Gelaran Pertama Solo Imlek Festival 2014

Awal tahun 2014 ini, kemeriahan imlek di kota Solo bertambah dengan hadirnya perhelatan baru yang dinamakan Solo Imlek Festival 2014. Berbeda dari tahun-tahun sebelumnya yang memusatkan acara Imlek diseputaran Pasar Gede, festival imlek ini diselenggarakan di halaman Benteng Vasteburg yang lokasinya sedikit menjauh dari area Pasar Gede. Sepertinya kota Solo mulai berbenah dan tidak mau kalah dengan Semarang dengan Pasar Semawis dan Yogyakarta dengan Pekan Budaya Tionghoanya.

Gapura Solo Imlek Festival 2014

Saat berkeliling kota Solo dan melihat gelaran Solo Imlek Ferstival 2014, wisatawan atau orang yang kebetulan lewat didepannya pun penasaran untuk melihatnya tak terkecuali saya. Kendaraan saya parkir di area parkir yang di sediakan di samping lokasi Solo Imlek Festival 2014. Gerbang masuk Solo Imlek Festival 204 tampak menarik dimana terbuat dari bambu yang dihias dan diberi tambahan aksesori berupa lampion gantung berwarna merah.

Keberadaan pedagang kakilima yang menggelar dagangannya di depan gerbang masuk Solo Imlek Festival sepertinya cukup mengganggu orang yang akan keluar masuk festival ini. Saya kurang tahu apakah ada kesalahan komunikasi atau kebijakan panitia padahal saya punya pikiran mengapa tidak disediakan ruangan untuk para pedagang kakilima di dalam area festival.

Baca Juga  Kemeriahan Festival Seni Tradisi Anak Merapi

Suasana Stand Solo Imlek Festival 2014

Memasuki gerbang Solo Imlek Festival 2014, di sisi kiri ada bangunan semi permanen yang terlindung berisi stand-stand peserta festival. Saya berpikir bahwa di dalam area tersebut banyak stand yang menjual dagangan khas Imlek atau bergaya oriental (china). Namun anggap saya tersebut salah, di dalam lorong stand tersebut hanya ditemukan sedikit stand yang menjual pernak-pernik khas Imlek. Selebihnya banyak stand dari perusahaan besar dan skala nasional yang mempromosikan produk yang mereka hasilnya.

Saya sedikit kecewa dengan pengisi stand-stand bagian belakang yang berhimpit dengan bangunan Benteng Vastenberg. Stand tersebut hanya memamerkan produk otomotif yang menyimpang jauh dari tema festival. Stand kuliner yang biasanya ada pun lenyap atau tidak ditemukan di tempat ini. Saya pun berjalan menuju area panggung dan melihat jadwal pementasan yang akan ditampilkan nanti malam. Di samping panggung besar ada stand kecil yang menampilkan pertunjukkan wayang potehi, sejenis pertunjukkan wayang dari Tionghoa.

Panggung Pentas Seni Solo Imlek Festival 2014

Kesan suasana Imlek atau kesan kawasan pecinan masih terasa kurang kental dan cenderung seperti festival-festival biasa kebanyakan. Masih belum dapat disejajarkan dengan perhelatan acara menyambut Imlek seperti di kota Yogyakarta, Semarang, dan kota-kota yang lain yang menyelenggarakan perayaan Imlek. Namun menurut saya wajar, acara Solo Imlek Festival 2014 baru diselenggarakan pertama kali dan masih banyak kekurangan yang perlu dibenahi.

Baca Juga  Kirab Gethek Kyai Song di Sungai Bedog

Keberadaan Solo Imlek Festival memberikan warna baru dalam perayaan Imlek di kota Solo yang terasa kurang greget dibanding kota lain. Seperti yang kita tahu bahwa kemeriahan Imlek di kota Solo hanya terlihat pada perhelatan acara Grebeg Sudiro menjelang tahun baru Imlek. Selain itu, menurut informasi yang ada, dalam perhelatan Solo Imlek Festival ada acara puncak malam tahun baru Imlek yang dihias dengan pelepasan lampion dan kembang api. (text/foto: annosmile)

Ada 1 pendapat pembaca

Dibawah ini adalah pendapat yang dikirimkan pembaca atas artikel ini. Negara Kesatuan Republik Indonesia adalah negara bebas, anda boleh menulis apa saja asal mampu mempertanggungjawabkannya. Kami menerima kritik dan saran namun tidak menerima caci maki. Hidup cuma sekali, jangan sia-siakan hanya untuk menyakiti hati orang lain.

  1. Ragil Duta:

    semoga gak terjebak kayak PRJ jaman dulu, isinya lebih dominan produk komersial.

Kirim pendapat