Taman Mural Kolong Jembatan Layang Lempuyangan

Taman Mural Kolong Jembatan Layang Lempuyangan
Rate this post

Lukisan mural yang ditemui di kolong bawah jembatan layang Lempuyangan Yogyakarta memberikan kesan lain sebuah kawasan kolong jembatan layang. Mural-mural yang dilukiskan para seniman jalanan cukup mengubah suasana menjadi lebih berwarna. Sebelumnya kawasan kolong jembatan layang Lempuyangan ini sudah ramai dengan aktivitas para pengunjung yang di dominasi oleh orang tua yang menghibur anaknya untuk menonton kereta api yang melintas.

Taman Mural Kolong atau Bawah Jembatan Layang Lempuyangan berada di sisi timur stasiun Lempuyangan tempatnya di sepanjang dinding bangunan penyangga jembatan layang.

Awal mula keberadaan lukisan mural di kolong jembatan layang Lempuyangan dikarenakan minimnya sarana ruang publik (public area) di kota Yogyakarta untuk mengapresiasikan kreativitas dan karya. Cukup wajar mengingat luasan kota Yogyakarta yang sempit dan tidak tersedia area lapang untuk masyarakat umum sehingga mereka kesulitan menikmati suasana kota. Tak heran bila sebelumnya kawasan kolong jembatan layang ini berubah menjadi kawasan untuk menonton kereta api oleh orang tua dan anak.

Ide penggunaan ruang bawah jembatan layang Lempuyangan bermula ketika beberapa senimal mural yang tergabung dalam komunitas Apotek Komik melihat dinding-dinding penyangga jembatan layang dipenuhi dengan cerat-coret vandalisme yang kotor dan merusak pemandangan. Mengapa tidak diubah saja menjadi lukisan mural yang enak dilihat dan berisikan pesan-pesan positif. Akhirnya mulai beberapa tahun yang lalu kawasan ini berubah menjadi kawasan yang dipenuhi oleh lukisan dan gambar mural. Setiap orang yang melintasi atau berkunjung ke kawasan ini mendapat hiburan gratis berupa lukisan mural yang tergores di dinding-dinding penyangga jembatan layang.

Dengan adanya lukisan mural pada dinding-dinding penyangga jembatan layang, suasana tampak lebih berwarna dan enak dipandang. sepertinya banyak orang yang mendukung keberadaan mural di kawasan ini karena menarik dan memperindah suasana. Para orang tua yang sedang menghibur anak mendapat hiburan tambahan gratis ketika berada di bawah jembatan layang Lempuyangan untuk menonton kereta api melintas. Area bawah jembatan layang bertambah ramai setelah lukisan mural tersebut hadir di tempat tersebut. Meskipun muncul polemik klasik yaitu semakin bertambah sampah yang dihasilkan di kawasan ini. kita hanya bisa berharap semoga mereka memiliki kesadaran membuang sampah pada tempatnya.

Setiap tahun lukisan mural yang digoreskan di dinding dan tiang penyangga jembatan layang ini berganti suasana. Tujuannya selain mengurangi rasa bosan orang yang menikmatinya, para seniman ingin menyampaikan pesan-pesan positif lain yang belum disampaikan dalam lukisan sebelumnya. Dalam proses pembuatannya, acapkali banyak orang yang ingin menyaksikan cara pembuatannya. Menggambar mural merupakan tontonan yang jarang dilihat menjadikan orang-orang penasaran untuk menontonnya. Keberadaan komunitas ini cukup mendapat apresiasi karena membantu memperindah suasana. Namun diharapkan mereka tidak melanggar aturan-aturan yang ada seperti memanfaatkan bangunan bersejarah atau cagar budaya untuk menyalurkan kreativitas. (text/foto: annosmile)

Ada 1 pendapat pembaca

Dibawah ini adalah pendapat yang dikirimkan pembaca atas artikel ini. Negara Kesatuan Republik Indonesia adalah negara bebas, anda boleh menulis apa saja asal mampu mempertanggungjawabkannya. Kami menerima kritik dan saran namun tidak menerima caci maki. Hidup cuma sekali, jangan sia-siakan hanya untuk menyakiti hati orang lain.

  1. Muh Nahdhi Ahsan:

    Aku wis tau ngiyup nang ngisor jembatan lempuyangan, tapi kok gak weruh yo mas?

Kirim pendapat