Street Photography di Jalan Mangkubumi

Street Photography di Jalan Mangkubumi
Rate this post

Setiap kali melewati Jalan Mangkubumi, sering saya melihat banyak fotografer baik yang masih amatir atau sudah profesional melakukan street photography di kawasan jalan ini. Namun baru akhir-akhir ini saya mempunyai minat dan kesempatan untuk mencoba memotret kawasan jalan ini.

Jalan Mangkubumi merupakan salah satu jalan yang dilalui Garis Imajiner atau Poros Imaginer penghubung Tugu Jogja dengan Kraton Yogyakarta. Selain itu Jalan Mangkubumi merupakan jantung kota Jogja yang ramai dilalui kendaraan baik siang dan malam hari.

Saat sepedaan sore-sore mengelilingi kota Yogyakarta, saya melewati kawasan Tugu Jogja kemudian berbelok ke arah selatan menuju ke arah Alun-Alun Utara Kraton Yogyakarta. Secara tidak sengaja saya kepikiran untuk mencoba street photography di kawasan Jalan Mangkubumi. Berbekal kamera saku yang saya bawa akhirnya saya mencoba belajar memotret di kawasan ini.

Papan nama Jalan Mangkubumi menjadi foto pertama yang saya ambil yang menunjukkan bahwa saya sedang berada di kawasan jalan Mangkubumi. Cukup disayangkan papan nama jalan tersebut banyak terdapat bekas tempelan stiker dan kertas yang menjadikannya tampak kotor dan terkesan sulit dibaca. Aksi tangan-tangan jahil yang tidak punya aturan ini dapat merusak citra pariwisata kota Jogjakarta.

Kemudian sepeda saya kayuh menuju ke selatan di jalur lambat yang terletak di sisi barat Jalan Mangkubumi. Jalur lambat yanng semestinya buat kendaraan tanpa mesin semisah sepeda dan becak ini separuh jalannya digunakan untuk area parkir kendaraan roda empat atau mobil. Parkir kendaraan yang memakan badan jalan yang tidak ada rambu-rambu diperbolehkan parkir ini merampas hak pengguna jalan. Pelanggaran ini sampai saat ini tidak ada teguran dan sepertinya dianggap hal yang biasa di negeri ini.

Saya menghentikan laju sepeda ketika melihat seorang tukang becak yang sedang bersantai menikmati waktu sore di depan bangunan tua yang penuh corat-coret tulisan menjadi foto selanjutnya. Ketika itu bapak tukang becak tersebut tidak sadar tertangkap kamera karena saya mengabadikannya hanya menggunakan kamera saku.

Ketika melewati gedung kantor koran Kedaulatan Rakyat, saya melihat Angkringan KR yang berada di sisi pojok utara kantor sedang bersiap-siap membuka dagangannya ketika menjelang malam. Ya, Angkringan KR merupakan angkringan alternatif selain Angkringan Lek Man yang kecil dan berdesakan dengan angkringan yang lain. Makanan angkringan yang disajikan cukup lengkap dengan harga yang cukup terjangkau. Semakin malam angkringan ini semakin ramai dan harus rela bersabar dan mengantri untuk menunggu dibuatkan pesanan minuman. Walaupun disebelahnya muncul angkringan baru tapi saya lebih menyukai nongkrong di Angkringan KR.

Selanjutnya di sebelah selatan gedung kantor koran Kedaulatan Rakyat, di sebelah barat terdapat sebuah toko dengan bangunan khas tempo dulu yang terdapat jam dinding besar di bagian depannya. Toko Rumus namanya, entah sejak kapan toko tersebut dibangun dan dibuka karena sampai sekarang saya belum menemukan sejarah keberadaan toko ini. Ketika saya tiba di Toko Rumus, toko tersebut tidak buka. Saya mencoba mengambil foto berupa jam tua yang ukurannya cukup besar yang terdapat tulisan “Rumus Yogya” ketika menunjukkan waktu pukul 17.28 WIB.

Hari mulai gelap dan sepertinya tidak ada yang menarik dalam pandangan saya. Mungkin masih banyak hal-hal yang menarik yang lepas dari pengamatan saya. Mungkin lain waktu saya akan mencoba kembali street photography di kawasan Jalan Mangkubumi ini. Akhirnya saya menyimpan kamera saku dan kembali mengayuh sepeda ke arah selatan melewati Stasiun Tugu Jogja dan Jalan Malioboro tanpa berhenti lagi.

Ada 6 pendapat pembaca

Dibawah ini adalah pendapat yang dikirimkan pembaca atas artikel ini. Negara Kesatuan Republik Indonesia adalah negara bebas, anda boleh menulis apa saja asal mampu mempertanggungjawabkannya. Kami menerima kritik dan saran namun tidak menerima caci maki. Hidup cuma sekali, jangan sia-siakan hanya untuk menyakiti hati orang lain.

  1. antyo:

    Toko buku KR msh ada gak ya?
    Kl toko buku Pembangunan sdh lama punah. itu toko.tua.
    Ah saya tak sangka toko rumus msh ada. }

    • admin:

      wah kemarin belum sempet mengamatin..besok dicoba cari paman :D

  2. Fajar:

    asyik ya om..pit..pitan..di sore..hari menyusuri jl maliobor…

  3. id gadget:

    photone keren dabĀ 

  4. Sang Nanang:

    wah…lama juga nggak melintas di tugu golong gilig itu!

  5. mursid:

    tetangga dekat itu mbok ya ajak2 kalo mau jengjeng.. :|

Kirim pendapat