Taman Pelangi Monjali Sleman, Warna Warni Pelangi Dalam Lampion

Taman Pelangi Monjali Sleman, Warna Warni Pelangi Dalam Lampion
4.7 (93.33%) 3 votes

Taman Pelangi Monjali merupakan obyek wisata baru yang menggunakan sebagian lahan milik Monumen Jogja Kembali (Monjali). Daya tarik utama obyek wisata ini adalah berbagai macam dan bentuk lampion yang unik ditambah dengan beragam arena ketangkasan dan hiburan. Konsep semacam ini sebenarnya tidak baru dan beberapa kota lain di Indonesia telah lebih dahulu sukses mengembangkan wisata semacam ini.

Taman Pelangi Monjali yang sebelumnya bernama Taman Lampion Monjali resmi dibuka akhir tahun 2011. Mengambil lokasi di area Monumen Jogja Kembali (Monjali) atas kerjasama PT. Taman Pelangi Jakarta dengan pengelola Monumen Jogja Kembali dengan kontrak dua tahun yang rencanakan akan diperpanjang. Sebelumnya telah dibuka di beberapa kota seperti Jakarta, Malang (BNS), dan Surabaya.

Pintu Masuk Taman Pelangi Monjali Sleman

Perjalanan menuju ke Taman Pelangi Monjali dari pusat Jogja cukup mudah dan banyak rambu yang menunjuk ke arah Monumen Jogja Kembali. Namun lebih mudahnya dari Tugu Jogja lurus ke utara hingga Ringroad utara karena lokasi Taman Pelangi berada di tepi jalan Ringroad utara. Gerbang masuk menuju ke Taman Pelangi sama dengan gerbang masuk Monumen Jogja Kembali dan kendaraan diparkir di dalam kawasan Taman Pelangi.

Salah Satu Lampion Yang Terpasang Di Taman Pelangi Monjali Sleman

Kami memasuki kawasan Taman Pelangi Monjali dari gerbang pintu timur Monumen Jogja Kembali. Setelah memarkir kendaraan dan membayar tiket masuk, kami langsung disambut sebuah gerbang lampion yang berbentuk melingkar. Cukup menarik bagi kami yang pertama kali datang ke Taman Pelangi Monjali ini. Sepertinya pihak pengelola Monumen Jogja Kembali ingin memaksimalkan kawasan ini menjadi kawasan wisata setiap waktu, dimana waktu siang hari digunakan untuk wisata sejarah dan pendidikan dan di malam hari menjadi wisata hiburan dan kuliner.

Hiasan Lampu Di Taman Pelangi Monjali SlemanKemudian kami berjalan ke arah tengah, kami melihat beberapa jenis lampion berukuran besar dan kecil. Ada lampion berbentuk burung elang raksasa, miniatur Tugu Jogja, patung naga raksasa, miniatur Candi Borobudur, kereta lengkap dengan kudanya, dan masih banyak lagi. Penempatan lampion di setiap sudut membuat suasana terlihat meriah dan gemerlap.

Warna-Warni Lampu Lampion di Taman Pelangi Monjali Sleman

Di area tengah terdapat sebuah panggung hiburan yang pada hari-hari tertentu terdapat pertunjukkan musik ataupun pertunjukkan seni dan area foodcourt yang di dekatnya terdapat beberapa gubuk-gubuk kecil yang disediakan buat menikmati makanan sambil lesehan. Kawasan foodcourt ini menyediakan makanan seperti bakmi Jawa, Bakso, Soto, Nasi Goreng, Sate, bermacam-macam fastfood dan sebagainya. Di dekat kawasan ini juga terdapat arena bermain anak seperti bom bom car, kereta putar, odong-odong dan masih banyak lagi. Namun untuk menggunakan permainan tersebut harus kembali mengeluarkan dana dengan membeli tiket permainan yang ada disekitar lokasi.

Saat ini di kawasan Taman Pelangi Monjali sudah tersedia 20 jenis permainan, 24 stand makanan, stand minuman. Kemudian di area bawah ada stan makanan dan multiproduk.

