Solo Batik Carnival 2011, Antara Kegembiraan dan Kekecewaan

Solo Batik Carnival 2011, Antara Kegembiraan dan Kekecewaan
Rate this post

Seperti tahun-tahun sebelumnya, perhelatan Solo Batik Carnival merupakan event yang sangat dinanti-nantikan oleh berbagai pihak. Event yang konon merupakan event terbesar yang diselenggarakan setiap tahun ini menjadi magnet bagi para penonton baik yang tinggal di Solo dan sekitarnya maupun seluruh Indonesia.

Solo Batik Carnival tahun ini diselenggaran pada tanggal 25 Juni 2011. Solo Batik Carnival merupakan event tahunan terbesar yang diadakan oleh pemerintah Kota Surakarta (Solo) yang memiliki cirikhas menggunakan batik sebagai bahan utama pembuatan kostum, kearifan lokal masyarakat Solo, dan semangat warga Solo yang selaras dengan kota Solo yaitu “Spirit Of Java”.

Solo Batik Carnival 2011 tahun ini diselenggarakan di malam hari. Hal ini beralasan karena banyak keluar keluhan dari para peserta kalau diselenggarakan di sore hari, cuaca cukup panas dan membuat tubuh cepat mengalami dehidrasi dan kepanasan ketika memakai kostum yang beratnya konon mencapai 5kg.

Ketika tiba di salah satu rute Solo Batik Carnival di seputaran area Solo Central Point di pukul 17.00 WIB, suasana masih tampak sepi, masih terlihat persiapan-persiapan acara dan beberapa para penghobi fotografi sedang duduk santai di tepian jalan. Akhirnya saya berjalan menelusuri rute untuk mencari tempat yang menarik untuk mengabadikan gambar nantinya.

Rute Solo Batik Carnival 2011 ini mengambil rute dari kawasan Purwosari hingga kawasan Ngarsopuro Mangkunegaran. Acara SBC 2011 tahun ini diselenggarakan pukul 19.00 dengan tema empat cerita legenda yang sudah dikenal masyarakat Jawa tersebut, yakni Ratu Pantai Selatan, Roro Jonggrang, Ratu Kencana Wungu, dan Ande-Ande Lumut.

Sebelum event Solo Batik Carnival, disetiap panggung disajikan hiburan berupa hiburan musik etnik yang cukup menghibur penonton. Mendekati waktu dimulainya acara, suasana sepanjang jalan terlihat sangat ramai, terlihat banyak keriuhan penonton yang menunggu perhelatan akbar ini dimulai. Saya cukup salut dengan penyelenggaraan Solo Batik Carnival 2011 ini yang berlangsung tepat waktu yaitu dimulai pukul 19.15 setelah waktu isya, berbeda dengan tahun lalu yang terlambat hampir satu jam.

Saya menikmati Solo Batik Carnival 2011 dari atas panggung yang disediakan para fotografer. Show pertama berupa atraksi Ande-Ande Lumut. Puluhan orang berkostum unik berlarian menari di tengah jalan. Cukup menarik untuk diliat kemudian dilanjutkan atraksi kostum Ratu Kencana Wungu, Roro Jonggrang dan yang terakhir Ratu Pantai Selatan. Semuanya begitu apik dan menarik untuk ditonton dan dinikmati atraksinya, karena acara ini benar-benar dipersiapkan secara matang.

Namun setelah berganti atraksi suasana ditengah area yang berada di tengah jalan yang digunakan untuk karnaval semakin tidak terkendali. Para penonton bergerak merangsek maju melebihi batas pagar yang ada di dekat panggung dan melanggar aturan yang ditetapkan oleh panitia penyelenggara.

Suasana depan panggung VIP menjadi bertambah kacau ketika seluruh penonton maju memenuhi badan jalan menghimpit para peserta Solo Batik Carnival 2011 dan mengganggu pandangan orang-orang yang sudah membayar mahal untuk menyaksikan Solo batik Carnival melalui panggung VIP dan mengganggu dokumentasi video acara Solo Batik Carnival oleh stasiun televisi. Padahal orang-orang yang merupakan tamu udangan dan media berita inilah yang akan mengangkat citra Solo Batik Carnival di mata dunia dan di masa mendatang.

Saya mengerti animo masyarakat Solo pada khususnya dan masyakarat Indonesia pada umumnya cukup besar menyambut perhelatan akbar seperti ini. Namun setidaknya bersikap tertib, rapi, dan bisa mengangkat citra masyarakat Solo yang tertib dan ramah.

Ada 13 pendapat pembaca

Dibawah ini adalah pendapat yang dikirimkan pembaca atas artikel ini. Negara Kesatuan Republik Indonesia adalah negara bebas, anda boleh menulis apa saja asal mampu mempertanggungjawabkannya. Kami menerima kritik dan saran namun tidak menerima caci maki. Hidup cuma sekali, jangan sia-siakan hanya untuk menyakiti hati orang lain.

  1. anazkia:

    Keren reportasenya, No..

    Kalau foto2, kayaknya emang rame banget yah? Jadi susah ngambil gambar lebih dekat

  2. @zizydmk:

    Wowww….
    Pengen deh suatu saat nanti nonton beginian….
    Memang untuk tertib itu susah ya, dasar orang Indonesia. Ngantri di WC saja susah, apalagi yang lebih luas lagi… :)

  3. arif:

    wah ternyata malam hari ya, klo ga salah dulu pernah siang hari kn ya,….CMIIW.
    klo para penonton yg non VIP kurang tertib, barangkali bisa digunakan utk evaluasi carnaval mendatang, agar tata letaknya diperbaiki :D.
    saya belum pernah sekalipun nonton event tersebut, moga yg akan datang bisa main ke solo (lagi)

  4. Frenavit:

    Suatu saat wajib lihat secara langsung ini.. ^^,

  5. Reza Fauzi:

    saya liat PRJ di kota saya sendiri aja ga pernah, kapan ya saya bisa lihat Solo Batik Carnival ini :D

  6. jarwadi:

    jadi ini oleh oleh jalan jalan kamu kemarin mas? hehehe

  7. sibair:

    fotomu apik mas no… :D cuma emang sbc ini pencahayaannya kurang… saya juga udah sempet baca posting pak dhe blontea :D

  8. Heru Budianto:

    Wah iki… jalan-jalan terus. Ajak aku dong kang!

  9. pututik:

    [quote]Saya mengerti animo masyarakat Solo pada khususnya dan masyakarat Indonesia pada umumnya cukup besar menyambut perhelatan akbar seperti ini. Namun setidaknya bersikap tertib, rapi, dan bisa mengangkat citra masyarakat Solo yang tertib dan ramah.[/quote]

    Saya sangat suka sekali dengan bagian ini, selama saya di solo dulu kok jarang ya mendapati acara yang ditata demikian apik seperti yang diuraikan di atas

  10. yos:

    yang ini malah ngga smpet nonton kemarin, cuma nonton yang SIPA aja :)

  11. Zippy:

    Huaaa…dimana2 ngomongin Solo nih.
    Ah..jadi pengen kesana lagi :(
    Dimana2 kayaknya lagi musim festival atau pameran yah :D
    Pada kompakan nih :D
    Soal ketertiban, wah..pribadi masing2 tuh, ngaturnya sulit :D

  12. mawi wijna:

    saya paham No… padat penonton, malam hari yang minim cahaya, peserta pawai yang bergerak, dan kebingungan memilih lensa… ya ya ya :p

    Untuk tahun 2012, konsen motret ke persiapan sebelum pawai aja No.

  13. ikhsan:

    wah sayang kemaren gak bisa liat :)

Kirim pendapat