Soto Kadipiro, Yang Asli dan Warung Soto Tertua Di Yogyakarta

Soto Kadipiro, Yang Asli dan Warung Soto Tertua Di Yogyakarta
3.7 (73.85%) 13 votes

Soto Kadipiro merupakan salah satu daya tarik kuliner soto di Yogyakarta. Keberadaannya sudah tersebar di beberapa tempat dengan melabeli dirinya sebagai cabang dari Soto Kadipiro yang berada di daerah Kadipiro Yogyakarta. Walaupun sebenarnya Warung Soto Kadipiro yang asli dan yang pertama kali berdiri tidak membuka cabang dimanapun. Warung Soto Kadipiro yang asli dan yang pertama kali hanya buka di daerah Kadipiro Yogyakarta.

Soto Kadipiro yang asli dan yang pertama berada di Jalan Wates No. 33 Yogyakarta. menyajikan menu utama berupa soto ayam khas kadipiro dengan cita rasa khas Yogyakarta.

Soto Kadipiro Yogyakarta Yang Asli Dan Pertama Dari Luar

Lokasi Warung Soto Kadipiro Yogyakarta yang asli dan pertama berada setengah kilometer di sebelah barat perempatan Wirobrajan Yogyakarta. Warung Soto Kadipiro yang asli ini berhimpit dengan Warung Soto Kadipiro yang melabeli dirinya dengan cabang. Bila pengunjung baru pertama kali datang ke Kadipiro dan tidak mengetahui mana yang asli bisa dipastikan pengunjung akan salah memasuki warung soto.

Sedikit informasi mengenai Warung Soto Kadipiro Yogyakarta yang asli dan yang pertama kali berada di sisi utara jalan di sebelah timur dari SPBU Kadipiro. Tepatnya berada di samping sebelah barat Warung Steak & Shake yang belum lama ini dibuka. Bangunan Warung Soto Kadipiro Yogyakarta dari luar tampak seperti bangunan lama dengan dinding dari kayu. Tulisan nama warung cukup jelas dengan nama “Warung Soto Kadipiro” tanpa ada embel-embel yang lain.

Soto Kadipiro merupakan salah satu kuliner soto tertua di Yogyakarta dan didirikan pada tahun 1921 oleh Widadi Tahir Karto Wijoyo. Saat ini usaha Warung Soto Kadipiro dilanjutkan oleh keturunan-keturunannya. Resepnya dipertahankan secara turun temurun dan tidak berbeda dengan rasa asli saat pertama kali dibuka.

Suasana Warung Soto Kadipiro Yogyakarta Yang Asli dan Pertama

Bangunan Warung Soto Kadipiro Yogyakarta yang asli dan pertama masih menggunakan bangunan lama dengan sedikit removasi. Sebagian dinding bagian atas bangunan hampir dipenuhi oleh hiasan dinding berupa foto, lukisan, dan kalender dinding. Sebagian dinding bawah dipenuhi oleh keramik berwarna biru muda. Ciri khas ini sepertinya dipertahankan untuk menunjukkan bahwa inilah warung Soto Kadipiro yang asli sejak pertama kali berdiri.

Suasana di dalam bangunan Warung Soto Kadipiro Yogyakarta cukup nyaman dan penataan meja kursi cukup rapi. Tempat duduk untuk pengunjung Soto Kadipiro Yogyakarta cukup luas untuk menampung banyak orang. Tamu rombongan besar pun dapat diterima oleh warung soto ini dengan menggunakan ruangan khusus disebelah warung. Namun sebelumnya harus melakukan pemesanan tempat terlebih dahulu agar dipersiapkan dan tidak kedahuluan tamu rombongan yang lain.

Pelayan Sedang Meracik Soto Kadipiro Yogyakarta

Soto Kadipiro merupakan sajian soto ayam khas Yogyakarta dimana menggunakan potongan lenthok dalam penyajiannya. Kuah soto terlihat bening dengan sedikit warna kuning dari bumbu rempah yang digunakan. Potongan daging ayam cukup banyak dan tidak lupa dengan potongan lenthok yang terbuat dari ketela. Soto ayam disajikan tanpa dipisah dengan kuahnya dengan kata lain nasi, ayam, lenthok, seledri, dan sebagainya disajikan dalam satu mangkok ukuran tanggung.

Rasa sajian Soto Kadipiro yang asli dan yang pertama kali cukup lezat dengan dominasi rasa sedikit manis, asam, dan gurih. Sambal dan kecap disediakan di meja makan disesuaikan dengan masing-masing penikmat soto. Bila lauk terasa kurang di setiap meja disediakan tahu bacem, perkedel, sate telur putuh, sate jerohan, dan sebagainya. Pengunjung yang ketagihan rasanya biasanya akan menambah satu porsi lagi.

 

Antara sugesti dan pengalaman mencicipi Soto Kadipiro yang asli dengan warung yang mengaku cabang terdapat sedikit perbedaan rasa. Hal ini terlihat bagi penikmat soto yang cukup peka dan mampu membedakan rasa soto antara satu tempat dengan tempat yang lain. Selain itu, pengunjung yang sudah terbiasa menikmati rasa asli Soto Kadipiro akan berkomentar rasanya tidak sepertinya aslinya bila berkunjung ke Warung Soto Kadipiro yang mengaku cabang.

Sebagian besar orang pun menganggap bahwa cita rasa Warung Soto Kadipiro yang asli tetap dipertahankan karena tidak membuka cabang dimanapun. Walaupun saat ini banyak warung soto yang menggunakan nama Kadipiro untuk meningkatan harga jual dan mengaku sebagai cabang sari tempat aslinya. Sebut Saja Soto Kadipiro Baru, Soto Kadipiro 1, Soto Kadipiro 2, dan sebagainya. Namun tidak salahnya untuk mencoba atau mencicipi sajian Soto Kadipiro di warung yang mengaku cabang untuk menikmati rasa Soto Kadipiro yang tidak terpaut jauh dari rasa aslinya. (text/foto: annosmile)

INFORMASI
Soto Kadipiro
Jl. Wates No. 33 Yogyakarta

Kirim pendapat