Anglo, Penghangat Tradisional di Dieng

Rate this post

Anglo atau tungku api bagi masyarakat Dataran Tinggi Dieng merupakan perapian tradisional untuk menghangatkan tubuh dari udara dingin. Alat ini merupakan salah satu cara efektif untuk menghindarkan hawa dingin yang terasa di Dataran Tinggi Dieng saat musim hujan, cuaca berkabut, dan malam hari pada musim kemarau.

Tungku Api Di Dieng Plateau

Saat kami berkunjung ke Dataran Tinggi Dieng untuk sekian kalinya, kami menemui anglo atau tungku api di tengah-tengah ruangan warung makan saat kami berteduh dari hujan lebat. Kamipun memanfaatkannya untuk menghangatkan tubuh sembari menikmati hidangan pada warung makan tersebut. Cara menghangatkan tubuh pada anglo cukup simpel dimana kaki berjajar mengelilingi tungku sambil telapak tangan diarahkan ke dekat tunggu untuk merasakan panas tungku secara pelan-pelan.

Kondisi seperti ini tidak jauh berbeda ketika kami kembali ke homestay tempat kami menginap. Kami ditawari anglo untuk menghangatkan tubuh dari cuaca dingin Dataran Tinggi Dieng. Kami dipersilakan mempersiapkan anglo sendiri yang telah disediakan oleh pengelola dengan membuat bara api terlebih dahulu. Namun bila kesulitan membuat bara api karena tidak terbiasa, pengelola homestay dengan senang hati membantu kami.

Sepertinya masyarakat sekitar Dataran Tinggi Dieng telah terbiasa menggunakan anglo atau tungku api untuk menghangatkan badan dari hawa dingin. Tidak heran bila anglo banyak ditemui di ruang tamu, ruang makan, kamar, atau tempat orang berkumpul. Biaya untuk menggunakannya cukup murah karena hanya menggunakan arang kayu dan sedikit minyak tanah yang ditaruh pada atas tungku. Bahan baku yang digunakan cukup tersedia dan selalu disuplai dari Wonosobo atau daerah penghasil arang. (text/foto: annosmile)

Baca Juga  Wisata Sejarah dan Fotografi di Lawang Sewu

Kirim pendapat