Tradisi Takjil Gulai Kambing di Masjid Gedhe Kauman Yogyakarta

Rate this post

Setiap hari kamis pada bulan ramadhan ada tradisi unik berbuka puasa di Masjid Gedhe Kauman Yogyakarta dimana hidangan berbuka puasa atau takjil selalu berupa nasi gulai kambing. Tradisi ini konon bukan berasal dari tradisi Kraton Yogyakarta namun berawal dari kebiasaan akikah kambing warga sekitar yang sering diselenggarakan pada hari kamis saat bulan ramadhan.

Takjil di Masjid Gedhe Kauman Yogyakarta

Sama seperti hari-hari biasa di bulan ramadhan menjelang berbuka puasa, suasana Masjid Gedhe Kauman Yogyakarta tampak ramai oleh jamaah yang ingin berbuka sekaligus mendengarkan pengajian singkat. Namun bedanya, jumlah jamaah hari kamis ini terlihat lebih banyak daripada hari biasanya. Menjelang waktu berbuka puasa hampir seluruh bagian serambi masjid penuh oleh jemaah yang duduk di lantai.

Para jamaah yang baru hadir dipersilakan mengambil sepiring nasi bungkus takjil yang berisi nas gulai kambing berikut segelas teh manis. Menurut informasi yang ada, panitia Masjid Gedhe Kauman Yogyakarta menyediakan 1.000 porsi hidangan berbuka puasa berupa nasi gulai kambing. Setelah mengambil takjil para jamaah dipersilakan duduk secara rapi di masjid untuk mendengarkan pengajian.

Takjil Nasi Gulai Kambing

Menjelang berbuka puasa pun, Jamaah masjid pun terus berdatangan memasuki serambi Masjid Gedhe Kauman Yogyakarta. Namun sepertinya jumlah takjil yang disediakan tidaklah cukup karena beberapa orang yang terakhir datang tidak kebagian nasi takjil gulai kambing.

Panitia sepertinya bertindak cepat dengan mengambil persediaan air mineral gelas dan roti sebagai cadangan apabila jatah takjil yang tersedia telah habis. Akhirnya bedug atau adzan maghrib dikumandangan dan para jamaah berbuka bersama-sama. Mereka bersama-sama menikmati nas gulai kambing yang ala kadarnya ini namun cukup puas bagi yang mengidam-idamkan nas gulai kambing. Setelah selesai berbuka puasa, jamaah dipersilakan mengikuti shalat maghrib berjamaah. (text/foto: annosmile)

Baca Juga  Pempek Ny. Kamto, Favorit Kuliner Pempek Di Yogyakarta

Kirim pendapat