Soto Djiancuk, Umpatan Rasa Uenak

Soto Djiancuk, Umpatan Rasa Uenak
Rate this post

Saya baru pertama kali mendengar warung Soto Djiancuk meskipun teman yang mengajak saya mengatakan bahwa warung soto ini cukup dikenal di kota Yogyakarta. Soto Djiancuk menyajikan menu utama berupa soto Jawa Timur terutama khas Blitar karena penjualnya berasal dari kota Blitar.

Warung Soto Djiancuk (Djancuk) terletak di Sonopakis dekat Rawa Kalibayem menyajikan soto khas jawa timur. Nama Djiancuk diambil ketika menggungkapkan rasa enak dengan umpatan, “Djiancuk uenak tenan rek!

Warung Soto Djiancuk terletak di pinggiran kota Yogyakarta sebelah barat atau tepatnya berada di Sonopakis sebelah barat kampus IKIP PGRI Yogyakarta. Bangunan warung soto ini berdiri ditepi jalan berdampingan dengan sawah sehingga terlihat suasana khas desa pinggiran kota. Bangunan Warung Soto Djiancuk terlihat unik dan sepertinya memiliknya juga merupakan seorang seniman.

Langsung saja saya memasuki warung tersebut dan memesan menu utama yaitu soto dan minuman es untuk menyegarkan tubuh dari suasana siang hari yang cukup terik. Saya memilih duduk di sebuah meja bundar yang terbuat dari kayu penggulung kabel listrik yang biasa dipasang di sutet. Di sebuah sudut juga disediakan sebuah gasebo untuk bersantai sambil menikmati pemandangan sawah disamping bangunan. Pada beberapa dinding terdapat foto dokumentasi acara besar yang pernah diselenggarakan di warung ini berikut beberapa foto mantan Presiden Pertama Republik Indonesia, Ir. Soekarno. Cukup berseni dan unik desain tata ruangan warung Soto Djiancuk yang sedikit berbeda dengan warung-warung lain bertata ruang modern.

Tidak lama kemudian pesanan datang, semangkuk Soto Djiancuk khas Jawa Timur yang terlihat dengan kuah kental. Ketika dibilang sebagai Soto Blitar, saya mengamati isi soto tersebut dan mengingat-ngingat pernah menikmati Soto Blitar ketika berkunjung ke kota Blitar beberapa tahun yang lalu. Meskipun saat ini sudah lupa akan rasa Soto Blitar namun saya masih sedikit ingat komposisi yang terlihat pada Soto Blitar. Potongan daging sapi, irisan telur ayam, tomat, kentang, tauge dengan kuah yang terlihat kental. Menurut informasi soto ini juga dibuat tanpa menggunakan penyedap rasa (MSG) sehingga cocok dnikmati bagi orang yang alergi terhadap MSG.

Ketika saya mulai menikmati Soto Djiancuk dengan perasan potongan jeruk purut, bau segar menyapa menambah selera makan. Kuah sotonya terasa gurih dan tidak tertinggal di mulut karena tidak menggunakan penyedap rasa. Bumbunya terasa kuat dengan kuah yang kental cocok bagi orang yang suka dengan masakan jawa timur. Kesan manis masakan khas Jogja tidak terlihat pada Soto Djiancuk ini karena pemilik warung yang juga pembuat soto asli Jawa Timur. Tidak lama kemudian seporsi Soto djiancuk sudah habis dinikmati. Minusnya mangkuk yang digunakan untuk menikmati Soto Djiancuk ini cukup kecil sehingga terasa kurang kalau hanya memakan satu porsi. Selain itu harga seporsi soto Rp 9.000,- dianggap cukup mahal dibandingkan dengan warung soto lain yang harganya dibawah soto ini dengan isi mangkuk yang lebih banyak. Meskipun demikian, tidak apalah sesekali mencoba menikmati Soto Djiancuk yang memiliki rasa dan aroma yang begitu nikmat. (text/foto: annosmile)

== Rincian Harga

– Soto Jancuk: Rp 9.000,-

– Jeruk Panas: Rp 2.000,-

– Gorengan: Rp 1.000,-

Ada 3 pendapat pembaca

Dibawah ini adalah pendapat yang dikirimkan pembaca atas artikel ini. Negara Kesatuan Republik Indonesia adalah negara bebas, anda boleh menulis apa saja asal mampu mempertanggungjawabkannya. Kami menerima kritik dan saran namun tidak menerima caci maki. Hidup cuma sekali, jangan sia-siakan hanya untuk menyakiti hati orang lain.

  1. marsudiyanto:

    Soto MDRCCT ada nggak ya? :D

  2. Antyo:

    Menarik dan menggda untuk dicoba kayaknya. Kalo ternyata gak enak ya tinggal bilang, “jancuk, gak ena babar blas!” :D

  3. anazkia:

    he’eleh, kenyanglah tu. Nek aku lhooo :P

Kirim pendapat