3 Tradisi Peringatan Syawal Di Yogyakarta

Bulan Syawal dalam penanggalan Jawa/Islam dikenal sebagai bulan jatuhnya perayaan Idul Fitri yang menjadi salah satu hari besar umat Islam. Beberapa tradisi berkembang berkenaan dengan peringatan bulan ini dan sebagian menjadi wisata religi serta budaya. Berikut tradisi peringatan bulan Syawal di sekitar Yogyakarta antara lain:

1. Oblok-Oblok

Hidangan Oblok-Oblok Masjid Gedhe Kauman Yogyakarta Dipersiapkan Diatas Meja

Oblok-Oblok adalah tradisi sekaligus hidangan khas yang disajikan Masjid Gedhe Kauman Yogyakarta dalam menyambut Idul Fitri atau tanggal 1 Syawal dalam penanggalan Islam. Hidangan khas ini dibagikan setelah jamaah masjid melakukan shalat Subuh dan melakukan takbir bersama-sama. Beberapa informasi menyebutkan tradisi ini telah berlangsung selama lebih dari 30 tahun.

Baca artikel selengkapnya di Oblok-Oblok, Hidangan Menyambut 1 Syawal DI Masjid Gedhe Kauman Yogyakarta

2. Tradisi Grebeg Syawal Kraton Yogyakarta

Berebut Gunungan Grebeg Maulud Di Sewandanan Pakualaman Yogyakarta

Grebeg Syawal Kraton Yogyakarta merupakan tradisi grebeg yang rutin diselenggarakan Kraton Yogyakarta dalam menyambut Idul Fitri dan bulan Syawal dalam penanggalan Islam. Tradisi grebeg ini sama seperti tradisi grebeg lain yang diselenggarakan Kraton Yogyakarta seperti Grebeg Besar dan Grebeg Mulud. Gunungan Kraton diarah keluar komplek kraton menuju tiga lokasi diantaranya Masjid Gedhe Kauman Yogyakarta, Kompleks Kepatihan Yogyakarta, dan Puro Pakualaman. Waktu pelaksanaan tradisi Grebeg Syawal pada hari kedua lebaran atau tanggal 2 (dua) bulan Syawal.

3. Kirab Budaya Bakda Kupat Kampung Pandeyan

Kirab Budaya Bakda Kupat Pandeyan Yogyakarta

Kirab Budaya Bakda Kupat Kampung Pandeyan merupakan tradisi baru yang belum lama diselenggarakan secara rutin oleh masyarakat kampung Pandeyan, Umbulharjo, Yogyakarta. Tradisi ini merupakan wujud kegiatan yang dikembangkan oleh kampung Pandeyan sebagai salah satu kampung wisata di Yogyakarta. Waktu pelaksanaan tradisi atau acara ini pada seminggu setelah Idul Fitri atau yang disebut dengan Lebaran Ketupat. Puncak acara ini dilakukan kirab kesenian daerah, prajurit kraton, dan gunungan yang berisi 1000 ketupat.

Baca Juga  5 Pesona Kuliner Mie Ayam Di Sekitar Malioboro Yogyakarta

Baca artikel selengkapnya di Kirab Budaya Bakda Kupat Pandeyan Yogyakarta

Kirim pendapat