Telaga Madirda Karanganyar, Pesona Alam Tersembunyi Di Lereng Gunung Lawu

Telaga Madirda merupakan salah satu telaga alami yang berada di kaki gunung Lawu wilayah kabupaten Karanganyar. Keberadaannya jarang diketahui wisatawan karena belum sepenuhnya dikembangkan sebagai kawasan wisata. Hampir seluruh wisatawan yang berkunjung di lereng Gunung Lawu hanya mengetahui Telaga Sarangan sebagai obyek wisata telaga atau danau.

Telaga Madirda terletak di di Dusun Tlogo, Desa Berjo, Kecamatan Ngargoyoso, Kabupaten Karanganyar, Jawa Tengah. Telaga Madirda merupakan salah satu telaga alami di lereng Gunung Lawu.

Gerbang Masuk Telaga Madirda

Lokasi Telaga Madirda cukup tersembunyi diantara kawasan pemukiman penduduk dan kawasan hutan lereng Gunung Lawu. Belum ada informasi mengenai petunjuk arah menuju lokasi danau atau telaga ini. Rute paling mudah adalah melewati jalur utama menuju ke arah Candi Sukuh. Saat tiba di kawasan pemukiman sekitar Candi Sukuh silakan bertanya-tanya kepada penduduk sekitar mengenai arah menuju Telaga Madirda. Bila ditarik garis lurus sebenarnya Telaga Madirda cukup dekat dengan kawasan Air Terjun Jumog.

Untuk menuju ke Telaga Madirda disarankan menggunakan kendaraan pribadi semacam sepeda motor atau mobil yang benar-benar kondisinya prima. Jalan yang akan dilalui cukup menanjak tajam dan tinggi begitu juga dengan jalan menurunnnya. Diperlukan ekstra kehati-hatian dalam mengendarai kendaraan karena medan jalan sempit dan banyak tikungan. Saat ini belum tersedia kendaraan umum untuk menuju lokasi kecuali dengan menyewa ojek yang banyak ditemukan di tepi jalan.

Pemandangan Telaga Madirda

Setelah melewati tanjakan panjang dan tiba di kawasan Candi Sukuh, perjalanan dilanjutkan melewati jalan kecil dengan medan naik turun, sempit, dan belokan yang tajam. Namun dibalik sulitnya medan terlihat pemandangan alam yang cukup indah disepanjang perjalanan. Bagi pengunjung yang pertama kali datang ke Telaga Madirda disarankan sering bertanya karena banyak simpangan jalan saat menuju ke kawasan telaga.

Memasuki kawasan Telaga Madirda ditandai dengan gapura loket masuk yang belum selesai pengerjaannya. Dari gapura loket masuk ini terdapat jalan setapak untuk menuju ke tepi Telaga Madirda. Cara lain menuju ke Telaga Madirda tanpa harus berjalan kaki dengan melewati pintu masuk telaga yang berada di tengah-tengah pemukiman penduduk. Kendaraan dapat diparkir di tepi jalan atau di halaman rumah warga karena belum disediakan area parkir.

Baca Juga  Telaga Biru Semin, Bukit Batu Pandangnya Gunungkidul

Lumut Dasar Telaga Madirda

Luas area Telaga Madirda tidak luas dan hanya menempati sepertiga dari kawasan lembah atau tanah lapang diantara perbukitan lereng Gunung Lawu. Namun sebenarnya seluruh lembah tersebut merupakan bagian dari Telaga Madirda yang mengalami pendangkalan dan mengering. Pendangkalan terjadi akibat lumpur yang dibawa air hujan dari atas bukit atau gunung dan terdampar di kawasan telaga ini. Belum ada wacana mengembalikan kondisi Telaga Madirda seperti semula dengan pengerukkan tanah.

Kondisi alam disekitar Telaga Madirda masih asri dan alami dengan vegetasi khas lereng gunung di daerah tropis. Pohon tinggi dan lebat serta semak-semak banyak tumbuh di tepi telaga dan lereng perbukitan. Tanah lapang disekitar Telaga Madirda banyak ditumbuhi oleh rumput liar sering dipanen warga untuk memberi pakan ternak. Sebagian area tanah lapang yang berdekatan dengan pemukiman warga digunakan untuk ladang pertanian.

