Kawasan Suaka Margasatwa Paliyan Gunungkidul

Kawasan Suaka Margasatwa Paliyan Gunungkidul
4.4 (88%) 10 votes

Suaka Margasatwa Paliyan merupakan salah satu suaka margasatwa yang berada di wilayah Gunungkidul. Tempat ini digunakan sebagai kawasan untuk melindungi hewan liar dan belum dikembangkan menjadi tempat wisata. Keberadaannya tergolong baru karena baru dibuat beberapa tahun yang lalu untuk menyelamatkan kawasan hutan dari perambah hutan dan perluasan area pertanian. Habitat asli yang dilindungi adalah kera ekor panjang dan beberapa jenis burung liar.

Suaka Margasatwa (SM) Paliyan terletak di sebagian besar wilayah Kecamatan Paliyan dan sisanya berada di Kecamatan Saptosari, Kabupaten Gunung Kidul dengan luas total 434,60 hektar. Topografi kawasan berupa perbukitan karst dengan lapisan tanah yang tipis, memiliki kelerengan diatas 40 % serta pada ketinggian antar 100 – 300 m dpl. Suaka margasatwa Paliyan merupakan alih fungsi dari kawasan hutan produksi menjadi hutan lindung sejak tahun 2000.

Papan Nama Suaka Margasatwa Paliyan Gunungkidul

Dalam perjalanan menuju ke salah satu pantai di kabupaten Gunungkidul melewati jalur alternatif, kami tidak sengaja melewati jalan yang membelah kawasan Suaka Margasatwa Paliyan. Jalur ini merupakan jalur Playen-Paliyan yang tembus jalan raya baru penghubung Pantai Baron dengan Pantai Parangtritis. Dari kejauhan terlihat pemandangan jalan lurus memanjang yang disamping kanan kiri lahan pertanian dan ujung terdapat kawasan hutan yang didominasi tanaman pohon jati.

Area lahan yang mengelilingi kawasan Suaka Margasatwa Paliyan adalah ladang pertanian yang dibuat oleh warga sekitar dari hasil pembukaan hutan. Sebelum dikembangkan sebagai kawasan suaka margasatwa, hampir sebagian besar lahan kawasan ini digunakan oleh masyarakat sekitar untuk ladang bercocok tanam. Setelah dikembangkan menjadi kawasan hutan lindung dan suaka margasatwa, sedikit demi sedikit lahan pertanian dikembalikan kembali fungsinya sebagai kawasan hutan. namun sepertinya, tidak semua lahan pertanian yang ada diubah menjadi kawasan hutan karena akan menghilangkan matapencaharian para petani.

Suaka Margasatwa Paliyan dibentuk dari hasil rehabilitasi lahan kritis yang terjadi di kawasan pegunungan karst sejak lima tahun yang lalu. Saat ini, kawasan ini telah menjadi hijau dan dihuni oleh spesies kera ekor panjang (Macaca fascicularis) dan sekitar 40 macam jenis burung langka. Fungsi Suaka Margasatwa Paliyan yang utama adalah menanggulangi dan mencegah kera ekor panjang merusak ladang penduduk serta mengembalikan fungsi hutan.

Jalan Yang Melewati Suaka Margasatwa Paliyan Gunungkidul

Kawasan hutan di Suaka Margasatwa tergolong kawasan hutan kritis karena tinggal sedikit sekali tumbuhan khas pegunungan karst yang masih hidup dan tumbuh. Akibat terjadi pembukaan hutan untuk ladang kemudian direhabilitasi dengan penanaman tanaman baru untuk menghijaukan kembali kawasan hutan. Selain itu sebagian kawasan juga digunakan sebagai hutan produksi sehingga jenis pohon selalu berganti ketika dilakukan penanaman setelah pemanenan pohon. Saat ini kawasan ini sedang digalakkan penanaman pohon jati karena jenis tanaman ini lebih cocok dikembangkan di tanah kering dan berjenis tanah kapur.

