Bekas Stasiun Ngabean Yogyakarta, Bekas Stasiun Yang Menjadi Taman Parkir

Bekas Stasiun Ngabean Yogyakarta, Bekas Stasiun Yang Menjadi Taman Parkir
3 (60%) 1 vote

Bekas Stasiun Ngabean Yogyakarta merupakan salah satu jejak jalur kereta api penghubung Yogyakarta dengan Palbapang (Bantul). Keberadaan bekas bangunan stasiun ini masih berdiri utuh dengan bentuk bangunan yang masih dipertahankan keasliannya. Selain bangunan utama Stasiun Ngabean, terdapat potongan rel kereta api yang masih terpasang pada bagian depannya.  Kondisi disekitar Bekas Stasiun Ngabean saat ini telah dialihfungsikan sebagai taman parkir.

Stasiun Ngabean dibangun oleh Nederlandsch Indische Spoorweg Maatschappij (NIS) bersamaan dengan pembangunan jalur kereta api Yogyakarta – Bantul. Stasiun Ngabean terletak di tepi Jalan Wahid Hasyim yang dahulu bernama Jalan Ngabean, masuk dalam kawasan Taman Parkir Ngabean, dan masuk wilayah Kecamatan Ngampilan, Yogyakarta.

Bangunan Bekas Stasiun Ngabean Yogyakarta

Lokasi Bekas Stasiun Ngabean Yogyakarta berada di tengah kawasan Taman Parkir Ngabean Yogyakarta. Letaknya berada disebelah barat Pojok Beteng Lor Kulon Kraton Yogyakarta atau di selatan perempatan Ngabean. Bangunan bekas Stasiun Ngabean memiliki cirikhas berupa bangunan tua bercat biru yang berada di tepi area parkir sebelah timur dan berhimpit dengan jalan umum. Saat ini posisinya dikelilingi oleh halte bus Trans Jogja dan bangunan semi permanen kios pedagang kakilima.

Bangunan Bekas Stasiun Ngabean Yogyakarta telah mengalami renovasi meskipun tidak mengubah bentuk aslinya. Perbaikan yang dilakukan hanya sebatas perbaikan atap, jendela, dan kaca. Bagian lantai terasnya masih asli dengan keramik bermotif persegi dengan berwarna kuning yang pudar.

Bekas Bangunan Stasiun Ngabean pernah ditutup karena perbaikan jalan umum dan pembangunan trotoar disebelahnya. Saat ini Stasiun Ngabean telah mengalami renovasi dan disebut Gedung Biru karena didominasi warna cat biru.

Rel Kereta Api Di Bekas Stasiun Ngabean Yogyakarta

Potongan rel kereta api masih utuh bersama bantalan rel yang terbuat dari kayu pada bagian depan bangunan stasiun. Di bagian ujung selatan masih tersisa tiga buah roda kereta api yang sengaja ditinggalkan di kawasan stasiun sebagai bukti bahwa dahulu tempat itu merupakan stasiun kereta api.

Dinding tembok di samping rel sudah hilang akibat pembangunan dan perluasan Taman Parkir Ngabean. Selain itu dinding yang mengelilingi bangunan stasiun juga sudah hilang akibat pembangunan trotoar saat pelebaran jalan dan saat ini menjadi taman di tepi jalan.

Pemanfaatan Bekas Bangunan Stasiun Ngabean Yogyakarta

Seiring berjalannya waktu, bekas bangunan Stasiun Ngabean saat ini masih dilestarikan dan dimanfaatkan oleh warga sekitar sebagai kantor sekretariat Forum Komunikasi Kawasan Ngabean (FKKN) Yogyakarta. Dengan sebutan baru bernama Gedung Biru, bekas bangunan stasiun ini memulai babak baru sebagai bagian organisasi kemasyarakatan warga Ngabean.

Perjalanan kami lanjutkan ke arah selatan Pojok Beteng Lor Kulon sesuai perkiraan jalur kereta api ke arah selatan. Di tepi Jalan Wahid Hasyim masih ditemukan bekas tiang komunikasi dan sebuah tiang rambu sinyal di halaman kantor kecamatan Ngampilan. Ketika tiba di kawasan bekas rel kereta api Jalan Suryowijayan kami berhenti sejenak untuk beristirahat dan mengamati sisa-sisa jalur kereta api di kawasan tersebut. (text/foto: annosmile)

Kirim pendapat