Bekas Stasiun Tempel Sleman, Kini Berfungsi Menjadi Taman Kanak-Kanak

Bekas Stasiun Tempel Sleman, Kini Berfungsi Menjadi Taman Kanak-Kanak
Rate this post

Bekas Stasiun Tempel Sleman merupakan salah satu jejak jalur kereta api penghubung Yogyakarta dengan Magelang. Stasiun Tempel pada dulunya merupakan stasiun besar karena berada di wilayah perbatasan antara Jawa Tengah dengan Daerah Istimewa Yogyakarta. Keberadaan bekas bangunan stasiun ini masih berdiri utuh dengan bentuk bangunan yang masih dipertahankan keasliannya. Renovasi sedikit dilakukan dengan perubahan warna cat dan penambahan pagar mengelilingi bangunan bekas stasiun. Saat ini bekas bangunan Stasiun tempel digunakan sebagai taman kanak-kanak (TK)

Bekas Stasiun Tempel terletak di dekat Pasar Tempel, kabupaten Sleman. Dihentikan operasionalnya secara permanen pada tahun 1974, meskipun sebelumnya pernah berhenti sementara akibat jembatan Krasak di dekatnya terkena banjir lahar erupsi gunung Merapi.

Bangunan Bekas Stasiun Tempel Sleman Dari Tepi Jalan

Lokasi Bekas Stasiun Tempel berada tidak jauh dari Pasar Tempel atau sebelah kiri jembatan Krasak dari arah Yogyakarta menuju ke Magelang. Bila sudah terbiasa mengikuti alur bekas jalur kereta api pasti sudah memperkirakan arah rel dari tepi Jalan Raya Yogyakarta-Magelang. Beberapa bekas tiang sinyal kereta api masih dibiarkan berdiri diantara bangunan rumah yang berdiri di tepi jalan. Setidaknya hal tersebut menjadi patokan arah rel kereta api untuk menuju ke lokasi bekas Stasiun Tempel.

Sisa Papan Ruangan Bekas Stasiun Tempel Sleman

Saat ini bekas stasiun Tempel digunakan untuk bangunan taman kanak-kanak (TK). Karena hari libur, TK tersebut tutup dan saya hanya bisa melihatnya dari sisi luar saja. Meskipun telah beralih fungsi sebagai Taman Kanak-Kanak, dari luar masih terlihat bangunan tersebut sebagai bangunan bekas stasiun. Perubahan bangunan hanya dilakukan pada perubahan cat tembok yang didominasi warna hijau dan biru, perbaikan atap, perbaikan jendela dan pintu, dan pembangunan pagar rumah. Sisa-sisa yang masih tampak asli yaitu bentuk lantai persegi dengan warna dasar kekuningan, plat nama stasiun di tembok bangunan dan plat nama ruangan di atas pintu yang dibiarkan tertempel.

Sisa Papan Ruangan Bekas Stasiun Tempel Sleman

Di sekitar bekas stasiun Tempel masih ditemukan banyak tiang-tiang sinyal kereta api dan beberapa besi tua yang teronggok di halaman rumah warga. Beberapa besi tua yang ditemukan mirip dengan besi-besi tua yang dijadikan monumen di bekas Stasiun Palbapang. Beberapa bangunan gudang tua masih tampak di dekat bekas stasiun Tempel yang saat ini dimanfaatkan untuk kantor organisasi masyarakat. Sebuah tandon air juga masih dibiarkan berdiri di samping rumah warga. Beberapa rumah dinas pegawai PJKA juga masih ditemukan berdiri utuh di ujung dekat jembatan kereta api Krasak.

Roda Besi Tua Di Sekitar Bekas Stasiun Tempel Sleman

Cukup banyak bukti-bukti kejayaan transportasi kereta api jaman dahulu di tempat ini. Meskipun saya sudah tidak menemukan lagi potongan-potongan rel kereta api di tempat ini. Kondisi sisa-sisa kejayaan kereta api masih tamapk meskipun kurang terawat dan terancam hilang oleh pembangunan disekitarnya. Dilihat dari luasan area dan bentuk stasiun, Stasiun Tempel merupakan stasiun besar yang memiliki fungsi mirip dengan Stasiun Palbapang. Bedanya stasiun Tempel hanya dilewati satu rute kereta api dan menghubungkan beberapa pabrik gula sebagai jalur distribusi dan pengangkutan. (text/foto: annosmile)

Kirim pendapat