Soto Lamongan Cak Su, Salah Satu Warung Soto di Depan XT Square Yogyakarta

Soto Lamongan Cak Su, Salah Satu Warung Soto di Depan XT Square Yogyakarta
3 (60%) 1 vote[s]

Bila kita melewati Jalan Veteran Yogyakarta atau jalan di sebelah utara XT Square, akan tampak pemandangan berjejer warung soto khas Lamongan di sisi utara jalan. Menjelang siang hari, hampir seluruh warung soto Lamongan yang menggelar dagangannya di tepi jalan laris diserbu oleh pembeli. Pemandangan ini tampak menarik mengingat soto Lamongan bukan makanan khas Yogyakarta tetapi menjadi primadona masyarakat Yogyakarta dan sekitarnya.

Warung Soto Lamongan Cak Su (Sumali) berada di Jalan Veteran Yogyakarta atau tidak jauh dari Terminal Umbulharjo yang sekarang berubah menjadi XT Square Yogyakarta. Buka mulai pukul 05.30 hingga pukul 20.00.

Suasana Warung Soto Lamongan Cak Su Dari Depan

Warung Soto Lamongan yang paling lama di kawasan ini tidak kunjung buka, entah tidak diketahui alasannya. Setelah beberapa waktu yang lalu kami mencicipi warung soto Lamongan milik Cak Ngun dan Cak Sodik, kali ini kami mencoba mencicipi citarasa soto Lamongan yang ada di warung sebelahnya yaitu milik Cak Su. Langsung saja kami memarkir sepeda motor dan memasuki warung untuk memesan menu yang ada.

Suasana Warung Soto Lamongan Cak Su tampak ramai dan sempit, tidak seperti Warung Soto Lamongan Cak Ngun dan Cak Sodik yang cukup luas dan mampu menampung hingga 30an orang lebih. Untung saja ada pelanggan yang meninggalkan lokasi sehingga ada tempat duduk yang kosong. Kami langsung memesan dan menempati tempat duduk tersebut.

Baca Juga  Daftar Nama dan Alamat Pura Di Bantul

Keramaian Pelanggan Soto Lamongan Cak Su

Tidak berapa lama tersaji soto Lamongan dan minuman yang kami pesan. Tanpa menunggu lama kami pun mulai menikmati sajikan kuliner khas warung ini. Dari penampilan, aroma, dan komposisi penyusun ada kemiripan dengan Warung Soto Lamongan Cak Ngun dan Cak Sodik. Ketika dicicipi rasa kuahnya pun rasanya hampir sama atau mirip tanpa memiliki cita rasa khas dan lain daripada yang lain.

Rasa manis, gurih, dan sedikit asin mendominasi rasa dalam kuah Soto Lamongan milik Cak Su ini. Pengaruh rasa lokal telah menyatu pada hidangan soto ini dan sedikit keluar dari citarasa asli dari daerah asalnya. Sedikit kritikan pada hidangan soto ini yaitu terlalu banyak penyedap rasa (MSG) yang ditambahkan sehingga rasanya terlalu gurih. Perasan jeruk purut yang disediakan mampu mengurangi efek terlalu gurih dan menambah citarasa yang baru dan unik.

Semangkuk Soto Lamongan Cak Su

Sama seperti warung soto Lamongan di sebelah, hidangan soto di tempat ini tidak menggunakan potongan telur rebus. Potongan daging terasa empuk meskipun daging yang dipotong merupakan daging yang bercampur lemak. Makanan pendamping seperti tempe dan perkedel ukuran kecil dan tidak sebesar di warung sebelah. Dibalik citarasa yang biasa seperti warung soto Lamongan yang ada didekatnya, kami cukup puas menikmati hidangan soto ini.

Secara keseluruhan Soto Lamongan di Warung Cak Su ini adalah Soto Lamongan dengan cita rasa lokal atau Yogyakarta dan sama seperti warung-warung soto Lamongan lain yang menggelar dagangannya di sepanjang Jalan Veteran Yogyakarta. Harga yang ditawarkan cukup murah untuk mendapatkan soto daging sapi dengan potongan daging sapi yang cukup besar. Bila anda cukup peka dengan hidangan yang diberi tambahan penyedap rasa (MSG) sebaiknya memilih warung soto lain di luar Jalan Veteran Yogyakarta karena rata-rata penggunaan penyedap rasa cukup tinggi. (text/foto: annosmile)

Baca Juga  Kemeriahan dan Hujan di Acara Ngayogjazz 2012

=== Harga

Soto Daging Sapi: Rp 9.000,-/porsi

Ada 2 pendapat pembaca

Dibawah ini adalah pendapat yang dikirimkan pembaca atas artikel ini. Negara Kesatuan Republik Indonesia adalah negara bebas, anda boleh menulis apa saja asal mampu mempertanggungjawabkannya. Kami menerima kritik dan saran namun tidak menerima caci maki. Hidup cuma sekali, jangan sia-siakan hanya untuk menyakiti hati orang lain.

  1. febri:

    kelihatan enak gan, tapi setelah melihat ada kata MSG, jadi agak kebayang rasanya kyk gimana… heran, kenapa ya mesti harus pake bahan ini, padahal bisa merusak citarasa alami masakan, menurut saya… salah satu faktor yang membuat saya jarang/ogah jajan… :)

    • admin:

      Hi febri,
      penggunaan msg mungkin disesuaikan dengan lidah konsumen pada umumnya :-)

Kirim pendapat