Telaga Banyubening Bejiharjo

Telaga Banyubening Bejiharjo
1 (20%) 1 vote

Nama telaga Banyubening memang tidak setenar obyek wisata yang terdapat di dekatnya yaitu Goa Pindul. Proses pengerukan dan pembenahan kawasan telaga beberapa waktu lalu membuat kondisi telaga Banyubening tampak lebih tertata rapi. Terdengar kabar bahwa telaga Banyubening akan dikembangkan sebagai kawasan wisata alternatif di desa Bejiharjo.

Telaga Bening atau sering disebut Telaga Banyubening terletak di desa Bejiharjo, kecamatan Karangmojo, kabupaten Gunungkidul. Asal-usul nama Banyubening sebetulnya bukan merujuk kepada telaga ini melainkan kepada daerah tempat telaga tersebut berada yaitu desa Banyubening yang sekarang bernama desa Bejiharjo.

Kondisi Telaga Banyubening

Informasi petunjuk lokasi telaga Banyubening cukup minim dan jarang temui. Kami sempat berulangkali bertanya kepada orang-orang mengenai lokasi telaga Banyubening. Saat tiba di telaga Banyubening, suasana tampak sepi tanpa terlihat aktivitas pengunjung lain. Air telaga tampak penuh saat pertengahan musim hujan. Warna air telaga keruh kecoklatan sepertinya menjadi salah satu cirikhas telaga ini meski disebut bening (jernih).

Banyak cerita yang berkembang dimana telaga Banyubening sudah dimanfaatkan oleh manusia kuno atau purba. Tidak diketahui apakah ada kaitannya dengan Situs Sokoliman yang ada didekatnya. Penemuan potongan kayu kuno yang cara pengambilannya dengan ritual gaib ini sempat mewarnai cerita di masyarakat sekitar. Prosesi ini dilakukan saat Telaga Banyubening dilakukan renovasi dengan dibuat dinding dan saluran air. Konon kayu kuno tersebut dibawa ke kraton Yogyakarta untuk diamankan dan beberapa potongan masih di sisakan di dalam telaga ini.

Dilihat dari segi geografi, telaga Banyubening merupakan salah satu dari sekian banyak kantong air di kawasan karst Gunungkidul yang berfungsi menampung air padang musim hujan dan aliran air dari sumber mata air. Hingga saat ini telaga Banyubening masih dimanfaatkan airnya saat musim kemarau untuk mengairi ladang da kebun milik penduduk sekitar. Disamping itu digunakan untuk beternak ikan secara bersama-sama (berkelompok) dan dipanen setahun sekali saat air telaga mengering. (text/foto: annosmile)

Kirim pendapat