Suatu Hari di Tepi Danau Batur

Suatu Hari di Tepi Danau Batur
Rate this post

Danau Batur merupakan danau terbesar di Pulau Bali yang terbentuk pada sebagian kawasan kaldera Gunung Batur purba. Selain itu, danau Batur menjadi satu-satunya rute menuju ke Desa Trunyan yang berada di wilayah seberang danau.

Danau Batur terletak di kaki Gunung Batur merupakan sebuah bekas kaldera purba. Kaldera atau kawah raksasa itu diduga terjadi akibat letusan dahsyat Gunung Batur ribuan tahun lalu. Sebagian kaldera itu kini digenangi air yang menjadi sumber air dari sebagian besar lahan pertanian di Bali.

Dari Kintamani, kita dapat menuju ke tepian danau Batur dengan melewati jalan menurun yang berada di persimpangan dekat Penelokan Kintamani. Dengan waktu 15 menit, kita dapat tiba di tepian danau atau tempatnya di pelabuhan Danau Batur.

Pemandangan Danau Batur yang dikelilingi kaldera dan tebing kawah Gunung Batur Purba cukup indah dan terlihat sangat alami. Ketika langit cerah yang berwarna biru terpantul oleh air danau yang terlihat cukup bersih. Tidak terlihat adanya sampah yang mengambang di tepi danau.

Suasana pelabuhan kapal di Danau Batur terlihat sepi, hanya terlihat sebuah kapal yang akan menyeberangkan sekelompok wisatawan yang akan berkunjung ke Desa Trunyan yang ada di seberang. Di beberapa sudut pelabuhan terdapat beberapa orang yang sedang memancing di tepi danau. Selain itu ada beberapa orang yang memancing dengan menggunakan perahu kecil sedikit ke tengah danau.

Ketika saya mencoba menyusuri tepian danau, di hampir semua tepi danau dimanfaatkan sebagai lahan pertanian penduduk. Sebagian besar digunakan untuk menanam sayuran seperti wortel, kubis, sawi, dan sebagainya. Menurut salah sau petani yang saya temui, beberapa produk hasl pertanian mampu menembus pasar supermarket di Denpasar dan sekitarnya. Pemandangan alam dari kawasan pertanian ini juga terlihat indah dan alami. Tidak heran bila kawasan Taman Nasional Gunung Api Batur menjadi daerah tujuan wisata baik domestik maupun mancanegara. (text/foto: annosmile)

Ada 3 pendapat pembaca

Dibawah ini adalah pendapat yang dikirimkan pembaca atas artikel ini. Negara Kesatuan Republik Indonesia adalah negara bebas, anda boleh menulis apa saja asal mampu mempertanggungjawabkannya. Kami menerima kritik dan saran namun tidak menerima caci maki. Hidup cuma sekali, jangan sia-siakan hanya untuk menyakiti hati orang lain.

  1. applausr:

    itu danau indah bannget ya….. suka melihatnya… jadi mau ke bali lagi nih….

  2. pututik:

    keren euy, kalau untuk tanahnya kenapa seperti gambut gitu yah?

  3. arif:

    jadi nostalgia study tur jaman sma ke bali ^_^

Kirim pendapat