Bangunan Monjali Dikelilingi Lampion

Berjalan menuruni tangga jalan menuju ke area bawah yang terdapat monumen yang dikelilingi kolam, kami melihat bermacam-macam lampu yang ditempel di dinding. Cukup menarik untuk dinikmati karena beranekaragam, namun cukup disayangkan tidak ada penerangan lain sehingga pengunjung tidak jelas melihat jalan yang terdapat beberapa tangga kecil naik turun yang kadang membuat kaki tersandung.

Tiba di area bangunan Monumen Jogja Kembali, kolam yang mengelilingi bangunan Monumen Jogja Kembali dihiasi oleh lampion dan digunakan sebagai wahana permainan air. Sepeda air yang ditawarkan nampaknya kurang disukai di oleh pengunjung Taman Pelangi. Mungkin mereka malas berbasah-basahan di malam hari. Disekelilingnya terdapat wahana permainan ATV dan beberapa warung makan kecil yang cukup beragam. Kembali disayangkan tentang cahaya penerangan yang minim, suasana kawasan ini masih terlihat gelap walaupun sudah gemerlap warna warni lampu dan lampion.

Area Foodcourt Taman Pelangi Monjali Sleman
Cukup disayangkan tidak ada lampu yang mengelilingi bangunan utama Monumen Jogja Kembali sehingga terlihat remang-remang karena hanya mendapat dukungan sedikit lampu. Padahal saya berharap keindahan lampu lampion juga didukung keindahan arsitektur monumen, seperti kondisi Tugu Monumen Nasional (Monas) yang terlihat bersinar dimalam hari.

Tur mengelilingi Taman Pelangi berakhir dan saya kembali ke area foodcourt untuk menikmati kuliner yang ada. Jajanan kuliner yang ditawarkan sebetulnya cukup murah, namun kurangnya papan informasi mengenai harga makanan mengurangi minat pengunjung untuk menikmati makanan di kawasan ini.

Secara keseluruhan penyajian lokasi dan konsepnya lumayan menarik karena pemilihan lokasi yang berada di pinggiran perkotaan yang jauh dari kebisingan dan kemacetan. Taman Pelangi Monjali cukup cocok digunakan wisata alternatif di malam hari bersama keluarga ataupun anak muda. Keberadaannya dapat sebagai obat kekecewaan masyarakat Jogja terhadap Taman Hiburan Rakyat (THR) atau dikenal dengan nama Purawisata yang kondisinya tidak terurus dan terbengkalai.

Pembenahan kawasan Taman Pelangi jogja harus terus dilakukan agar wisatawan merasa nyaman dan tidak cepat bosan. Sedikit kritik mengenai penataan lampion yang tersebar di beberapa titik dan kurang rapat menjadikan kawasan ini kurang terlihat gemerlap akan pesta lampion. Solusinya dilakukan penambahan lampion dan penataan lokasi kembali agar pemandangan lampion lebih enak dipandang seperti Taman Lampion lain yang lebih sukses dahulu di beberapa kota. Tiket masuk dan tiket wahana yang dirasa cukup mahal bagi masyarakat Yogyakarta perlu menjadi evaluasi pengelola agar wisata lampion ini mampu dinikmati oleh seluruh lapisan masyarakat Yogyakarta pada khususnya. (text/foto: annosmile)

== Harga Tiket Masuk

Hari biasa: Dewasa: Rp10.000,-/orang

Akhir pekan; Dewasa: Rp15.000,-/orang

Ada 2 pendapat pembaca

Dibawah ini adalah pendapat yang dikirimkan pembaca atas artikel ini. Negara Kesatuan Republik Indonesia adalah negara bebas, anda boleh menulis apa saja asal mampu mempertanggungjawabkannya. Kami menerima kritik dan saran namun tidak menerima caci maki. Hidup cuma sekali, jangan sia-siakan hanya untuk menyakiti hati orang lain.

  1. rumputilalang:

    tiket masuk berapa om?

  2. Kado Biru:

    Kemarin sempat kemari tapi pas siang hari, jadi cuma liat2 museumnya doang.

Kirim pendapat