Jejak Sungai Bengawan Solo Purba di Gunungkidul

Jejak Sungai Bengawan Solo Purba di Gunungkidul
Rate this post

Perjalanan menuju ke kawasan pantai paling timur di kabupaten Gunungkidul bernama Pantai Sadeng menghantarkan saya kepada kawasan bernama Sungai Bengawan Solo Purba. Mulanya saya mengira Sungai Bengawan Solo Purba merupakan kawasan sungai biasa mirip dengan Sungai Bengawan Solo yang melintasi kota Surakarta (Solo). Namun ternyata Sungai Bengawan Solo Purba hanyalah berupa bekas aliran sungai saja.

Sungai Bengawan Solo Purba terlihat jelas dari tepi jalan sebelum memasuki kawasan Pantai Sadeng yang terletak di Desa Pucung, Kecamatan Girisubo, Kabupaten Gunungkidul

Pemandangan Bengawan Solo Purba Dari Atas Bukit

Keberadaan Sungai Bengawan Solo Purba akan terlihat begitu kita melewati area Pasar Girisubo atau beberapa ratus meter sebelum memasuki kawasan Pantai Sadeng. Ketika melewati turunan jalan dari sebuah bukit, akan terlihat Sungai Bengawan Solo Purba disebelah kiri jalan atau bawah bukit yang tidak terhalang oleh apapun. Saat ini ditepi bukit telah dibangun warung-warung tenda sebagai tempat melepas lelah dan menikmati pemandangan Sungai Bengawan Solo Purba.

Bagian dasar bukit yang merupakan Jejak Sungai Bengawan Solo Purba saat ini digunakan penduduk sekitar sebagai ladang pertanian. Dari kejauhan tampak petak-petak sawah yang dibuat di sepanjang aliran Sungai Bengawan Solo Purba dari ujung ke ujung. Bila musim kemarau ladang tersebut ditanami palawija dan saat musim penghijau diganti dengan tanaman padi gogo. Sedangkan dinding bukit diantara bekas aliran sungai cukup curam dan penuh dengan pepohonan dan tumbuhan liar yang cukup lebat.

Menurut beberapa penelitian, Sungai Bengawan Solo mengalami aktivitas tektonik berupa peninggian lapisan tanah yang menyebabkan perubahan aliran sungai dari utara ke selatan berubah arah menjadi selatan ke utara. Proses ini berlangsung pada jutaan tahun yang lalu dan meninggalkan bekas aliran sungai yang dinamakan Sungai Bengawan Solo Purba.

Annosmile di Bengawan Solo Purba

Secara geografis, aliran Sungai Bengawan Solo Purba mengarah ke selatan menuju kawasan Pantai Sadeng. Pantai Sadeng disebut-sebut sebagai muara atau ujung Sungai Bengawan Solo Purba. Tidak banyak informasi yang didapat ketika saya mendatangi kawasan Pantai Sadeng yang terkenal sebegai pelabuhan nelayan terbesar se Gunungkidul tersebut.

Kawasan Sungai Bengawan Solo Purba saat ini belum ditetapkan sebagai kawasan khusus seperti cagar alam atau taman nasional. Dikhawatirkan dalam waktu dekat terjadi kerusakan alam dan ekosistem di sekitar Sungai Bengawan Solo Purba akibat tambang batu kapur yang marak disekitar Gunungkidul. Sebetulnya kawasan Sungai Bengawan Solo Purba berpotensi dikembangkan sebagai geopark atau wisata minat khusus berbasis edukasi seperti Geowisata dan Cagar Alam Karangsambung di Kebumen. (text/foto: annosmile)

Ada 1 pendapat pembaca

Dibawah ini adalah pendapat yang dikirimkan pembaca atas artikel ini. Negara Kesatuan Republik Indonesia adalah negara bebas, anda boleh menulis apa saja asal mampu mempertanggungjawabkannya. Kami menerima kritik dan saran namun tidak menerima caci maki. Hidup cuma sekali, jangan sia-siakan hanya untuk menyakiti hati orang lain.

  1. dewitya:

    Wiiih! terimkasih mas infonya, sejujurnya saya be;um pernah kesungai bengawan solo hehe terimakasih sekali l;agi :) 

Kirim pendapat