Watu Payung Turunan Panggang, Spot Selfie Baru dan Lokasi Menikmati Sunrise

Watu Payung Turunan Panggang, Spot Selfie Baru dan Lokasi Menikmati Sunrise
3.5 (70%) 4 votes

Watu Payung Turunan merupakan daya tarik wisata alam berupa perbukitan di daerah Panggang Gunungkidul. Keberadaannya sekarang lebih dikenal sebagai lokasi selfie dan menikmati pemadangan mataari terbit atau sunrise. Hal yang menarik adalah spot selfie yang disediakan dibuat oleh para seniman lokal dengan bentuk yang unik dan lain daripada yang lain.

Watu Payung beralamat di dusun Turunan, desa Girisuko, kecamatan Panggang, kabupaten Gunungkidul, DI Yogyakarta.

Lokasi Watu Payung Turunan berada di dalam kawasan Geoforest Turunan yang termasuk dalam salah satu bagian dari Geopark Gunung Sewu. Rute menuju obyek wisata ini dari pusat kota Yogyakarta ke arah selatan melewati Terminal Giwangan dan Jalan Imogiri Timur. Ikuti jalan lurus ke selatan hingga simpangan ke arah Makam Imogiri dan Perbukitan Mangunan. Ambil jalan ke arah kanan kemudian ke arah kiri menuju ke Siluk dan perhatikan papan petunjuk jalan. Sesampai di Siluk, ikuti petunjuk arah menuju ke Panggang Gunungkidul. Kondisi jalan mulai menanjak menaiki kawasan perbukitan dan melewati Sekolah Polisi Negara (SPN) Selopamioro. Sebelum tiba di kota kecamatan Panggang ada petunjuk arah menuju ke Watu Payung di sisi kiri. Belok ke arah kiri menyusuri jalan tersebut hingga tiba di kawasan wisata. Akses jalan sudah cukup lebar dan dapat dilewati hingga kendaraan minibus. Area parkir yang disediakan cukup luas dan mampu menampung sekitar puluhan kendaraan beroda empat.

Asal usul nama Watu Payung dikarenakan pada salah satu bagian kawasan tersebut terdapat dua bongkahan batu yang bertumpuk atau bersusun menyerupai payung. Asal usul nama dan keberadaannya hampir sama seperti tempat lain di sekitar Gunungkidul seperti Watu Payung Semin dan Watu Payung di desa wisata Kemuning. Namun ukuran watu atau batu payung di tempat ini tidaklah besar hanya setinggi kurang lebih 1 (satu) meter dan lebar kurang dari 2 (dua) meter. Fungsi utamanya tidak diketahui karena terlalu kecil digunakan sebagai “payung” atau tempat berteduh saat hujan.

Wisata Watu Payung Turunan atau bernama lain Geoforest Watu Payung pada mulanya merupakan kawasan wisata alam yang dikembangkan masyarakat setempat sebagai wisata jelajah alam (tracking alam) dan lokasi outbound. Namun karena kurang menarik membuat obyek wisata ini sepi peminat dan terbengkalai. Pertengahan tahun 2018, obyek wisata Watu Payung Turunan dikemas ulang dengan mendatangkan para seniman untuk membuat dan memamerkan karyanya di kawasan ini. Seniman-seniman tersebut diketahui juga membuat benda seni yang menarik untuk selfie dan sukses menarik banyak wisatawan di kawasan wisata Hutan Pinus Pengger Bantul.

Pengunjung yang baru datang di Watu Payung Turunan Gunungkidul yang disambut ikon batu atau watu payung di area parkir. Namun tidak banyak yang memperhatikan ikon tersebut karena sebagian besar pengunjung langsung bergegas menuju spot foto atau spot selfie yang ada di dalam kawasan wisata tersebut. Spot selfie yang tersebar di kawasan wisata Watu Payung Turunan Gunungkidul disediakan secara gratis karena biaya perawatan suda dibebankan pada tiket masuk. Hal ini merupakan salah satu kelebihan karena di tempat lain misalnya di Bukit Panguk Kediwung, Jurang Tembelan, dan sebagainya ditarik biaya untuk berfoto di spot selfie.

Waktu terbaik untuk berkunjung ke Watu Payung Turunan Panggang adalah menjelang pagi hari atau sebelum matahari terbit. Tempat ini cocok digunakan sebagai salah satu tempat menikmati matahari terbit atau sunrise karena posisinya menghadap ke arah utara dan timur. Bila kabut sedang tebal, pengunjung bisa merasakan berada diatas awan seperti berada di puncak gunung. Udara yang sejuk dan segar pagi hari menamba daya tarik tempat ini. Kekurangannya adalah spot selfie yang disediakan baru tersedia satu sehingga pengunjung arus bersedia antri untuk berfoto.

Fasilitas pendukung wisata yang disediakan memang belum selengkap obyek wisata yang dikelola pemerintah. Namun pengelola terus berupaya menambah dan memperbaiki fasilitas agar pengunung nyaman berwisata di tempat ini. Sementara ini fasilitas yang sudah dibangun antara lain area parkir, kamar mandi umum/wc toilet, bangku duduk, pendopo, dan spot selfie.

Adanya wisata Watu Payung Turunan menambah daftar wisata di kawasan Gunungkidul khususnya wilayah barat selatan yang berbatasan dengan kabupaten Bantul. Tempat ini dapat menjadi pilihan utama berwisata sebelum berangkat menuju kawasan pantai Gunungkidul di sisi barat seperti Pantai Gesing, Pantai Ngrenehan, Pantai Ngobaran, dan Pantai Nguyahan. Daya tarik lain yang ada di dekat obyek wisata ini adalah Warung Kopi Panggang yang konsep dan daya tariknya mirip seperti Warung Kopi Klotok Di Sleman. Secara keseluruhan Watu Payung dapat menjadi wisata alternatif menikmati matahari terbit dan spot selfie dari atas awan atau ketinggian selain Bukit Panguk Kediwung yang berada di seberang bukit yang masuk dalam wilayah Dlingo Bantul. (text/foto: annosmile)

INFORMASI
Watu Payung Turunan
Dusun Turunan, desa Girisuko, kecamatan Panggang, kabupaten Gunungkidul, DI Yogyakarta

Retribusi
Tiket Masuk : Rp 4.000,-
Parkir Motor : Rp 3.000,-
Parkir Mobil : Rp 10.000,-

Kirim pendapat