Menikmati Suasana Tempoe Doeloe di Warung Sido Semi Kotagede

Menikmati Suasana Tempoe Doeloe di Warung Sido Semi Kotagede
Rate this post

Blusukan kawasan Kotagede untuk kesekian kalinya, akhirnya saya singgah disebuah warung yang letaknya tidak jauh dari area parkir Makam Raja-Raja Kotagede. Warung yang bernama warung Sido Semi ini konon telah berdiri sejak puluhan tahun yang lalu. Dari luar bangunan warung Sido Semi ini terlihat kuno meskipun kurang bercirikan bangunan tua yang banyak tersebar di kawasan Kotagede.

Warung Sido Semi yang bernama lengkap Warung YS Sido Semi Mbok Mul dengan YS berarti ‘es’ karena masih menggunaan ejaan lama. Lokasinya berada di tepi Jalan Watu Gilang Kotagede sebelah selatan parkir Makam Raja-Raja Mataram. Didirikan oleh Dalijan Mulyo Hartono, suami Mbok Mul sekitar tahun 1957an.

Bangunan Warung Sido Semi

Memasuki pintu masuk warung Sido Semi, saya menemui sebuah ruangan kecil yang terdapat 4 meja panjang dengan kursi yang semuanya terbuat dari papan kayu. Kesederhanaan tampak dari warung ini dengan tata ruang yang cukup sederhana. Di atas meja tersedia beberapa toples yang dalam bahasa jawa disebut lodhong. Toples tersebut terbuat dari kaca bening yang berbentuk bulat yang memberikan kesan tempo dulu. Pada setiap toples berisi makanan-makanan khas desa seperti peyek kacang, peyek belut, krupuk, dan sebagainya.

Ketika membaca menu bertuliskan huruf jadul pada dinding, saya baru menyadari bahwa sebenarnya warung Sido Semi merupakan warung makan bakso. Meskipun terdapat beberapa menu lain yang ditawarkan dalam daftar menu. Menu-menu dituliskan dengan ejaan lama yang memberikan kesan unik bagi pengunjung. Kesan jadul tampak saat memandang dinding-dinding yang dihiasi jam kuno dan papan bertuliskan ejaan lama meskipun disalah satu sudut terdapat iklan salah satu film layar lebar lokal.

Botol Saparila di Pajang di Dinding

Tanpa menunggu lama saya langsung memesan semangkuk bakso dan memilih minuman bir saparila, sejenis minuman soda asli jawa yang saat ini masih diproduksi secara lokal yang tidak mengandung alkohol. Sambil menunggu pesanan bakso datang, saya mencicip camilan makanan yang tersaji di dalam toples. Rasanya cukup enak dan jarang ditemukan di warung-warung yang lain.

Seporsi bakso komplit akhirnya datang, secara sekilas mirip dengan bakso yang lain. Namun ketika saya memperhatikannya penyajian bakso di Warung Sido Semi ini sedikit berbeda. Terdapat irisan tomat di sudut mangkuk yang membuat rasa kuah bakso lebih segar dan tidak membuat mual. Saya mencoba kuahnya memang segar sedikit asam dan tidak terasa bahan penyedap rasa. Disitulah keunikan bakso di Warung Sido Semi dibandingkan warung lain. Meskipun rasa bakso yang dibuat hampir sama dengan bakso yang dijual oleh pedagang bakso keliling karena ukurannya yang cukup kecil.

Suasana di dalam Warung Sido Semi

Setelah puas menikmati bakso, saya mencoba bir saparila yang sudah saya pesan. Bir ini buatan lokal dengan tutup botol yang bisa digunakan berulang-ulang. Rasanya cukup unik dan berbeda dengan minuman kemasan buatan nasional maupun internasional. Saya pernah merasakan minuman seperti ini di beberapa rumah makan yang sengaja menjualnya. Namun disini saya mendapatkan harga yang lumayan murah di warung jadul nan sederhana ini.

Bersantai dan mendengarkan bunyi kicauan burung merupakan khas di warung Sido Semi ini. Warung ini buka dari pagi hingga sore setiap hari dan tutup ketika hari selasa. Papan pengumumannya pun terlihat jelas bertuliskan “YEN SELO SO’ TUTUP” dimana ketika hari senggang atau hari selasa warung tidak buka alias libur. Cukup unik mengingat rata-rata warung tutup ketika hari libur atau tanggal merah. Begitulah sekelumitkeunikan warung Sido Semi, jika penasaran silakan datang menyambanginya. (text/foto: annosmile)

Ada 2 pendapat pembaca

Dibawah ini adalah pendapat yang dikirimkan pembaca atas artikel ini. Negara Kesatuan Republik Indonesia adalah negara bebas, anda boleh menulis apa saja asal mampu mempertanggungjawabkannya. Kami menerima kritik dan saran namun tidak menerima caci maki. Hidup cuma sekali, jangan sia-siakan hanya untuk menyakiti hati orang lain.

  1. alannobita:

    wahh kapan2 ak ditraktir no :)

Kirim pendapat