Inilah 6 Tradisi Bulan Rajab Di Jawa Yang Masih Lestari

Inilah 6 Tradisi Bulan Rajab Di Jawa Yang Masih Lestari
3.8 (76%) 5 vote[s]

Berikut tradisi bulan Rajab/Rejeb dalam penanggalan Islam/Jawa yang masih dilestarikan dan diselenggarakn setiap tahun di Pulau Jawa antara lain :

1. Tingalan Jumenengan Dalem Keraton Surakarta Hadiningrat

Tingalan Jumenengan Dalem Kraton Surakarta Hadiningrat diselenggarakan pada bulan Rejeb/Rajab pada penganggalan Jawa/Islam

2. Tradisi Yasa Peksi Burak

Tradisi Yasa Peksi Burak diselenggarakan Kraton Ngayogyakarta Hadiningrat hari Isra’ Mi’raj Nabi Muhammad SAW pada bulan Rejeb/Rajab penanggalan Jawa/Islam

3. Tradisi Labuhan Parangkusumo

Tradisi Labuhan Pantai Parangkusumo diselenggarakan Kraton Ngayogyakarta Hadiningrat pada bulan Rejeb/Rajab penanggalan Jawa/Islam

4. Tradisi Labuhan Gunung Merapi

Tradisi Labuhan Gunung Merapi diselenggarakan Kraton Ngayogyakarta Hadiningrat pada bulan Rejeb/Rajab penanggalan Jawa/Islam. Tradisi ini diselenggarakan sehari setelah Upacara Labuhan Parangkusumo bertempat di Pos 1 Srimanganti jalur pendakian Gunung Merapi dari desa Kinahrejo, kecamatan Cangkringan, kabupaten Sleman, DI Yogyakarta. Baca artikel selengkapnya di Upacara Adat Labuhan Merapi, Harmoni Di Kaki Gunung Merapi

5. Tradisi Rejeb Plabengan

Tradisi Rejeb Plabengan diselenggarakan masyarakat dusun Cepit, desa pagergunung, kecamatan Bulu, kabupaten temanggung, Jawa Tengah. Baca artikel selengkapnya di Rejeban Plabengan, Tradisi Masyarakat Dusun Cepit Temanggung Menyambut Bulan Rajab

6. Tradisi Ambengan

Tradisi Ambengan digelar pada hari Isra’ Mi’raj Nabi Muhammad SAW pada bulan Rajab penanggalan Islam. Masyarakat berbondong-bondong membawa sedekah makanan ke masjid/mushola.

Kirim pendapat