Waduk Malahayu, Obyek Wisata Andalan Kabupaten Brebes

Waduk Malahayu, Obyek Wisata Andalan Kabupaten Brebes
3.33 (66.67%) 3 votes

Waduk Malahayu merupakan waduk atau bendungan terbesar yang berada di wilayah kabupaten Brebes. Waduk ini merupakan peninggalan penjajahan Belanda yang saat ini masih berfungsi untuk mengairi lahan pertanian dan menjadi pembangkit tenaga listrik. Pemerintah daerah setempat mengembangkan kawasan Waduk Malahayu sebagai kawasan wisata unggulan meskipun kondisinya saat ini kurang terawat dan terkesan dibiarkan.

Waduk Malahayu terletak di Desa Malahayu, Kecamatan Banjarharjo, Kabupaten Brebes, Jawa Tengah; ± 6 km dari Banjarharjo atau 17 km dari Tanjung. Luas kawasan ini sekitar 944 hektare dan dibangun pada tahun 1930 oleh Kolonial Belanda.

Salah Satu Sudut Waduk Malahayu

Lokasi Waduk Malahayu tidak jauh dari daerah Tanjung yang merupakan jalan alternatif penghubung Cirebon, Brebes, dan Slawi. Petunjuk jalan cukup jelas sehingga membuat orang tidak tersesat saat berjalan menuju lokasi. Kondisi jalan menuju Waduk Malahayu sebagian mengalami kerusakan dan belum diperbaiki. Angkutan umum masih beroperasi menuju ke lokasi waduk namun disarankan menggunakan kendaraan pribadi saja seperti sepeda motor atau mobil.

Selama perjalanan menuju Waduk Malahayu Brebes, wisatawan dihibur dengan pemandangan area persawahan dan hutan jati. Memasuki gerbang wisata Waduk Malahayu, wisatawan dipungut retribusi masuk oleh petugas jaga. Kendaraan diparkir di tempat parkir yang sudah disediakan oleh pengelola obyek wisata. Selanjtnya wisatawan dipersilakan berjalan kaki menuju ke tepi waduk. Kesan pertama saat tiba di kawasan Waduk Malahayu adalah obyek wisata yang terlihat sepi dan kurang terawat. Beberapa fasilitas yang ada seperti kamar mandi/wc umum mengalami kerusakan dan hanya sebagian yang masih dapat digunakan.

Tulisan Waduk Malahayu Brebes

Untuk menuju tepi Waduk Malahayu Brebes, wisatawan harus menaiki tangga bendungan atau tanggult terlebih dahulu. Pemandangan yang tampak saat menaiki tangga tanggul adalah pintu pembuangan air waduk di sebelah kanan. Pintu pembuangan air tersebut dibuka ketika kapasitas atau daya tampung waduk telah penuh dengan air dan biasanya terjadi pada musim penghujan. Di dekat pintu pembuangan air tersebut terdapat saluran irigasi menuju area persawahan penduduk yang ada di sekitar waduk. Daerah yang mendapatkan suplai air dari Waduk Malahayu antara lain Brebes, Tegal, Kuningan, hingga Cirebon. Keberadaan Waduk Malahayu ini cukup penting saat area pertanian penduduk membutuhkan pasokan air khususnya pada musim kemarau.

Suasana tepi Waduk Malahayu Brebes lebih rindah dibandingkan di sekitar area parkir waduk. Di tempat ini banyak ditemui pohon-pohon yang tumbuh tinggi dan lebat. Udara terasa lebih sejuk ditambah dengan semilirnya hembusan air dari arah waduk. Beberapa wisatawan yang datang ke tempat ini memanfaatkan tempat ini untuk bersantai sambil duduk-duduk di bawah pohon. Sebagian diantaranya lebih memilih untuk berada di dalam gubug warung  sambil menikmati sajian makanan dan minuman. Salah satu menu andalan yang ditawarkan oleh warung tersebut adalah kuliner ikan nila bakar yang dipanen dari waduk tersebut.

Fungsi waduk ini disamping sebagai sarana irigasi lahan pertanian wilayah Kecamatan Banjarharjo, Kersana, Ketanggungan, Losari, Tanjung dan Bulalakamba juga sebagai pengontrol banjir serta dimanfaatkan untuk rekreasi. Di obyek wisata ini dapat ditemukan panorama alam pegunungan yang indah, dikelilingi hutan jati yang luas dan telah dijadikan bumi perkemahan dan wana wisata.

Aktivitas Nelayan Waduk Malahayu Brebes

Pemandangan Waduk Malahayu Brebes tampak indah dengan latar pegunungan dan perbukitan yang mengelilingi waduk. dan pulau-pulau kecil yang berada di tengah-tengah waduk. Hal yang menarik ada keberadaan Gunung Lio dimana pada zaman dahulu dikenal sebagai medan pertempuran gerilya Jendral Sudirman.

Pulau-pulau yang berada di tengah Waduk Malahayu memiliki nama tersendiri antara lain pulau Ko-ok, pulau Ketukul, pulau Maud, dan Pulau Sahidi. Pulau Ko-ok digunakan oleh Dinas PSDA untuk memantau keadaan di sekitar waduk seperti tingkat kelembaban udara, kecepatan angin, suhu air di waduk, hingga posisi matahari. Pulau Ketukul yang memiliki luas 1 Ha sebagian sebagian besar ditanami hutan jati oleh Perhutani dan sisanya ditanami pohon mangga dan pohon randu liar. Pulau Ketukul juga dimanfaatkan sebagai lahan pertanian oleh masyarakat sekitar. Pulau Sahidi dengan luas 3 Ha memiliki tanah bertipe regosol juga dimanfaatkan untuk lahan pertanian. Petani memanfaatkannya untukditanami pohon yang tidak memerlukan banyak air seperti pohon jambu air.

