Situs Watugudig

Situs Watugudig
Rate this post

Tidak jauh dari Kraton Ratu Boko, terdapat situs purbakala yang berupa potongan batu yang mirip sebuah umpak atau pondasi bangunan. Situs purbakala yang bernama Situs Watugudig ini berada di antara pemukiman penduduk dan area persawahan. Menurut informasi, situs ini terbilang aneh karena hanya ditemukan umpak batu saja tanpa ditemukan peninggalan yang lain.

Situs Watugudig terletak di dusun Jobohan, kelurahan Bokoharjo, kecamatan Prambanan, kabupaten Sleman. Berupa peninggalan purbakala berupa umpak batu kuno.

Memasuki Situs Watugudig yang diberi pagar kawat yang tampak sederhana, kami langsung disambut oleh petugas jaga yang sedang duduk di sebuah bangunan pos sederhana di sudut halaman situs. Motor yang kami tumpangi disarankan untuk dibawa masuk ke area situs dan diparkir di dekat pos agar lebih mudah dalam pengawasan. Beliau memperkenalkan diri sambil mempersilakan kami mengisi buku tamu kunjungan ke situs Watugudig.

Kami langsung meminta izin terlebih dahulu mengelilingi Situs Watugudig setelah mengisi buku tamu. Kondisi Situs Watugudig cukup aneh karena hanya ditemukan puluhan umpak batu yang fungsinya sebagai pondasi bangunan kuno. Umpak tersebut berbentuk persegi dengan bagian atasnya membentuk sebuah lingkaran yang mirip setengah bola. Antara umpak yang satu dengan yang lain terdapat kesamaan bentuk dan ukuran walaupun kondisinya sudah tidak utuh lagi akibat kerusakan batu yang diakibatkan oleh proses pelapukan.

Keberadaan umpak di situs ini mengingatkan kami pada Situs Dharmasala di Dataran Tinggi Dieng yang juga terdapat umpak yang diperkirakan merupakan pondasi bangunan paseban. Namun perbedaanya pondasi Situs Watugudig ini sudah tidak atau belum ditemukan dan hanya tersisa batuan umpaknya saja. Sebagian batuan umpak berserakan diatas tanam dan sebagian lagi terpendam didalam tanah secara tdak beraturan.

Banyaknya jumlah batuan umpak yang ditemukan di Situs Watugudig dapat diperkirakan luas kompleks bangunan Situs Watugudig. Ukuran batuan umpak yang besar bisa dibayangkan berapa besar kayu yang terpasang diatas umpak batu dan jarak antara umpak tersebut. Namun belum dipastikan posisi atau lokasi asli dari bangunan Situs Watugudig karena posisi batuan umpak telah teracak dan berpindah ke lokasi yang sekarang menjadi kawasan Situs Watugudig.

Potongan Batuan Situs Ketandan di Situs Watugudig

Saat berkeliling kami menemukan tumpukan batuan candi dan arca di sudut halaman Situs Watugudig. Tumpukan batuan candi dan arca yang diletakkan di kawasan Situs Watugudig tersebut bukan bagian dari Situs Watugudig. Batuan tersebut merupakan titipan dari BP3 untuk diamankan setelah dilakukan pengangkutan potongan bantuan candi dari beberapa dusun di dekat situs tersebut. Di sebuah sudut halaman Situs Watugudig terdapat percobaan kimia dinding batu dan batu bata oleh BP3. Percobaan kimia pada beberapa jenis dinding tersebut memiliki kaitan dengan batuan dinding yang ditemukan tidak jauh dari di situs Watugudig karena diperkirakan terdapat peninggalan yang berbeda waktu dan zaman di sekitar situs Watugudig.

Bukti-bukti yang ditemukan hanya berupa umpak batu cukup sulit menentukan dan mengetahui asal-usul keberadaan Situs Watugudig. Penelitian mengenai situs ini sepertinya berhenti karena menemui jalan buntu karena minimnya bukti-bukti yang terkait. Meskipun banyak yang mengkaitkan Situs Watugudig dengan kebudayaan yang ada sebelum adanya kerajaan Hindu Buddha di Indonesia atau kebudayaan yang muncul saat akhir zaman klasik.  (text/foto: annosmile)

Kirim pendapat