Warung Ijo Pakem Sleman, Warungnya Para Goweser

Warung Ijo Pakem Sleman, Warungnya Para Goweser
3 (60%) 1 vote[s]

Warung Ijo Pakem yang saya kunjungi kali ini bukan terkenal berkat menu makanan yang khas dan unik melainkan terkenal karena menjadi persinggahan pesepeda. Hal ini telah berlangsung selama beberapa tahun dan memberikan kesan bahwa Warung Ijo Pakem hanya dikhususkan untuk pesepeda saja. Pada hari minggu pagi, banyak pesepeda yang mampir di warung ini dan kadang tempat duduk yang tersedia tidak cukup menampung banyaknya pesepeda.

Warung Ijo Pakem beralamat di Jalan Raya Pakem-Turi km 2, Pakembinangun, Pakem, Sleman. Merupakan warung sederhana yang menjadi persinggahan atau pemberhentian penghobi sepeda di sekitar Sleman.

Warung Ijo Pakem Dari Luar

Warung Ijo Pakem berdiri diatas bangunan kecil dan sederhana di tepi jalan raya Pakem-Turi Sleman. Lokasinya sejauh beberapa ratus meter ke arah barat dari Pasar Pakem. Warung Ijo Pakem yang saya datangi merupakan bangunan baru yang sedikit bergeser ke arah barat dari lokasi semula. Jangan harap menemukan bangunan bercat hijau karena warna hijau hanya terdapat pada papan nama saja.

Meskipun terkenal sebagai tempat berkumpulnya pesepeda, Warung Ijo Pakem terbuka untuk pengunjung biasa atau pengunjung umum. Dengan kata lain, pengunjung warung ini tidak harus pesepeda atau penghobi sepeda. Menjelang siang hari terlihat beberapa pengujung mampir di Warung Ijo Pakem dengan menggunakan kendaraan bermotor. Sedikit informasi yang didapat, kadang-kadang ada pengguna kendaraan roda empat yang mampir karena penasaran dengan magnet dari Warung Ijo Pakem.

Baca Juga  Bekas Stasiun Medari

Warung Ijo Pakem menyediakan informasi lengkap mengenai agenda dan informasi yang berhubungan dengan hobi sepeda. Informasi tersebut dapat ditemukan pada brosur-brosur yang ditempel pada dinding bangunan warung.

Suasana Warung Ijo Pakem Yang Serderhana

Menu makanan yang ditawarkan oleh Warung Ijo Pakem cukup sederhana dan hampir sama dengan warung-warung yang menjual makanan dan minuman disekitarnya. Beragam jajanan pasar tersedia di meja dan menjadi santapan favorit pesepeda ketika mampir di warung ini. Menjelang siang hari, jajanan pasar yang diletakkan diatas meja telah habis dinikmati pengunjung. Selain jajanan pasar, ada juga hidangan lain seperti macam-macam gorengan serta makanan ringan seperti kripik, kacang, dan pisang rebus.

Nasi rames sepertinya menjadi satu-satunya pilihan makanan berat untuk mengisi perut di Warung Ijo Pakem. Beberapa jenis sayur yang tersedia antara lain oseng-oseng tempe, brongkos, sayur tahu, sayur terong, dan sebagainya. Lauk makanan yang ada terbilang sedikit macamnya, hanya telur goreng, ayam goreng, dan ikan bandeng goreng saja. Jangan berharap akan ada menu spesial di warung ini karena Anda tidak akan menemukannya.

Santapan Ala Warung Ijo Pakem

Rasa makanan yang ditawarkan oleh Warung Ijo Pakem bisa dibilang biasa atau sama seperti warung-warung makan yang lain. Tidak ada keunikan rasa yang ditampilkan seperti warung kuliner yang lain. Nilai tambah yang dapat diambil dari Warung Ijo Pakem adalah pengujung bebas mengambil makanannya sendiri atau biasa disebut dengan prasmanan. Harga yang ditawarkan cukup murah dan terjangkau untuk semua kalangan.

Baca Juga  Kuliner Sate Klathak Di Warung Sate Kambing Pak Pong Jejeran Bantul

Warung Ijo Pakem sepertinya menjadi magnet bagi pesepeda untuk sekedar berhenti sejenak dan melepas lelah dalam perjalanan. Rasanya kurang lengkap bersepeda di kawasan Pakem kalau tidak berhenti di warung ini. Informasi ini menyebar dari mulut ke mulut dan membuat Warung Ijo Pakem terkenal dikalangan pesepeda dari berbagai wilayah. Tidak heran bila Warung Ijo Pakem menjadi tempat pemberhentian pesepeda dari berbagai wilayah. (text/foto: annosmile)

Kirim pendapat