Tulisan Raksasa, Landmark Baru Pantai Parangtritis Yogyakarta

Tulisan raksasa di tepi pantai bertuliskan Pantai Parangtritis dipilih menjadi landmark baru Kawasan Wisata Pantai Parangtritis. Landmark atau ikon baru ini dibangun oleh pemerintah kabupaten Bantul untuk meningkatkan daya tarik pariwisata di daerahnya. Tulisan raksasa ini dipilih setelah melalui banyak pertimbangan dan survei ke beberapa daerah wisata.

Tulisan Raksasa Pantai Parangtritis menjadi landmark atau ikon baru Kawasan Wisata Pantai Parangtritis pada akhir tahun 2014 dan awal tahun 2015. Keberadaannya mensukseskan slogan baru “Bantul The Harmony of Nature and Culture”.

Tulisan Raksasa Pantai Parangtritis Sepi Pengunjung

Dalam kurun waktu tahun terakhir, jumlah wisatawan Pantai Parangtritis perlahan-lahan semakin berkurang. Penataan kawasan Pantai Parangtritis Baru yang telah dilakukan beberapa tahun yang lalu sepertinya belum memberikan pengaruh terhadap peningkatan jumlah wisatawan. Apalagi kabupaten sebelah yaitu Gunungkidul sedang gencar-gencarnya mempromosikan daya tarik wisata pantai yang lebih indah dan alami dengan pantai berpasir putih dan berkarang.

Pembangunan Tulisan Raksasa Pantai Parangtritis merupakan ide dari salah seorang pejabat daerah kabupaten Bantul sebagai salah satu solusi untuk meningkatkan daya tarik pariwisata dan kunjungan wisatawan. Seperti yang kita tahu bahwa pemandangan alam Pantai Parangtritis hanyalah sebagai ikon dan daya tarik utama pantai dan belum terdapat simbol lain yang memperkuat kawasan pantai tersebut.

Awal mulanya ide pembuatan landmark atau icon (ikon) Pantai Parangtritis berbentuk patung namun akhirnya diputuskan menjadi tulisan raksasa. Tulisan Raksasa Pantai Parangtritis berukuran 2 x 25 meter dengan bahan utama berupa beton dan dilapisi cat berwarna merah.

Suasana Sekitar Tulisan Raksasa Pantai Parangtritis

Pembangunan Tulisan Raksasa Pantai Parangtritis menggunakan dana APBD Perubahan Tahun 2014 dengan biaya sekitar 190 juta rupiah. Proyek pembangunan tulisan raksasa ini selesai pada awal bulan Desember 2014. Tulisan Raksasa Pantai Parangtritis dibangun di kawasan Pantai Parangtritis sebelah tengah dan berdekatan dengan pos SAR.

Baca Juga  Pantai Watu Nene Gunungkidul, Hamparan Pantai Dibalik Tebing Bukit

Sedikit informasi yang di dapat, Landmark Tulisan Raksasa pada Pantai Parangtritis mengambil ide dari kawasan pantai terkenal di Makassar yaitu Pantai Losari. Tujuan pembuatan tulisan raksasa pun hampir sama yaitu memperbaiki citra kawasan pantai yang perlahan-lahan memudar. Sepertinya ide ini cukup tepat mengingat saat ini Tulisan Raksasa di Pantai Losari cukup menarik banyak wisatawan dan menjadi kunjungan wajib ketika orang-orang berwisata ke kota Makassar.

Berfoto di depan Tulisan Raksasa Pantai Parangtritis oleh wisatawan menjadi harapan pemerintah kabupaten Bantul agar Pantai Parangtritis kembali diminati wisatawan. Keuntungannya adalah wisatawan yang meng-upload foto di depan Tulisan Raksasa Pantai Parangtritis ke dunia maya menjadi sarana promosi wisata gratis dan efektif.

Senja di Tulisan Raksasa Pantai Parangtritis

Pembangunan Tulisan Raksasa Pantai Parangtritis telah sepenuhnya selesai dan saat ini telah dapat dinikmati para wisatawan yang berkunjung ke Pantai Parangtritis. Publikasi mengenai landmark dan ikon ini telah dilakukan di berbagai media khususnya dibidang pariwisata. Pemerintah daerah optimis pada tahun 2015 jumlah wisatawan di pantai Parangtritis semakin bertambah dengan dikenalkannya landmark baru ini.

Namun demikian masih banyak wisatawan yang tidak mengetahui letak tulisan raksasa tersebut karena belum terpasang rambu-rambu penunjuk jalan menuju ke tempat tersebut. Terlebih lagi belum ada lampu penerangan sehingga dimalam hari Tulisan Raksasa Pantai Parangtritis tampak gelap dan tidak terlihat. Kekurangan yang ada sebaiknya segera diperbaiki agar tujuan pembangunan landmark Tulisan Raksasa Pantai Parangtritis berjalan sukses. (text/foto: annosmile)

BERITA TERKAIT

21 Februari 2015

Tulisan ‘Pantai Parangtritis’ mengalami kerusakan akibat angin kencang yang melanda sekitar pantai. Wisatawan yang penasaran dengan ikon baru Pantai Parangtritis merasa kecewa melihat kondisi tulisan ‘Pantai Parangtritis’ yang rusak tersebut. (sumber: KR Jogja)

Kirim pendapat