Upacara Adat Ngalangi Pantai Nglambor Gunungkidul

Upacara Adat Ngalangi Pantai Nglambor Gunungkidul
4 (80%) 1 vote

Upacara Adat Ngalangi Pantai Nglambor merupakan tradisi turun temurun yang diselenggarakan oleh warga masyarakat yang tinggal disekitar pantai tersebut. Penyelenggaraan tradisi ini hampir sama seperti Tradisi Ngalangi di Pantai Wediombo Gunungkidul. Hanya saja jadwal penyelenggaraan tidak menentu karena tidak terjadwal setiap tahun dan mengikuti keinginan warga yang ingin menyelenggarakannya. Biasanya berhubungan dengan nazar atau janji ketika hal yang diinginkannya terpenuhi atau terlaksana.

Upacara Adat Ngalangi atau Sedekah Laut Pantai Nglambor diselenggarakan warga desa Purwodadi, kecamatan Tepus, kabupaten Gunungkidul, DI Yogyakarta. Upacara adat ngalangi ini kadang diselenggaraan bersamaan dengan tradisi bersih desa dan rasulan.

Warga Desa Berjalan Menuju Pantai Nglambor Gunungkidul

Sebagai kawasan wisata yang baru berkembang di sekitar Pantai Siung, Pantai Nglambor belum banyak dikenal oleh wisatawan. Akses menuju Pantai Nglambor masih berupa jalan batu yang dipadatkan dan belum diaspal ataupun dicor semen. Belum diketahui kapan akan dilanjutkan pembangunan menjadi jalan permanen. Selain itu belum terpasang papan petunjuk arah yang menyebabkan banyak orang tersesat saat pertama kali menuju kemari.

Menjelang siang, sebagian warga desa yang akan melaksanakan prosesi sedekah laut atau tradisi ngalangi ini berjalan dari rumah mereka menuju ke kawasan pantai Nglambor. Jalan kaki menjadi pilihan utama mereka karena akses jalan yang terjal dan telah terbiasa berjalan menuju ke area pantai. Mereka rela berpanas-panas di siang hari untuk melestarikan tradisi leluhur mereka.

Beberapa pendapat mengatakan bahwa Tradisi Ngalangi di Pantai Nglambor awalnya sebagai bentuk persembahan kepada Nyi Roro Kidul, penguasa kawasan selatan Yogyakarta dan sudah di jalankan turun temurun hingga puluhan tahun. Dalam perkembangannya tradisi ngalangi ini menjadi salah satu warisan budaya dan sebagai ungkapan rasa syukur kepada Tuhan Yang maha Esa atas limpahan rezeki dan rahmat-Nya.

Juru Kunci Memulai Ritual Doa Dalam Tradisi Ngalangi di Pantai Nglambor Gunungkidul

Tidak tampak prosesi awal acara semacam kirab atau pawai menuju ke tepi pantai seperti yang kita lihat pada umumnya. Sepertinya penyelenggaraan Tradisi Ngalangi di Pantai Nglambor berlangsung secara sederhana dan masih menjaga kearifan lokal yang diwariskan secara turun temurun. Warga yang berdatangan pun berpakaian seperti biasa layaknya berangkat menuju ladang atau menjaring ikan di laut.

Salah Satu Sesaji Dalam Upacara Adat Ngalangi Pantai Nglambor Gunungkidul

Ritual wajib larung sesaji ke laut dalam tradisi ngalangi hanya dilakukan oleh juru kunci atau pemangku adat beserta beberapa orang yang mengiringnya. Sebagian besar masyarakat yang mengikuti Tradisi Ngalangi Pantai Nglambor menunggu di gubug kecil tepi pantai. Prosesi larung sesaji ini dilakukan di sisi selatan Pantai Nglambor yang berbatasan langsung dengan laut lepas.

Konon menurut cerita turun temurun, Sunan Kalijaga pernah singgah di Pantai Nglambor dan berpesan kepada para nelayan untuk terus menjaga Pantai Nglambor. Hasil laut pantai Nglambor hanya boleh diambil dengan 4 cara, yaitu: diambil atau ditangkap dengan tangan, memancing atau ngrendet (menjaring), tombak, dan pasang jebakan dengan racun alami berupa brotowali.

Doa Bersama Warga Dalam Tradisi Ngalangi Pantai Nglambor Gunungkidul

Prosesi larung sesaji ini dimulai dengan membakar dupa atau menyan di celah-celah karang. Pemangku adat melafalkan mantera atau doa sambil meletakkan sesaji sebagai syarat. Tidak lama kemudian pemangku adat tersebut berjalan menuju tebing karang untuk melemparkan atau melarung sesaji yang telah didoakan. Selanjutnya dilarung juga seekor ayam hidup ke arah laut lepas. Warga berharap dengan tradisi ngalangi ini, biota laut dan terumbu karang kawasan Pantai Nglambor tetap terjaga dengan baik sehingga hasil laut tetap melimpah.

Setelah selesai melarung sesaji, rombongan pemangku adat atau juru kunci berjalan kembali menuju gubug sederhana di tepi Pantai Nglambor. Gubug tersebut dibuat oleh warga sehari sebelum acara dan akan dibongkar ketika acara selesai. Para warga yang sebelumnya menunggu di sekitar gubug mulai duduk berkumpul di dalam gubug sederhana yang sengaja dipersiapkan. Acara kenduri setelah upacara larung sesaji pun dimulai oleh perangkat desa bersama-sama dengan pemangku adat.

Makan Bersama Saat Kenduri Tradisi Ngalangi Pantai Nglambor Gunungkidul

Kenduri berbungkus daun pisang bertali janur yang dibawa oleh warga dikumpulkan di tengah-tengah untuk didoakan terlebih dahulu. Acara tidak berlangsung lama karena hanya diselenggarakan secara sederhana dan dihadiri oleh perwakilan masyarakat saja. Setelah dilakukan doa bersama, acara kenduri dalam prosesi tradisi ngalangi ini ditutup dengan makan kenduri bersama-sama.

Sebelum pulang ke rumah masing-masing, para warga dihibur dengan sebuah tarian tayub oleh beberapa penari yang sebelumnya telah dipersiapkan. Hiburan yang ditampilkan dalam Tradisi Ngalangi Pantai Nglambor tidak menentu karena disesuaikan dengan orang yang memiliki hajat saat diselenggarakan tradisi tersebut. Kadang diselenggarakan secara meriah namun seringkali diselenggarakan secara sederhana. (text/foto: annosmile)

Kirim pendapat