Perjalanan Singkat Brebes-Banjarnegara

Perjalanan Singkat Brebes-Banjarnegara
3 (60%) 1 vote[s]

Menikmati pagi yang cerah setelah semalam begadang dengan teman baru sambil minum kopi. Setelah cukup merapikan barang bawaan yang semakin bertambah berat, ditambah oleh – oleh pemberian Dani berupa sekardus bawang merah khas Brebes. Motor kami melaju ke arah utara menuju ke jalur Pantura. Daerah yang kami tuju adalah sebuah desa tempat tinggal Reza di kecamatan Kalibening, kabupaten Banjarnegara

Hutan Pinus Di Wilayah Selatan Pekalongan

Ketika menunggu teman kami di pinggir jalan pantura, tiba – tiba mata kami melihat seorang anak kecil berumur 2-3 tahun berlari di depan kami mengarah ke jalan raya. Kami sempat terpana melihat anak kecil tersebut sebelum terjadi sebuah kecelakaan yang menimpanya. Anak kecil tersebut tertabrak oleh sepeda di depan saya sekitar 5 meter, kami tidak dapat berbuat sesuatu bagi anak kecil tersebut. Untung hanya luka memar dan lecet saja, kami pun mensyukuri anak kecil tersebut hanya tertabrak sepeda, bukan truk atau mobil yang sering melintas.

Faktor utama kesalahan tersebut adalah ibu kandungnya yang akan menyebrang dari seberang jalan sambil memanggil anaknya tersebut sehingga anak kecil yang masih polos tidak mempedulikan keadaan lingkungan. Yang kedua, ayah kandungnya yang sedang bekerja di bengkel las depan rumahnya kurang mengawasi anaknya yang masih kecil. Terakhir kamilah yang merasa bersalah tidak dapat mencegah kejadian tersebut. Walaupun secara tidak langsung bukan salah kami, kami meminta maaf kepada ayah anak tersebut. Semoga kejadian ini menjadi pelajaran bagi kita semua, dan tidak terulang lagi dikemudian hari.

Baca Juga  Prosesi Kirab Budaya Dieng Culture Festival

Akhirnya perjalanan kami lanjutkan melewati Tegal, Pemalang, dan Pekalongan. Memasuki kota Pekalongan kami berbelok ke arah selatan melewati kecamatan Kajen. Di sebelah selatan kecamatan tersebut, kami menyempatkan diri shalat jumat. Walaupun sebagai musafir kami boleh tidak mengerjakan shalat jumat, tetapi dihati kecil kami merasa mampu melakukannya.

Selesai shalat jumat, kami mencari warung makan sambil beristirahat dan makan siang. Akhirnya kami meneruskan perjalanan kami melalui pegunungan dan hutan pinus yang masih alami. Disinilah acara foto – foto kami yang pertama setelah kecelakaan yang terjadi tadi pagi. Perjalanan kami teruskan melewati perkebunan teh kemitraan PT Pagilaran yang berada di selatan Kab Pekalongan. Kami terlalu lelah untuk mengambil foto dan sesegera mungkin sampai dirumah Reza.

Akhirnya kami sampai di rumah Reza yang berlokasi di Kalibening, dikelilingi oleh pegunungan di sebelah timur terdapat gunung Rogojembangan.

N.B.: Perjalanan kali ini hanya sedikit dokumenmtasi

Ada 7 pendapat pembaca

Dibawah ini adalah pendapat yang dikirimkan pembaca atas artikel ini. Negara Kesatuan Republik Indonesia adalah negara bebas, anda boleh menulis apa saja asal mampu mempertanggungjawabkannya. Kami menerima kritik dan saran namun tidak menerima caci maki. Hidup cuma sekali, jangan sia-siakan hanya untuk menyakiti hati orang lain.

  1. rizoa:

    kok fotonya cuman atu???

    • annosmile:

      Gara-gara melihat kecelakaan bro
      jadi ilang pikiran untuk jepret foto :(

  2. thevemo™:

    kanapa gak di poto aja mas..moment kecelakaannya

  3. Erik:

    Kasihan sekali, karena kelalaian orangtuanya, anaknya kecelakaan. Memang orang tua harus tetap mengawasi anak-anaknya, karena bagaimanapun juga, mereka masih kurang pertimbangan

  4. mierz:

    pingin foto-foto di kebun teh..
    hiks hiks hiks..

  5. cupangkolam:

    wah…aku pernah macet di situ, mas. pas hujan deres lagi, gak ada orang blas yang lewat disitu, pas di hutan pinusnya tu. Dinikmati aja wong indahe polll, pancen….

  6. wayan:

    Jalan raya dari Pekalongan ke Kalibenening masih bagus nggak ya sekarang utk dilewati Mobil? Saya dulu th 99 pernah touring motor melewati jalan ini…Pemandangannya indah sekali, ada hutan pinus dan kebun teh… Jadi pengin nostalgia lagi….

Kirim pendapat