Bekas Stasiun Beran Sleman, Kini Menjadi Markas Koramil

Bekas Stasiun Beran Sleman, Kini Menjadi Markas Koramil
2 (40%) 3 votes

Bekas Stasiun Beran merupakan bekas bangunan stasiun yang menghubungkan jalur kereta api Yogyakarta-Magelang di daerah Beran Sleman. Saat ini bekas bangunan stasiun ini difungsikan sebagai kantor atau markas Koramil. Cirikhas yang masih tampak dari bekas bangunan stasiun ini adalah keberadaan tuas pemindah rel yang terletak disamping bangunan bekas stasiun.

Bekas Stasiun Beran berada di Jalan PJKA, kabupaten Sleman, DI Yogyakarta. Bangunan bekas Stasiun Beras dicat dengan warna dominan hijau yang berbeda jauh dengan cat bangunan stasiun yang dominan warna putih berhias warna biru.

Bangunan Bekas Stasiun Beran Sleman Tampak Depan

Sebelum melihat-lihat bangunan bekas Stasiun Beran yang saat ini digunakan sebagai markas Koramil, saya meminta izin petugas jaga markas dan mengutarakan maksud kedatangan yaitu melihat-lihat bekas bangunan yang diperkirakan stasiun dan mendokumentasikan gambar bangunan bekas Stasiun Beran.

Bangunan Bekas Stasiun Beran Sleman Dari Samping

Ketika saya memperhatikan bangunan bekas Stasiun Beran, telah terjadi banyak perubahan dari segi arsitektur bangunan. Bangunan bekas stasiun saat ini menghadap ke arah utara jalan, bukan menghadap ke arah selatan atau Jalan PJKA sebagai bekas jalur lintasan rel kereta api. Bekas tambalan dinding pada bangunan sebelah selatan sudah tidak tampak. Sepertinya bangunan bekas stasiun ini telah mengalami beberapa kami renovasi.

Bekas Tuas Rel di Bekas Stasiun Beran Sleman

Bagian depan bangunan bekas stasiun Beran juga telah mengalami perubahan total hingga tidak terlihat seperti bekas stasiun. Model ventilasi udara yang berbentuk bulat di beberapa sudut atas dinding sudah tidak ditemukan. Meskipun demikian model sekat dan pembagian ruangan masih tampak asli meskipun model pintu sudah diganti. Warna cat tembok yang saat didominasi warna hijau merupakan warna khas Koramil.

Di bagian halaman bekas stasiun Beran atau markas Koramil ini hanya tersisa sebuah alat tuas pemindah rel kereta api yang sengaja dimonumenkan. Disebelah bangunan bekas stasiun masih ditemukan bekas tiang sinyal kereta api yang terlihat masih utuh. Akhirnya kami kembali menelusuri bekas jalur rel kereta api di jalan PJKA hingga ujung berupa bekas jembatan kereta api Pangukan.

Keberadaan Stasiun Beran hanyalah sebagai halte pemberhentian sementara kereta api saat kereta api bersimpangan dengan kereta api yang datang berlawanan. Selain itu pembangunan halte atau stasiun Beran ini tidak lepas dengan keberadaan Pabrik Gula Beran yang letaknya tidak jauh dari stasiun. Sejauh yang saya ketahui, fungsi jalur kereta api selain untuk transportasi massal juga dimanfaatkan untuk pengangkutan hasil pengolahan gula. (text: annosmile foto: ps negoro)

Kirim pendapat