Unik, Prosesi Melasti di Umbul Geneng

Prosesi Upacara Melasti merupakan rangkaian peribadatan Umat Hindu dalam menyambut Hari Raya Nyepi. Khususnya di kabupaten Klaten, umat Hindu di kabupaten ini menyelenggarakan prosesi Melasti sendiri. Uniknya prosesi Melasti di kabupaten Klaten dilakukan di sumber mata air dan tidak dilakukan di tepi pantai seperti yang biasa kita dengar.

Upacara Melasti di Umbul Geneng terletak di Desa Geneng, Kecamatan Kebonarum, Kabupaten Klaten. Prosesi upacara ini dimulai iring-iringan dari Pura Tirta Buwana menuju Umbul Geneng tempat berlangsungnya prosesi Melasti.

Kirab Melasti di Umbul Geneng Klaten

Lokasi Umbul Geneng dipilih karena tempat tersebut merupakan sumber mata air sekaligus dipercaya sebagai tempat pentirtaan untuk mensucikan diri. Selain itu lokasinya tidak jauh dari Pura Tirta Buwana salah satu tempat ibadah umat Hindu disekitar Klaten berkumpul. Sehari sebelum diselenggarakan Upacara Melasti, aktivitas di Pura Tirta Buwana mendadak ramai karena para umat sibuk mempersiapkan ritual keagamaan tersebut.

Penyelenggaraan Melasti di kabupaten Klaten dari tahun-tahun sebelumnya selalu diselenggarakan di kawasan Umbul Geneng dan tidak ada perubahan lokasi setiap tahun. Panitia Upacara Melasti dan para Umat Hindu berharap acara keagamaan ini menjadi salah satu tradisi lokal tahunan dan menjadi bagian dari kearifan lokal yang berkembang di Klaten.

Prosesi upacara Melasti pun dimulai dengan mendak Bethara, kemudian disusul mecaru, labuhan, pengambilan tirta suci, persembahyangan, percikan tirta suci dan bija sebagai simbol kemakmuran dan kesejahteraan.

Sesaji Yang Dibawa Umat Saat Prosesi Melasti

Pukul 08.00 rombongan umat Hindu memulai arak-arakan dari Pura Tirta Buwana menuju ke Umbul Geneng sambil membawa bermacam-macam sesaji. Perjalanan dari Pura Tirta Buwana hingga Umbul Geneng dilakukan dengan berjalan kaki sejauh 2-3km dengan waktu sekitar setengah jam. Meskipun cukup jauh, para umat tampak bersemangat melakukan prosesi arak-arakan tersebut.

Baca Juga  Candi Gathotkaca Dieng

Memasuki kawasan Umbul Geneng, umat Hindu duduk di tikar yang masih kosong untuk mempersiapkan diri mengikuti prosesi melasti. Sebelumnya sesaji dan persembahan yang dibawa oleh rombongan arak-arakan diletakkan di meja yang dilapisi kain berwarna kuning.

Berdasarkan press realese, biasanya setiap Melasti dilakukan di Pantai Ngobaran Gunungkidul Yogyakarta. Namun sejak tahun 2006 umat Hindu di Klaten melakukannya sendiri di Umbul Geneng. Alasannya, Upacara Melasti tidak harus dipantai dan intinya terdapat sumber airnya bisa dijadikan tempat umtuk Melasti. Nanti, umat Hindu akan membawa Jempana (suatu tempat yang menyimbolkan adanya bethara-bethari) yang diambil dari masing-masing pura yang ada di Klaten.

Suasana Prosesi Melasti di Umbul Geneng Klaten

Beberapa patah kata sambutan dan pentas seni mewarnai Prosesi Upacara Melasti sebelum peribadatan dimulai. Acara demi acara berlangsung dengan khidmat dan tertib. Pendeta berbaju putih-putih duduk dibarisan paling depan melantunkan mantera sambil membakar dupa.

Lantunan matera doa dilakukan sambil diikuti prosesi melabuh sesaji yang khusus dilakukan oleh para pendeta. Prosesi melabuh sesaji dilakukan di salam satu pintu mata air di kawasan Umbul Geneng. Saat sesaji tersebut dilabuhkan, penonton yang berada tidak jauh dari tempat tersebut langsung lari ke laut untuk berebut sesaji yang telah dilabuhkan. Tampak keriaan salah satu anak kecil yang berhasil mendapatkan itik hidup yang sengaja dilabuhkan ke area mata air.

Anak-Anak Berebut Sesaji Berupa Itik Hidup

Selanjutnya dilakukan ritual pembagian air suci oleh pendeta kepada seluruh umat Hindu yang hadir ditempat tersebut. Para umat Hindu khusyuk menyambut percikan air yang dilakukan oleh pendeta yang membawa air suci keliling menghampiri para umat. Lantunan matera doa dilafalkan oleh para pendeta dan para umat mengikutinya. Suasana tampak hening dan khidmat saat umat Hindu melakukan doa bersama.

Baca Juga  Bukit Cemuris Dan Melihat Pelepasan Lampion Waisak Borobudur Dari Atas Bukit

Upacara Melasti di Umbul Geneng Klaten ini tergolong sepi dari pemberitaan dan kunjungan wisatawan. Meski Prosesi Upacara Melasti ini terlihat menarik, acara semacam ini sebenarnya bukan merupakan tontonan dan hormatilah umat lain dalam menjalankan ibadahnya. Sedikit informasi, beberapa hari setelah dilaksanakan upacara Melasti, dilakusanakan prosesi selanjutnya yaitu Tawur Agung di kawasan Candi Prambanan. (text/foto: annosmile)

Kirim pendapat