Telaga Warna dan Telaga Pengilon, dua sisi yang berlainan

Rate this post

Di dekat peninggalan sejarah Kompleks Candi Dieng, terdapat Telaga Warna dan Telaga Pengilon yang letaknya berseberangan. Sebuah hamparan telaga yang luas terbentuk dari bekas kawah yang telah mati ribuan tahun yang lalu m. Konon, dahulu merupakan satu telaga, namun karena terbendungnya Sungai Tulis oleh lava mengakibatkan telaga tersebut menjadi dua hingga sekarang.

Telaga Warna memantulkan 3 warna yaitu hijau, merah, dan biru. Kandungan belerang yang ada di dalamnya memantulkan warna kehijauan, sedangkan ganggang merah yang ada didasar telaga memantulkan cahaya kemerahan dan jernihnya air telaga yang berwarna biru muncul dari pantulan gradasi sinar matahari.

Area pakir kawasan wisata Telaga Warna cukup luas karena merupakan salah satu obyek wisata andalan di Dataran Tinggi Dieng. Seteleh membayar karcis masuk, setelah melewati gerbang masuk kawasan Telaga Warna, kami disuguhi sebuah pemandangan yang cukup indah. Hutan di sekitar telaga ini masih terjaga kelestariannya sehingga suasana kelihatan sejuk dan teduh.

Walaupun pemandangan terlihat indah, warna telaga sudah tidak berwarna-warni lagi. Warna yang tampak saat ini hanyalah warna hijam kecoklatan saja. Kerusakan ini diakibatkan berkurangnya kadar belerang yang terdapat di dalamnya akibat penggunaan air telaga untuk irigasi sawah para petani sayur di kawasan Dieng, pengaruh cuaca dan lingkungan sekitarnya. Setelah cukup melihat Telaga Warna, kami pun berjalan ke seberang menuju ke Telaga Pengilon yang jaraknya sekitar 100 meter dari Telaga Warna.

Nama Telaga Pengilon sendiri berarti telaga cermin. Air di telaga ini sangat jernih dan bisa memantulkan bayangan benda yang ada di sekitarnya.

Ketika kami sampai Telaga Pengilon, rumput-rumputan menutupi hampir seluruh telaga sehingga kami tidak bisa bercermin di pinggir telaga. Jika meneruskan perjalanan melewati telaga ini, anda akan menjumpa Goa Semar dan  Goa Jaran. Di tempat inilah setiap setahun sekali diselenggarakan tradisi upacara potong rambut gimbal.

Ada 16 pendapat pembaca

Dibawah ini adalah pendapat yang dikirimkan pembaca atas artikel ini. Negara Kesatuan Republik Indonesia adalah negara bebas, anda boleh menulis apa saja asal mampu mempertanggungjawabkannya. Kami menerima kritik dan saran namun tidak menerima caci maki. Hidup cuma sekali, jangan sia-siakan hanya untuk menyakiti hati orang lain.

  1. nirmana:

    telaga ini kan lebih sempurna keindahannya jika dilihat dari ketinggian atau dilihat dari jendela pesawat garuda penerbangan jakarta-jogja di sore hari…..

  2. kacrut:

    humm.. telaga yg itu toh.. blom pernah kesana.. tapi di potoh kedua rada gak asyik.. apa karna ada orang nya yah?? wekekekkeke

    *peace*

    • annosmile:

      Weh..itu aku :D

  3. denologis:

    telaga pengilon bisa buat ngilo ya?

    • annosmile:

      Bisa buat bercermin mas :D

  4. Andy MSE:

    sayang sekali, keindahan telaga warna sudah berkurang jauh… pada waktu saya masih SMP, telaga warna jauh lebih indah dan bersih…

    • annosmile:

      Efek dibuka sebagai obyek wisata :(

  5. siwi:

    Wah.. telaga warnanya bagus banget

    :P

  6. sawali tuhusetya:

    jujur saja, saya belum pernah mengunjungi dua telaga ini, mas. selalu saja ada yang menarik ketika menjumpai objek yang berkaitan dg air seperti menyelami kehidupan kita yang sesungguhnya.

  7. suwung:

    wah ada telaga warnanya juga ya dieng… duh dulu kok ngak kesana ya?

    • annosmile:

      Ada kang
      Wah..kurang lengkap wisatanya berarti :(

  8. anas:

    foto yg pertama bgus bgt.kayaknya alam nya keren n asri.bikin pengen kesitu jg…

  9. Edi Psw:

    Masih alami banget

  10. theodora:

    perlu di lestarikan tuh…..pak…biyar ntar bisa jalan2 kesana aku

  11. zam:

    aku pernah ke sini!!

  12. TKB:

    Dieng memang tidak pernah sepi ya mas?

Kirim pendapat

error: Content is protected !!