yang merusak tanaman sayur, terutama kentang.

  7. Seno 2009:

    Wuih, asik banget tuh tempatnya. Tapi musti hati2 soalnya masih banyak sumber lahar yang menyamun. Kalo jadi kalo jalan ke sana musti bawa tongkat. Tongkat harus selalu di pake nekan tanah yang akan kita tapaki. Yah, sebagai detektor lahar lah. Soalnya sering kejadian kaki terperosok, pas diangkat tinggal tulang.

    • annosmile:

      yup, harus hati-hati kalau berjalan

  8. HumorBendol:

    Wonosobo…
    hmm…jadi inget waktu kecil dulu, diajak sodara kesana. Gak brani mandi hehe
    duinginnn…..

  9. cebong ipiet:

    kok bisa tour terus ya? enaknya jalan jalan terus

  10. nicowijaya:

    aku juga pernaaah. beberapa tahun yang lalau motoran juga.
    di telaga warna banyak nemu orang pacaran di semak2nya.

    • annosmile:

      sekarang udah bertambah petugasnya
      kejadian tersebut sudah jarang terjadi :)

  11. aribicara:

    Wach… Orang sekitar dieng harus baerbangga diri punya dirimu yg sudah menyempatkan daerah ini :)

    Bener2 CoantiX pemandanganya :)

    Ngomoing2 kalau kesana suhunya sampai berapa derajat sich dinginya :D

    Aku takut membeku sich :D

    MAkasih infonya :D

    Salam :)

    • annosmile:

      kalau musim hujan/dingin >> suhu siang hari sekitar 15-19 derajat Celcius dan malam hari 7-11 derajat Celcius
      kalau musim kemarau/panas >> suhu siang hari sekitar 10-16 derajat Celcius dan malam hari -1 hingga 6 derajat Celcius
      Nggak kebayang dinginnya :D

  12. komuter:

    kapan touring ke seputaran jawa barat, terutama bogor?
    .
    saya mau ikut dooong

    • annosmile:

      Bandung, Subang, dan Kuningan sudah kemarin :D

  13. aprie:

    wah…..dah lama ga ke sana..
    terakhir ke sana jamannya SD.
    hahha…

  14. zeroblank:

    Sore prend,sekedar cerita tentang Dieng,
    sekarang ini ada tambahan objek wisata namannya dieng theater, disana nanti pengunjung di suguhi tontonan tentang dieng, jadi kalo yang waktu kunjungannya terbatas bisa masuk aja nonton,selengkapnya dieng ada disana,lokasi di pembangkit listrik uap.
    untuk yang khawatir gas beracun,beberapa waktu yang lalu dieng jebol lagi,ada beberapa aliran sungai yang tertutup lumpur kawah,sempat banjir sementara waktu. di dieng saat ini petugas pemantau aktivitas sudah lebih siaga terhadap bencana. tapi yang namanya bencana kan gak bisa di rencana,jadi jangan takut ke dieng,silahkan lihat dulu melalui earth.google sattelite dieng memang bumi yang bolong..suhu,untuk bulan-bulan agustus-september,bisa di titik 0 derajat celcius,pegang daun di luar pagi-pagi langsung retak (ada saljunya)
    mending kalo dari luar kota sehari menginap di wonosobo/banjaregara dulu untuk penyesuaian suhu baru besoknya naik ke dieng,kalo gak harus siap agak pening kepala (tapi bisa diatasi dengan jaket tebal) saat ini masih ada bocah gembel,kalau anda beruntung bisa mengikuti ritual cukuran bocah gembel, ritualnya dibikin meriah sesuai dengan keinginan bocah.syarat yang harus dipenuhi untuk keberhasilan cukuran tersebut orang tua si gembel harus memenuhi segala permintaan si gembel sebelum di cukur, apapun yang di minta..kalo tidak di penuhi si gembel bakal jadi gembel lagi setelah di cukur..menarik bukan? trims kapan-kapan saya akan sajikan foto-foto amatir tentang dieng…

  15. zam:

    penjelasan zerblank bikin aku pengen ke Dieng lagi!

  16. cupangkolam:

    aduh rek…jadi inget waktu masih sering umeg ke dieng. All of Dieng i love u….

  17. edwin:

    Dieng ?? karena aku orang dieng / batur jadi siapa yang mau ke dieng silahkan mampir, monggo…………tapi hanya kentang dieng suguhannya.

  18. tom:

    ada yg tau penginapan yg murah dekat dieng??

  19. wiwid:

    mantap jadi inget juni 2010 jalan kesanna bersama istri……… wah tambah bagus aja lokasinya, mie okloknya to lho muantap………. caricanya juga bisa di bawa ke banjarmasin………………

Kirim pendapat