Stasiun Non Aktif Kalasan

Stasiun Non Aktif Kalasan
Rate this post

Sedikit orang yang tahu bahwa disebelah timur Bandara Internasional Adi Sucipto terdapat sebuah stasiun tua yang kondisinya saat ini sedang tidak aktif. Stasiun ini bernama Stasiun Kalasan yang terletak diantara dua buah stasiun yang masih aktif yaitu stasiun Brambanan dan stasiun Maguwo Baru.

Stasiun Kalasan berada di kecamatan Kalasan dengan ketinggian +126m dari permukaan air laut sedikit lebih tinggi daripada Stasiun Maguwo yang berada di sebelah baratnya. Mulai tahun 2007 menjadi stasiun nonaktif karena perbahan jalur kereta api menjadi double track.

Gerbang Masuk Stasiun Kalasan

Saya berangkat menuju Stasiun Kalasan melalui jalur alternatif melewati kecamatan Berbah yang berada di sebelah selatan Pangkalan TNI Angkatan Udara dan melewati beberapa areal persawahan. Saat tiba di area Stasiun Kalasan, saya baru menyadari bahwa posisinya cukup dekat dengan Jalan Raya Jogja – Solo namun tidak terlihat karena tertutup bangunan rumah yang cukup tinggi.

Halaman parkir Stasiun Kalasan cukup luas dan disudut halaman banyak terdapat tumpukan rel-rel tua yang dikumpulkan dari beberapa stasiun yang ada di dekatnya saat dilakukan pembuatan rel double track. Sepertinya halaman Stasiun Kalasan yang cukup luas dibandingkan dengan halaman stasiun yang berada di dekatnya dimanfaatkan untuk menaruh rel-rel yang tidak terpakai oleh PT KAI. Di sekililing tumpukan rel banyak ditemukan tanaman liar yang sudah meninggi dan menutupi sebagian tumpukan rel.

Teras Stasiun Kalasan

Setelah memarkir kendaraan di depan teras stasiun, saya langsung berjalan memasuki ruangan di dalam stasiun. Kondisi ruangan cukup kotor dan berdebu karena sudah lama tidak trpakai dandibersihkan. Loket pembelian tiket masih utuh meskipun kondisi catnya sudah mulai pudar. Beberapa cat dinding tembok terlepas karena pengaruh cuaca dan lama tidak diperbaiki.

Memasuki teras utama bangunan Stasiun Kalasan yang menghadap ke jalur rel, terlihat semua lantai telah diubah menjadi lantai keramik putih. Meskipun diujung teras masih tersisa sedikit lantai asli stasiun yang bertekstur kotak-kotak berwarna kuning. Sepertinya bangunan Stasiun Kalasan telah mengalami beberapa kali renovasi dengan perubahan lantai dan ruangan meskipun tidak mengubah bangunan luar stasiun.

Bekas Ruang PPKA

Saya bertemu dengan penjaga Stasiun Kalasan yang saat ini masih merawat dan menjaga bangunan. Beliau menceritakan kondisi stasiun beberapa tahun yang lalu hingga saat ini. Sepertinya stasiun Kalasan ini berhenti beroperasi ketika jalur kereta diubah menjadi double track dan menghilangkan beberapa jalur rel yang berfungsi sebagai persilangan kereta api. Semua pegawai kantor Stasiun Kalasan telah dipindahkan ke Stasiun Lempuyangan dan stasiun Tugu sehingga saat ini sudah tidak ada kantor di Stasiun Kalasan.

Secara keseluruhan kondisi bangunan Stasiun Kalasan masih utuh meskipun beberapa bagian tembok terkelupas catnya karena lama tidak dilakukan perbaikan. Meskipun sudah tidak terpakai, stasiun ini masih dirawat oleh penjaga yang ditunjuk oleh PT KAI untuk menjaga dan merawatnya. Beberapa wacana mengatakan bahwa stasiun ini akan kembali difungsikan menjadi stasiun bongkar muat. Harapannya stasiun-stasiun yang berstatus nonaktif dapat kembali berfungsi kembali seperti pada era kejayaan kereta api pada masa lampau. (text/foto: annosmile)

Ada 1 pendapat pembaca

Dibawah ini adalah pendapat yang dikirimkan pembaca atas artikel ini. Negara Kesatuan Republik Indonesia adalah negara bebas, anda boleh menulis apa saja asal mampu mempertanggungjawabkannya. Kami menerima kritik dan saran namun tidak menerima caci maki. Hidup cuma sekali, jangan sia-siakan hanya untuk menyakiti hati orang lain.

  1. mawi wijna:

    asiiik, sesuk diparani, trus difoto sing luwih apik

Kirim pendapat