Pemandangan Dari Tepi Waduk Malahayu Brebes

Minimnya fasilitas pendukung di kawasan wisata Waduk Malahayu Brebes membuat wisatawan cepat bosan. Hiburan yang ada hanyalah wisata keliling waduk dengan perahu, wahana becak air, dan taman bermain mini untuk anak-anak. Wisata keliling waduk hanya beroperasi pada hari libur karena pada hari-hari biasa pengunjung yang berwisata cukup sedikit. Selain itu wisata perahu tersebut menunggu perahu penuh penumpang terlebih dahulu. Untuk becak air, kondisinya kurang terawat dan diantaranya sudah mengalami kerusakan. Akibatnya wisatawan mulai jarang menyewa wahana permainan ini. Terakhir taman bermain yang dibangun di area tepi waduk kondisinya kurang terawat. Beberapa permainan mengalami kerusakan dan belum diperbaiki. Selain itu cukup banyak sampah berserakan yang sengaja dibiarkan.

Kurang berkembangnya kawasan wisata Waduk Malahayu Brebes disebabkan banyak hal. Salah satunya adalah kurangnya promosi dan pengelolaan fasilitas yang ada di dalam kawasan wisata tersebut. Perlu dilakukan banyak perbaikan dalam berbagai sisi agar daya tarik wisata waduk ini kembali bersinar dan mampu menarik wisatawan untuk berkunjung ke tempat ini. (text/foto: annosmile

 

INFORMASI

  • Lokasi : Desa Malahayu, Kecamatan Banjarharjo, Kabupaten Brebes, Propinsi Jawa Tengah
  • Manfaat : Irigasi 18.456 hektare
  • Tahun pelaks. konstruksi : 1935-1940
  • Biaya : tak ada data
  • Pengelola : Dinas PSDA Propinsi Jawa Tengah
  • Konsultan Desain : Pemerintah Hindia Belanda
  • Kontraktor : Pemerintah Hindia Belanda
INFORMASI
Waduk Malahayu terletak
Desa Malahayu, Kecamatan Banjarharjo, Kabupaten Brebes, Jawa Tengah

Retribusi
Tiket Masuk : Rp 5.000,-
Parkir Motor : Rp 2.000,-

Ada 19 pendapat pembaca

Dibawah ini adalah pendapat yang dikirimkan pembaca atas artikel ini. Negara Kesatuan Republik Indonesia adalah negara bebas, anda boleh menulis apa saja asal mampu mempertanggungjawabkannya. Kami menerima kritik dan saran namun tidak menerima caci maki. Hidup cuma sekali, jangan sia-siakan hanya untuk menyakiti hati orang lain.

  1. suwung:

    wah enaknya
    dapat avonturir terus
    ngiri aku

  2. ndop:

    di Nganjuk juga ada waduk, namanya kali bening…

    • annosmile:

      waduknya keren nggak bro ???

  3. adinata:

    semoga waduknya tetap dilestarikan .. biar mengurangi resiko kekeringan

  4. inidanoe:

    waduukkk…
    Bwingoong aku…!!!
    Ada jalur angkot kesana gk..??
    mbok dijelasin sekalian nek ada…. :D

  5. sayatan sang penyair:

    wah…dah lama banget gak kesituh….dah 4 taun :lol:

  6. namakuananda:

    sayang ya, waduk yang begitu exsotix kurang diminati wisatawan lokal. Pengunjungnya menurun karena apa mas?
    Transportasinya terbatas atau arena bermainnya kurang dioptimalkan?

  7. harry potter:

    loh kang kok gag ke ciamis sih…..kalo ke ciamis mampir yah, oh iya makasih dah mampir dan kument di aku

    • annosmile:

      pengen nyoba lewat pantura :D

  8. galih:

    boleh berenang nggak disana..kayaknya asing buat berendem..
    hehheheeh

    • annosmile:

      mau bunuh diri bro
      dalem banget waduknya :D

  9. ody permana aji:

    wah … baru tau ada team touring…sekarang masih ga yah?……

  10. XoEM:

    Sudah lama touring nih yah…
    Bendungan Malahayu memang ok, tapi sekarang pengelolaannya qo kurang ya??
    jadinya trasa ada yang kurang, maksudnya suasana sekitar tidak menarik ketika saya masih seperti si Bolang…

    thx…

  11. imam muta aly:

    wah….asyik buanget tuh … waduk malahayu kan kampung halaman w…. mang azik buanget tu tmpat….. kpan ni maen lg k cana …… w jg kangen dah lma gak k canah…!!!!!

  12. imam muta aly:

    weeee…. waduk malahayu….. itumah kampung w atuh ko gak mampir … eh.. gak uzah… klo mampir jg w gak ktmu…. coz w kn d bkasi …ya 1 th skali mudik nye….

  13. brencia:

    aku mau jalan2 kesituuh… :)

  14. Arum:

    Aku udah pernah kesitu………
    bagues bgddddd !!!!!! ^o^

  15. arief:

    waduk mlahayu dn kumaha ayeuana deh batur???

  16. arief:

    dan kumaha ayeuna aduk malhayu teh batur…..

Kirim pendapat

error: Content is protected !!