Warung Kopi Merapi Sleman, Sajian Kopi Khas Sisi Selatan Gunung Merapi

Warung Kopi Merapi Sleman, Sajian Kopi Khas Sisi Selatan Gunung Merapi
3.8 (75.38%) 13 votes

Warung Kopi Merapi merupakan warung kopi yang berada di lereng Gunung Merapi sisi selatan. Warung ini menyediakan sajian kopi yang ditanam di lereng Gunung Merapi. Pada mulanya sajian kopi tersebut diberinama kopi khas Petung sesuai dengan tempat menanam tanaman kopi yaitu desa Petung. Namun seiring berjalannya waktu, kopi khas Petung tersebut lebih dikenal sebagai Kopi Merapi hingga saat ini.

Warung Kopi Merapi berada di desa wisata Petung, desa Kepuharjo, kecamatan Cangkringan, kabupaten Sleman, DI Yogyakarta.

Warung Kopi Merapi Sleman Dari Luar

Lokasi Warung Kopi Merapi berada di tepi jalan menuju Bunker Kaliadem sebagai daya tarik wisata Lava Tour Merapi Kaliadem Sleman. Rute menuju Warung Kopi Merapi dari pusat kota Yogyakarta ke arah utara melewati Jalan Kaliurang. Saat tiba di perempatan Pakem pilihlah petunjuk arah menuju Cangkringan. Beberapa kilometer berselang carilah papan petunjuk arah desa Kinahrejo yang sekarang dikenal sebagai Wisata Lava Merapi Kinahrejo dan Petilasan Museum Rumah Mbah Maridjan. Setelah melewati retribusi masuk Wisata Lava Merapi Cangkringan, perhatikan papan petunjuk arah ke kanan menuju desa wisata Petung. Setelah memasuki area pemukiman warga desa Petung, susurilah jalan beraspal sempit tersebut hingga ujung desa. Perjalanan dilanjutkan dengan melewati jalan rusak dan berbatu sejauh beberapa ratus meter hingga tiba di Warung Kopi Merapi di sisi kanan jalan.

Tulisan Warung Kopi Merapi Sleman

Warung Kopi Merapi berdiri di sebuah area lahan bekas erupsi Gunung Merapi di pinggir hulu sungai Opak. Seperti yang kita tahu bahwa aliran Sungai Opak melewati sisi barat Candi Prambanan dan jalan menuju Pantai Parangtritis. Bangunan Warung Kopi Merapi merupakan satu-satunya bangunan yang berdiri di kawasan tersebut dan tidak ada bangunan lain disekitarnya. Warung ini pernah terkena dampak erupsi Gunung Merapi kemudian dibangun dengan menggunakan sisa-sisa bangunan yang masih dapat digunakan dan sebagian menggunakan material baru. Saat sudah dibangun dua bangunan semi permanen untuk para pengunjung yang ingin menikmati sajian Kopi Merapi. Sedang bangunan bertingkat yang ada disebelahnya merupakan mushola yang dibangun oleh donatur dan dibagian atasnya digunakan sebagai tempat duduk lesehan untuk menikmati kopi.

Bangunan disebelah utara Warung Kopi Merapi merupakan bangunan pengolahan kopi tradisional. Tempat ini hanya digunakan sebagai atraksi pengolahan kopi secara tradisional untuk turis khususnya turis asing. Sedangkan proses pengolahan atau penggorengan kopi saat ini telah dilakukan dengan mesin. Proses pengolahan hingga pengemasan Kopi Merapi sebenarnya tidak dilakukan di tempat ini melainkan di bangunan koperasi milik petani yang mengusahakan kopi.

