Tradisi Suro di Bantul

Bulan Suro atau Muharram merupakan bulan pertama atau bulan baru dalam kalender penanggalan Jawa/Islam.  Beberapa tradisi berkembang berkenaan dengan peringatan bulan ini dan sebagian menjadi wisata religi serta budaya. Berikut tradisi peringatan bulan Suro di sekitar Bantul antara lain:

1. Tradisi Jumuduling Mahesa Suro

Tradisi Jumuduling Mahesa Suro atau Kirab Mahesa Suro diselenggarakan oleh masyarakat desa sekitar Pantai Samas dalam menyambut Tahun Baru Suro. Waktu pelaksanaannya pada malam hari menjelang Tahun Baru Suro/Muharram. Tradisi ini diselenggarakan di area Pantai Samas, desa Srigading, kecamatan Sanden, kabupaten Bantul. Ritual kirab Maheso Suro ini untuk mengenang Maheso Suro yang dipercaya telah mendatangkan kemakmuran warga di pesisir pantai selatan tersebut.

2. Labuhan Pantai Goa Cemara

gunungan-hasil-bumi-dalam-labuhan-pantai-goa-cemara-bantul

Labuhan Pantai Goa Cemara atau Kirab Budaya Pantai Goa Cemara diselenggarakan oleh masyarakat desa Patehan dalam menyambut Tahun Baru Suro. Waktu pelaksanaannya pada siang hari tanggal Satu Suro. Tradisi ini diselenggarakan di area Pantai Goa Cemara, dusun Patehan, desa Gadingsari, kecamatan Sanden, kabupaten Bantul.

Baca artikel selengkapnya di Labuhan Pantai Goa Cemara Dan Keunikan Kambing Kendhit

3. Labuhan Hondodento

Labuhan Hondodento merupakan tradisi labuhan yang diselenggarakan oleh Trah Hondodento di kawasan Pantai Parangkusumo pada pertengahan bulan Suro dalam penanggalan Jawa. Tradisi labuhan ini diselenggarakan secara turun temurun oleh keturunan Hondodento yang telah tersebar di beberapa kota di Jawa Tengah hingga Jawa Timur. Prosesi Labuhan Hondodento dimulai dengan kirab peserta labuhan lengkap dengan uba rampe yang dibawa dari pendopo Cepuro Parangkusumo menuju ke arah Pantai Parangkusumo Parangtritis. Selanjutnya acara inti berada di tepi pantai dan ditutup dengan tabur bunga dan sesaji ke arah pantai selatan.

Baca Juga  Kedai Kopi Pari, Pilihan Ngopi Santai di Jalur Wisata Girimulyo Kulon Progo

Baca artikel selengkapnya di Labuhan Hondodento Parangkusumo, Tradisi Labuhan Trah Yayasan Hondodento Yogyakarta

Ada 2 pendapat pembaca

Dibawah ini adalah pendapat yang dikirimkan pembaca atas artikel ini. Negara Kesatuan Republik Indonesia adalah negara bebas, anda boleh menulis apa saja asal mampu mempertanggungjawabkannya. Kami menerima kritik dan saran namun tidak menerima caci maki. Hidup cuma sekali, jangan sia-siakan hanya untuk menyakiti hati orang lain.

  1. bersapedahan:

    seumur umur saya belum pernah merasakan acara perayaan bulan Suro, jadi penasaran … ingin menikmati suasananya, sayangnya waktunya tidak pernah pas … jadi tidak bisa datang kesana

    • admin:

      Hi bersapedahan,
      Mungkin bisa atur waktu di tahun depan agar bisa menikmati perayaan tahun baru Jawa/Suro

Kirim pendapat