Soto Sido Moro Mbah Marto Kartasura, Cita Rasa Bukanlah Segalanya

Soto Sido Moro Mbah Marto Kartasura, Cita Rasa Bukanlah Segalanya
3 (60%) 1 vote[s]

Soto Sido Moro Mbah Marto merupakan salah satu warung makan yang terlihat ramai menjelang sore di daerah Kartasura Solo atau lebih tepatnya masuk wilayah Sukoharjo. Keramaian warung soto ini cukup menarik minat pengunjung untuk mampir dan mencicipi sajian khas yang ditawarkannya. Cita rasa yang ditawarkan adalah soto khas Solo dengan bermacam-macam lauk yang disediakan di meja pengunjung.

Soto “Sido Moro” Mbah Marto beralamat di Jalan Adi Sumarmo Kartasura, kabupaten Sukoharjo, Jawa Tengah. Menyediakan menu utama berupa sajian soto ayam khas Kartasura (Solo).

Penasaran dengan keramaian warung Soto “Sido Moro” Mbah Marto, kami pun menghentikan perjalanan sejenak untuk mampir di warung tersebut. Area parkir sepeda motor yang menggunakan badan jalan pun tampak penuh sehingga kami sedikit kesulitan untuk mencari area yang kosong. Untung saja petugas parkir segera merapikan parkir sepeda motor dan ada sedikit celah untuk memarkir kendaraan kami.

Warung Soto “Sido Moro” Mbah Marto yang sempit ini hanya mampu menampung sekitar tiga puluhan orang. Suasana di dalam warung tampak sumpek dan panas karena minimnya ventilasi udara. Namun herannya, banyak orang yang rela mengantri dan berdesak-desakan saat menikmati sajian soto yang mnejadi andalan warung Sido Moro.

Meracik Soto Ayam Sudi Moro Mbah Marto Kartasura

Tidak lama kemudian pesanan soto khas Warung Soto Sido Moro Mbah Marto tersaji di hadapan kami. Penyajian soto di warung ini menggunakan mangkuk kecil dan sepertinya menjadi salah satu cirikhas sajian soto di kawasan Kartasura. Porsi mangkuk kecil tentu saja tidak mengenyangkan bila sedang lapar, bahkan porsi mangkok biasa pun kadang bisa nambah satu atau dua porsi lagi agar kenyang.

Baca Juga  Oblang, Sejenis Ketan Durian Khas Banyumas

Dalam mangkok kecil Soto “Sido Moro” Mbah Marto terdapat sedikit nasi, potongan kecambah (tauge), soun, seledri, dan sedikit potongan ayam. Bila diamati porsi potongan daging ayam cukup sedikit sekali sehingga harus nambah lauk yang tersaji di tengah meja. Lauk tambahan yang disediakan adalah daging ayam mulai paha, sayap, dan sebagainya kemudian ada sate ati dan ampela, tahu goreng, dan tempe goreng. Tidak ketinggalan kerupuk yang diletakkan di dalam toples.

Semangkuk Kecil Soto Ayam Sudi Moro Mbah Marto Kartasura

Rasa kuah Soto “Sido Moro” Mbah Marto cukup gurih dan tidak terasa penggunaan penyedap rasa tambahan. Namun sayangnya bumbu soto kurang terasa sehingga terkesan seperti sop ayam. Untung saja ada potongan jeruk nipis sebagai tambahan rasa asam. Tidak lama kemudian sajian soto dengan mangkok kecil selesai kami santap tetapi aku urung untuk menambah porsi lagi karena lebih memilih menikmati tahu dan tempe goreng yang tersaji diatas meja.

Keramaian warung Soto “Sido Moro” Mbah Marto Kartosuro cukup membuat penasaran orang yang lewat untuk mencicipinya. Sepertinya suasana warung yang sempit dan penuh dengan pengunjung menjadi magnet pengunjung untuk mampir di warung ini. Rasa yang ditawarkan bagi kami cenderung  biasa dan terdapat kemiripan dengan rasa Soto Khas Boyolali seperti Soto Seger dan Soto Ndelik. Harga yang ditawarkan tergolong cukup murah untuk harga makanan di sekitar Kartasura. Sedikit informasi, Soto Sido Moro Mbah Marto ini tidak ada kaitannya dengan Soto Pak Marto di Yogyakarta. (text/foto: annosmile)

Ada 2 pendapat pembaca

Dibawah ini adalah pendapat yang dikirimkan pembaca atas artikel ini. Negara Kesatuan Republik Indonesia adalah negara bebas, anda boleh menulis apa saja asal mampu mempertanggungjawabkannya. Kami menerima kritik dan saran namun tidak menerima caci maki. Hidup cuma sekali, jangan sia-siakan hanya untuk menyakiti hati orang lain.

  1. Idah Ceris:

    Terus, habus berapa tahu, Kak? Hahaha

  2. Faisal Riza:

    Sundukan ayamnya bikin nagih

Kirim pendapat