Watu Amben Pandeyan, Pilihan Bersantai Di Perbatasan Bantul-Gunungkidul

Watu Amben Pandeyan, Pilihan Bersantai Di Perbatasan Bantul-Gunungkidul
2.7 (53.33%) 6 votes

Watu Amben merupakan kawasan perbukitan yang letaknya berada di sebelah selatan dari Bukit Bintang Gunungkidul. Posisinya lebih tinggi dari kawasan Bukit Bintang dan menyajikan pemandangan dari ketinggian yang tidak kalah menarik. Potensinya cukup menarik namun belum tergarap maksimal seperti bukit yang ada disebelahnya tersebut. Saat ini sudah beberapa warung penjaja makanan dan minuman yang buka disekitar kawasan tersebut.

Watu Amben terletak di selatan Bukit Patuk Gunungkidul tepatnya di dusun Pandeyan, desa Srimulyo, kecamatan Piyungan, kabupaten Bantul, DI Yogyakarta. Dinamakan Watu amben karena beberapa batuan yang ada mirip dengan ‘amben’ atau tempat yang digunakan untuk tidur. sejarah penamaan tempat ini konon dijadikan tempat peristirahatan sebentar oleh petinggi kerajaan yang sedang melakukan perjalanan.

Papan Nama Kawasan Watu Amben Bantul

Lokasi Bukit Watu Amben berada di sebelah selatan perempatan kecil Puncak Bukit Patuk Gunungkidul dan masuk kawasan perbukitan pegunungan seribu. Rute menuju Watu Amben dari kota Yogyakarta ikuti Jalan Wonosari hingga melewati tanjakan Piyungan-Patuk. Saat tiba di ujung tanjakan akan menemui perempatan kecil yang terdapat papan petunjuk arah dan pos polisi. Pilihlah jalan ke kanan atau ke selatan menuju ke arah Dlingo Bantul. Kondisi jalan sedikit menanjak dan selang satu kilometer menyusuri jalan akhirnya tiba di kawasan bukit tersebut.

Pemandangan Tepi Bukit Watu Amben Bantul

Tanda bahwa pengunjung memasuki kawasan Watu Amben Pandeyan adalah keberadaan papan nama lokasi di sebuah area pinggir tebing yang diapit oleh bangunan warung. Tulisan papan nama tersebut sudah memudar dan belum diperbaharui. Didekat papan nama tulisan tersebut terdapat informasi potensi wisata di sekitar kampung  Pandeyan yang salah satunya tercantum nama Watu Amben. Kondisinya juga sudah rusak dan banyak tulisan yang sudah tidak dapat dibaca lagi. Sepertinya tidak ada orang atau kelompok yang merawat fasilitas kawasan tersebut.

Bebatuan Purba Di Watu Amben Bantul

Pemandangan dari tepi tebing Watu Amben cukup menarik dan mirip seperti pemandangan di Bukit Bintang. Posisinya yang lebih tinggi membuat cakupan pemandangan lebih luas dan lebih jelas. Dari kawasan ini kita bisa melihat hamparan persawahan yang dikelilingi perbukitan, jalan penghubung antar desa, dan kawasan pemukiman warga. Bila cuaca sedang cerah akan terlihat pemandangan Gunung Merapi yang terlihat gagah di sebelah utara.

Pemandangan Ke Arah Utara Dari Watu Amben Bantul

Warung-warung penjaja makanan dan minuman mulai dibangun dan membuka dagangan di sekitar area Watu Amben Pandeyan. Beberapa warung ada yang menggunakan bangunan semi permanen dan sisanya menggunakan bangunan permanen. Menu makanan dan minuman yang ditawarkan hampir sama seperti menu warung di kawasan Bukit Bintang. Harga yang ditawarkan pun sedikit lebih murah agar menarik minat pengunjung. Namun warung-warung yang ada di Watu Amben ini rata-rata baru buka menjelang sore hari tidak seperti warung di Bukit Bintang yang buka sejak pagi hari.

Warung Santai Di Sekitar Watu Amben Bantul

Lalu lintas jalan di sekitar Watu Amben yang merupakan jalur penghubung Patuk Gunungkidul dengan Dlingo Bantul tergolong sepi. Tidak banyak kendaraan yang melintas seperti Jalan Wonosari sebagai jalan utama. Suasana yang tenang baik saat siang ataupun malam hari sangat cocok dikunjungi oleh pengunjung yang mencari ketenangan dan kenyamanan. Selain itu, kawasan Watu Amben lebih luas dan memanjang diharapkan dapat menampung banyak pengunjung.

Saya sempat berkeliling sebentar melihat batuan yang ada dan menemukan adanya kesamaan jenis batuan yaitu batuan vulkanik yang keras berwarna kehitaman. Keberadaan batuan vulkanik yang banyak di jumpai di sekitar Patuk ini sering dikaitkan dengan keberadaan bagian Gunung Merapi purba di tempat ini termasuk Gunung Api Purba Nglanggeran sebagai salah satu puncaknya. Selain itu kondisi Watu Amben masih tergolong alami karena belum ada campur tangan manusia. Meskipun kawasan disekitar Watu Amben sudah mulai dibangun bangunan semi permanen yang digunakan untuk berjualan makanan. (text/foto: annosmile)

INFORMASI
Watu Amben
Dusun Pandeyan, Desa Srimulyo, Kecamatan Piyungan, Kabupaten Bantul, DI Yogyakarta

Ada 3 pendapat pembaca

Dibawah ini adalah pendapat yang dikirimkan pembaca atas artikel ini. Negara Kesatuan Republik Indonesia adalah negara bebas, anda boleh menulis apa saja asal mampu mempertanggungjawabkannya. Kami menerima kritik dan saran namun tidak menerima caci maki. Hidup cuma sekali, jangan sia-siakan hanya untuk menyakiti hati orang lain.

  1. tom:

    Ini dari Polsek Dlingo kemananya, Mas? Kok kayaknya kemaren lewat Polsek gak nemu.. Apa kebablasan? Soalnya aku dari arah Playen yang tembuh Polsek Dlingo :D

    • admin:

      Hi Tom,
      Jalur Patuk-Dlingo mas letaknya dan masih masuk wilayah Piyungan :-)

  2. Heyru:

    Ini nih salah satu tempat favorit kalau lagi perjalanan pulang dari tempat kkn (Dulu aku kkn di dlingo), biasanya kalau pulang malem2 pasti mampir disitu dulu

    emang keren mas pemandangannya, view-nya lebih luas tapi ada bagian yang ketutup bukit di bawahnya, jadi kelihatan gelap gitu (mungkin bukan pemukiman penduduk).

Kirim pendapat