Srawung Seni Sukuh Ke 11, Tidak Lagi Menggunakan Area Candi

Srawung Seni Sukuh merupakan acara tahunan yang digagas oleh para seniman lokal sekitar Candi Sukuh dan Karanganyar bekerjasama dengan berbagai instansi, budayawan, serta seniman dari dalam negeri dan luar negeri. Acara ini mampu menarik minat wisatawan nusantara dan mancanegara terbukti jumlahnya meningkat dari tahun ke tahun.

Srawung Seni Sukuh ke 11 diselenggarakan di panggung Garuda, samping area parkir Candi Sukuh, desa Berjo, kecamatan Ngargoyoso, Karanganyar. Acara yang rutin diselenggarakan setiap tahun ini diharapkan mampu mampu menyumbang upaya pelestarian kesenian dan kebudayaan Indonesia.

Yoga di Pelataran Candi Sukuh

Hari kedua acara atau bertepatan dengan Tahun Baru, pementasan Srawung Seni Sukuh tidak kalah menariknya dengan hari pertama. Sejak pagi hari kawasan sekitar Candi Sukuh telah dipenuhi pengunjung dari masyarakat sekitar, wisatawan nusantara hingga wisatawan mancanegara. Tanjakkan jalan yang curam dan panjang saat menuju Candi Sukuh sepertinya tidak menjadi halangan wisatawan untuk menghadiri acara Srawung Seni Sukuh.

Area parkir Candi Sukuh yang sempit dan terbatas telah penuh kendaraan memaksa sebagian pengunjung yang baru datang harus memarkir kendaraan di tepi jalan perkampungan sekitar Candi Sukuh dan jalan menuju Taman Hutan Raya K.G.P.A.A. Mangkunagoro I. Beberapa pengunjung roda dua yang baru datang dan berhenti ditengah jalan mencari area parkir terdekat sempat membuat lalulintas jalan menjadi macet. Petugas parkir yang ada sepertinya kurang tanggap dan kewalahan menghadapi banyaknya pengunjung dalam event tahunan ini. Hal ini menjadi catatan untuk penyelenggaraan di tahun berikutnya.

Srawung Seni Sukuh adalah doa raya yang dikemas berupa pentas seni, diskusi dan pembagian bibit tanaman. Acara ini diselenggarakan untuk menggangkat nilai-nilai luhur dari Candi Sukuh, pelestarian alam sekitar lereng Gunung Lawu, dan kebudayaan masyarakat sekitar candi dan lereng gunung.

Pemercikan Air Sendang Raja

Acara Srawung Seni Sukuh dibuka di dalam area Candi Sukuh oleh Suprapto Suryodarmo bersama beberapa seminan yang hadir. Sebuah pementasan sederhana dilakukan oleh seniman lokal yang berkolaborasi dengan seniman mancanegara ditengah-tengah keramaian pengunjung kawasan Candi Sukuh. Selanjutnya acara Srawung Seni Candi dipindah ke Panggung Garuda yang berada di samping area parkir mobil pengunjung kawasan candi.

Baca Juga  Festival Tlatah Bocah IX, Klakah Dan Kaki Gunung Merapi

Sama seperti pembukaan acara Srawung Seni Sukuh hari pertama, pementasan hari kedua dimulai dengan Pemercikan Air Sendang Raja. Pementasan ini dipimpin langsung oleh Suprapto Suryodarmo selaku penggagas acara ini berkolaborasi dengan beberapa seniman lokal dan seniman mancanegara. Pementasan ini ditutup dengan pemercikan Air Sendang Raja dalam kendi ke arah seniman, tamu, dan penonton. Sedikit informasi yang didapat, Pemercikan Air Sendang Raja selalu diselenggarakan untuk membuka acara Srawung Seni Sukuh karena sebagai doa dan permohonan agar penyelenggaraan Srawung Seni Sukuh berlangsung lancar tanpa ada kendala.

Acara ini diselenggarakan oleh Padepokan Lemah Putih bekerja sama dengan Kementerian Pendidikan dan Kebudayaan, Pemerintah Kabupaten Karanganyar, Balai Pelestarian Purbakala Jateng, Dinas Pertanian dan Balai Lingkungan Hidup Kabupatem Karanganyar beserta para seniman, budayawan baik dari dalam negeri maupun dari luar negeri.