Ketika kami melewati kawasan ini, kami tidak melihat keberadaan fauna yang melintas. Hewan yang dilindungi di kawasan Suaka Margasatwa Paliyan seperti kera ekor panjang dan kijang yang dilepas ke hutan ini sangat jarang mendekati tepi hutan atau tepi jalan, hanya pada musim-musim tertentu mereka bermigrasi melewati jalan tersebut untuk mencari makan. Pada kondisi biasa, sepertinya hewan-hewan di kawasan suaka margasatwa ini menjauhi jalan yang membelah kawasan ini karena terganggu dengan bunyi kendaraan yang melintas. Di tepi area hutan terdapat pos jaga kawasan suakamargasatwa yang juga berfungsi sebagai kantor.

Topografi Suaka Margasatwa Paliyan mengacu pada hasil penelitian Van Bemmelen pada tahun 1970 dengan daerah Suaka Margasatwa Paliyan tercakup dalam kategori Gunung Sewu (Pegunungan Seribu) di selatan Pula Jawa.

Menara Pandang Di Suaka Margasatwa Paliyan Gunungkidul

Keberadaan berbagai jenis burung dan serangga juga banyak terdapat di Suaka Margasatwa Paliyan. Tempat ini menjadi rumah baru bagi beberapa jenis burung yang bermigrasi dari tempat asalnya. Di area kawasan Suaka Margasatwa Paliyan diberlakukan larangan untuk berburu burung dengan senapan angin. Selain itu serangga-serangga khas daerah kapur juga banyak ditemukan di tempat ini. Belalang, walang sangit, dan semut merupakan spesies yang sering dijumpa di kawasan ini. Tidak heran bila pada musim belalang, banyak pencari belalang di kawasan ini untuk dikumpulkan dan dijual sebagai oleh-oleh khas Gunungkidul.

Di dekat gerbang area kawasan Suaka Margasatwa Paliyan, terdapat menara pandang atau gardu pandang yang fungsinya sebagai pengamatan satwa di dalam kawasan. Menara Pandang atau Gardu Pandang Paliyan ini menjadi landmark kawasan ini. Ketika kami mendekatinya, kondisinya sudah agak rusak dibagian atap dan sepertinya jarang digunakan sehingga kami tidak jadi menaikinya. Untuk sementara kawasan ini belum dibuka untuk wisata karena masih dalam tahap rehabilitasi kawasan. Kedepannya kawasan ini dapat menjadi obyek wisata alternatif yang menarik ketika berkunjung ke Kabupaten Gunungkidul. (text/foto: annosmile)

-----------

Ada 11 pendapat pembaca

Dibawah ini adalah pendapat yang dikirimkan pembaca atas artikel ini. Negara Kesatuan Republik Indonesia adalah negara bebas, anda boleh menulis apa saja asal mampu mempertanggungjawabkannya. Kami menerima kritik dan saran namun tidak menerima caci maki. Hidup cuma sekali, jangan sia-siakan hanya untuk menyakiti hati orang lain.

  1. jarwadi:

    kenapa ngga naik ke bukit sebelah barat/selatan itu mas, keren lhooooo. 

    jarwadi.wordpress.com/2011/12/28/senja-di-kebun-jagung/

    dan jarwadi.wordpress.com/2011/05/05/bukit-sodong-pesona-paliyan/

  2. Tukang Nggunem:

    lha endi kok ra ono poto kewane?

  3. Jidat:

    logo baru nih, dan saya pengen bermain kesana. kapan saya diajak kak?

  4. suryaden:

    wah keno askimet

  5. Ares:

    Pernah jelajah ke mana saja, team touring?
    Berniat membuat buku perjalanan tidak?

    Silakan email ke saya kalau berminat.

    Thx

  6. airyz:

    bener ki mas Tukang Nggunem, poto kewane ora eneng :lol:

  7. mawi wijna:

    yang paling saya ingat, sehabis tanjakan Paliyan yang jahanam setengah mati itu ada rumah makan chinese food di sisi kiri jalan, namanya RM Lestari.

  8. soewoeng:

    ada suaka marga satwanya ya? baru tau

  9. Jauhari:

    Aku urung tau mrene :D

  10. kombor:

    Aku ya rung tahu ndhana.

  11. @SenggOL:

    tengok ke belakang.. untunglah aku tak berekor panjang..

Kirim pendapat

error: Content is protected !!