Sudut Lain Kawasan Telaga Madirda

Pemandangan Telaga Madirda terlihat menarik meskipun hanya berukuran kecil. Sebagai perbandingan, ukuran Telaga Madirda jauh lebih kecil dibandingkan Telaga Wahyu yang juga merupakan kawasan telaga di lereng Gunung Lawu. Diperkiran luas Telaga Madirda kurang dari 1/10 luas Telaga Wahyu. Dapat disimpulkan bahwa Telaga Madirda lebih mirip seperti kolam ikan di area pemancingan ketimbangan telaga atau danau kecil.

Fasilitas yang ada di kawasan Telaga Madirda terbilang cukup minim dan kurang terawat. Pengelolaan Telaga Madirda saat ini dilakukan oleh pengurus desa wisata setempat atau satu pengelolaan dengan kawasan wisata Air Terjun Jumog. Kurangnya dana dan minimnya minat pengunjung untuk mendatangi kawasan Telaga Madirda membuat pengelola setempat menunda rencana pengembangan wisata di Telaga Madirda. Pemerintah daerah setempat sepertinya tidak tertarik untuk mengembangkan kawasan wisata yang minim pengunjung seperti Telaga Madirda.

Sumber Air Di Telaga Madirda

Di sekitar Telaga Madirda terdapat beberapa sumber air yang masih alami dan belum terkontaminasi. Salah satu sumber air yang ada masih dikeramatkan oleh penduduk sekitar. Ada yang mengatakan bahwa keberadaan sumber air tersebut adalah sebuah situs pentirtaan yang telah digunakan sejak zaman dahulu. Hal ini diperkuat dengan keberadaan beberapa situs candi yang ditemukan di sekitar lereng Gunung Lawu seperti Candi Sukuh, Candi Cetho, Candi Kethek, Situs Planggatan, dan beberapa arca serta potongan batu candi.

Kondisi air pada Telaga Madirda sangat jenih karena berasal dari sumber air yang masih sangat alami. Jernihnya air telaga membuat dasar telaga terlihat cukup jelas. Beberapa tumbuhan jenis ganggang dan lumut mendominasi dasar telaga. Selain itu ikan-ikan kecil banyak berkeliaran dan cukup terlihat dari tepi telaga. Beberapa sampah yang terlihat disebabkan pengunjung yang kurang peduli terhadap lingkungan.

Baca Juga  Sejenak di Umbul Ponggok

Annosmile Di Telaga Madirda

Selain keindahan alam Telaga Madirda yang masih alami terdapat sebuah legenda tentang Cupu Manik Astagina. Telaga Madirda dikisahkan merupakan penjelmaan dari Cupu Manik Astagina tersebut. Cupu Manik Asta Gina sering kita dengar pada cerita wayang dalam kisah Anjani, Subali, dan Sugriwa. Cupu Manik Asta Gina adalah sebuah mustika yang bisa memperlihatkan tempat-tempat indah tanpa harus berkunjung kesana. Petilasan Cupu Manik Astagina berada disamping Telaga Madirda atau samping jalan menuju sumber air yang dikeramatkan. Petilasan tersebut telah dipugar dengan bangunan rumah disebelah warung milik juru kunci Telaga Madirda.

Pada musim liburan kawasan Telaga Madirda tetap sepi pengunjung. Hanya terlihat satu atau dua pengunjung di sekitar lokasi dan itupun mereka hanya mampir sebentar sebagai obat rasa penasaran. Telaga Madirda hanya terlihat ramai ketika dilakukan prosesi Melasti dalam rangkaian perayaan Nyepi umat Hindu setiap tahunnya. Setelah prosesi melasti akan terlihat banyak sisa-sisa sesaji yang tersebar di kawasan ini. (text/foto: annosmile)

Kirim pendapat