Penonton Srawung Seni Sukuh

Beberapa penampil atau seniman dari dalam dan luar negeri bergantian mengisi pertunjukkan dalam Srawung Seni Sukuh. Salah satu yang menarik perhatian adalah pementasan tari Sabuk Janur. Pementasan Tari Sabuk Janur  ini dimainkan oleh para pemuda dari Ngargoyoso, Karanganyar dan rutin tampil dalam perhelatan ini setiap tahun. Pementasan Tari Sabuk Janur ini menggunakan panggung jalanan di jalan aspal samping Panggung Garuda atau disebelah area parkir kendaraan roda dua.

Mulai Tahun 2015, Srawung Seni Sukuh tidak lagi diselenggarakan di dalam area Candi Sukuh dan dipindah disekitar luar pagar candi. Konon alasan pemindahan ini karena pengelola candi mengalami kerugian karena minimnya pemasukkan dari tiket candi. Banyak pengunjung tidak membeli tiket selama acara berlangsung.

Pentas Sabuk Janur Ngargoyoso

Disela-sela waktu istirahat siang, acara Srawung Seni Sukuh diselingi oleh acara diskusi dan sarasehan mengenai sejarah, budaya, dan masyarakat. Diskusi ini diselenggarakan secara santai dengan mengambil narasumber dari sejarawan, budayawan, dan beberapa pakar dari universitas. Acara diskusi ini cukup menarik karena membahas masalah perkembangan budaya masyarakat Indonesia di zaman modern ini.

Baca Juga  Kirab Ketupat dan Budaya Jimbung Klaten, Acara Baru Yang Banyak Kekurangan

Acara diskusi dan sarasehan ini juga membahas harapan-harapan penyelenggara acara Srawung Seni Sukuh mendatang dimana masyarakat sekitar harus lebih turut andil menjadi bagian dari pementasan dan bukan sekedar menjadi penonton saja. Kesenian yang ada disekitar Ngargoyoso cukup banyak dan harus dilestarikan agar tidak punah. Keberadaan Srawung Seni Sukuh yang diselenggarakan rutin setiap tahun diharapkan dapat digunakan sebagai media menampilkan bermacam-macam kesenian daerah. Diskusi dan sarasehan ini hanya berlangsung selama satu jam dan kembali dilanjutkan dengan pementasan di panggung Garuda hingga penutupan acara pada sore hari.

Penampilan Padepokan Tari Langen Kusumo Ponorogo

Perhelatan Srawung Seni Sukuh ditutup dengan pembagian bibit tanaman atau pohon. Pengunjung yang hadir dipersilakan mengambil bibit pohon secara gratis untuk dibawa pulang dan ditanam di halaman rumah. Hal ini diselenggarakan rutin setiap tahun sebagai salah satu upaya melestarikan alam dan menanggapi isu pemanasan global yang saat ini sedang banyak diperbincangkan.

Acara Srawung Seni Sukuh menjadi magnet pariwisata kabupaten Karanganyar ketika memperingati pergantian tahun. Pertunjukkan seni yang ditampilkan oleh seniman lokal, mancanegara, klasik, dan modern memberikan warna dan keberagaman dalam seni pertunjukan.

Berpindahlah lokasi utama perhelatan Srawung Seni Sukuh tahun ini jelas membuat sebagian pengunjung yang datang kecewa. Kesan magis dan sarat akan makna saat pertunjukkan seni dipentaskan di kawasan candi seakan hilang. Harapannya Srawung Seni Sukuh mendatang dapat kembali diselenggarakan di dalam area Candi Sukuh. (text/foto: annosmile)

Ada 1 pendapat pembaca

Dibawah ini adalah pendapat yang dikirimkan pembaca atas artikel ini. Negara Kesatuan Republik Indonesia adalah negara bebas, anda boleh menulis apa saja asal mampu mempertanggungjawabkannya. Kami menerima kritik dan saran namun tidak menerima caci maki. Hidup cuma sekali, jangan sia-siakan hanya untuk menyakiti hati orang lain.

  1. joni:

    hope can see it :) menarik kayaknya doa dalam pentas seni :)

Kirim pendapat