Pengolahan Kopi Tradisional Di Warung Kopi Merapi Sleman

Suasana di Warung Kopi Merapi terasa sejuk karena berada di daerah yang cukup tinggi di kaki Gunung Merapi. Suara burung kadang terdengar namun saat ini lebih diwarnai oleh bunyi jeep pengantar wisata dan truk pembawa pasir. Kondisi lingkungan yang gersang dan berpasir membuat debu sering berhamburan ketika dilewati oleh kendaraan. Hal ini kadang membuat seseorang terganggu dalam menikmati sajian kopi di warung ini. Namun pengelola Warung Kopi Merapi tidak dapat berbuat apa-apa karena kondisi lingkungan sudah seperti ini setelah erupsi Merapi beberapa tahun yang lalu. Hanya saja kondisi sekarang ini sudah lebih baik dari tahun-tahun sebelumnya.

Suasana Bangunan Warung Kopi Merapi Sleman

Menu utama Warung Kopi Merapi adalah sajian minuman kopi yang ditanam di daerah lereng Gunung Merapi kabupaten Sleman. Ada dua pilihan jenis kopi yang ditawarkan yaitu kopi arabica dan kopi robusta. Untuk menu makanan pendamping untuk menikmati kopi hanya sebatas aneka gorengan dan mie instan rebus saja. Rata-rata pengunjung yang datang adalah orang-orang yang ingin mencicipi cita rasa Kopi Merapi saja dan jarang berkeinginan memesan menu makanan.

Daya tarik rasa Kopi Merapi cukup unik karena ditanam di lahan vulkanik yang berasal dari muntahan erupsi Gunung Merapi. Rasanya tidak asam namun aroma yang ditimbulkan juga tidak pekat. Kopi jenis arabica cukup favorit bagi sebagian pengunjung yang datang ke tempat ini. Namun kopi jenis robusta justru memiliki cita rasa yang menarik dan berbeda dengan kopi jenis robusta yang di tanam di daerah lain.

Sajian Kopi Arabica Dari Warung Kopi Merapi Sleman

Bila cuaca sedang cerah dan tidak berkabut, pengunjung yang datang menikmati Kopi Merapi akan disambut dengan pemandangan Gunung Merapi secara utuh. Letak Warung Kopi Merapi yang berada di tepi aliran Sungai Opak menjadikan alasan mengapa Gunung Merapi terlihat jelas dari tempat ini. Secara keseluruhan warung ini cocok digunakan sebagai tempat bersantai dan beristirahat setelah bekeliling di lereng Gunung Merapi. (text/foto: annosmile)

DAFTAR MENU

Minuman

  • Kopi Arabica: Rp 7.000,-
  • Kopi Robusta: Rp 5.000,-
INFORMASI
Warung Kopi Merapi
Desa Wisata Petung, Desa Kepuharjo, Kecamatan Cangkringan, Kabupaten Sleman, DI Yogyakarta

Jam Buka
Setiap hari mulai pukul 09.00 hingga malam

Ada 5 pendapat pembaca

Dibawah ini adalah pendapat yang dikirimkan pembaca atas artikel ini. Negara Kesatuan Republik Indonesia adalah negara bebas, anda boleh menulis apa saja asal mampu mempertanggungjawabkannya. Kami menerima kritik dan saran namun tidak menerima caci maki. Hidup cuma sekali, jangan sia-siakan hanya untuk menyakiti hati orang lain.

  1. Nasirullah Sitam:

    Aku pengen ke sini tapi belum sempat-sempat :-(

    • admin:

      Hi Nasirullah Sitam, silakan mas :-)

  2. lbr:

    pernah kesini, pemandangan pas bnget lagi cerah. kesan pertama nyampe sini seneng bgt. tapi pas pesan kok pelayannya kurang ramah ya,

  3. Tina:

    Pelayanannya ga welcome bangetttt… Kalo ga percaya coba aja dateng sdri ksana… Udah nunggu nya lama berjam2 mas2 pelayan nya jg ga ramah blasss…ini hanya pengalaman pribadi sih… Tp warung nya unik tpt e enak…

    • admin:

      Hi Tina,’
      Pengalaman yg kurang mengenakkan ya, semoga segera ditindaklanjuti oleh pengelola warungnya :-)

Kirim pendapat