Situs Purbakala Watu Gilang

Nama Situs Watu Gilang yang kami bicarakan ini bukan Situs Watu Gilang yang terdapat di kawasan Kotagede melainkan Situs Watu Gilang yang terdapat di kecamatan Banguntapan kabupaten Bantul. Meskipun memiliki kemiripan dalam nama situs, keduanya tidak memiliki keterkaitan. Pemberian nama Situs Watu Gilang di Banguntapan ini hanyalah sebatas penamaan situs bongkahan batu yang tidak bernama.

Situs Watu Gilang atau ada yang menyebutnya Situs Watugilang Baturetno terletak di dusun Gilang, desa Baturetno, kecamatan Banguntapan, kabupaten Bantul. Situs Watu Gilang berupa potongan batu berukuran panjang 2.60 meter, lebar 2.50 meter, dan tinggi 1 meter. Pada sisi sebelah atas dibagian tengah terdapat lubang sedalam 15 centimeter.

Area Situs Watu Gilang

Sejarah dan asal-usul Situs Watu Gilang ini masih misterius dan saat ini belum dapat dipecahkan. Kami belum menemukaan data-data mengenai asal-usul situs ini baik dari buku ataupun dari internet. Lokasi Situs Watu Gilang sebetulnya tidak jauh dari kota Yogyakarta karena hanya berjarak sekitar kurang dari 10 kilometer dari pusat kota. Namun karena tidak adanya petunjuk jalan dan lokasi tersembunyi diantara rumah penduduk membuat kami cukup kesulitan untuk menuju ke Situs Watu Gilang.

Perjalanan kami lakukan melewati jalan Wonosari hingga perempatan Ringroad Timur kemudian mengikuti jalan Wonosari hingga simpangan pertama kami berbelok ke kanan. Beberapa ratus meter kemudian kami berbelok ke kiri, memasuki kawasan perkampungan penduduk, dan akhirnya kami tiba di Situs Watu Gilang. Dari tepi jalan terpampang peringatan benda cagar budaya yang dilindungi tanpa adanya papan nama situs. Situs Watu Gilang ini diapit oleh bangunan rumah penduduk dan sisi belakangnya terdapat aliran sungai atau parit kecil.

Ada sebuah cerita tentang Watu Gilang dimana pada zaman dahulu menjadi tempat bertapa Kyai Gejawan. Selain itu ada pendapat lain yang menyatakan batu tersebut merupakan peninggalan tokoh Parikesit dalam dunia pewayangan. Diperkirakan Situs Watu Gilang ini dibangun dalam zaman pra klasik.

Relief Binatang di Situs Watu Gilang

Situs Watu Gilang ini hanya berupa sebuah bongkahan batu cukup besar dengan pahatan disekelilingnya. Saat mengamati dinding batu, keempat sisi diukir dengan relief batu dan hiasan yang memenuhi dinding. Setiap dinding Watu Gilang terdapat dua buah relief hewan yang dihiasi oleh sulur-sulur dan ornamen bunga. Beberapa pendapat mengatakan bahwa relief hewan dalam batuan situs menunjukkan cerita binatang dalam pewayangan. Namun kami memiliki pemikiran yang lain mengenai Situs Watu Gilang dan tidak setuju dengan pendapat tersebut.

Baca Juga  Situs Penampungan BCB Mlati

Di sisi utara terdapat relief ikan dan musang, di sisi timur terdapat relief kambing dan sapi, di sisi selatan terdapat rekief kuda dan burung, serta di sisi barat terdapat relief kuda terbang dan gajah. Keberadaan relief atau simbol hewan di setiap sisi batuan menurut kami merupakan simbol dari sifat-sifat manusia yang hidup di dunia. Seperti relief gajah yang melambangkan sifat kebijaksanaan dan relief kuda yang melambangkan sifat keperkasaan dan kekuatan. Kesemua simbol tersebut merupakan sifat baik manusia dalam menyangga hidupnya agar makmur dan tentram saat hidup di dunia.

Mata Air di Situs Watu Gilang

Sebagai sifat penyangga manusia agar hidup makmur dan tentram di dunia, fungsi simbol atau relief hewan dalam Situs Watu Gilang ini tidak lepas dari fungsi utama bongkahan batu ini. Kami memperkirakan fungsi bongkahan batu yang memiliki relief di dindingnya sebagai umpak batu penyangga bangunan. Argumen kami ini diperkuat dengan lubang ditengah-tengah bagian atas dan fungsi lubang tersebut sebagai kunci antara batuan dengan soko guru atau tiang penyangga. Namun pergeseran fungsi Situs Watu Gilang bisa terjadi ketika bongkahan batu tersebut tidak berfungsi lagi sebagai umpak atau alas penyangga bangunan. Situs Watu Gilang hanya ditemukan satu buah batu dan tidak ditemukan batuan lain yang mirip atau sama. Entah apa memang belum ditemukan atau hilang ketika zaman penjajahan Belanda dimana para arkeolog asing banyak yang berkeliaran di Indonesia.

Baca Juga  5 Potensi Wisata Hutan Pinus Di Bantul

Keberadaan sebuah mata air yang letaknya disamping Situs Watu Gilang diperkirakan memiliki kaitan dengan Situs Watu Gilang. Kami menduga bahwa mata air tersebut merupakan situs pentirtaan yang berfungsi sebagai tempat mensucikan diri sebelum memasuki bangunan Situs Watu Gilang. Beragam cerita dan mitos yang ada menunjukkan bahwa Situs Watu Gilang dimanfaatkan dalam beberapa zaman manusia dan berbeda fungsi. Keberadaannya layak untuk dilindungi dan terserah bagaimana kita menyikapi sejarah serta asal-usul suatu situs atau tempat yang belum terkuak. (text/foto: annosmile)

Ada 5 pendapat pembaca

Dibawah ini adalah pendapat yang dikirimkan pembaca atas artikel ini. Negara Kesatuan Republik Indonesia adalah negara bebas, anda boleh menulis apa saja asal mampu mempertanggungjawabkannya. Kami menerima kritik dan saran namun tidak menerima caci maki. Hidup cuma sekali, jangan sia-siakan hanya untuk menyakiti hati orang lain.

  1. m-amin:

    Di sekitar Jogja setahu saya banyak sejenis candi yang ditemukan dari kedalaman tanah tertentu. Tapi yang menjadi salut bagi aku ini adalah bagi team touring kok sering sekali bagi-bagi posting jalan-jalannya, apakah memang ini adalah pekerjaannya ya…enak ya, kerjaannya hanya dolan aja..tapi tetap bayaran..

  2. dev:

    Tempat main waktu kecil,,,di tepi sungai sebelah timur desa gilang..dulu juga ada batu persegi yang disebut “anak watu gilang”. tepatnya di tepi sungai perbatasan desa gilang dan botokan. dan di sudut desa salakan (selatan desa botokan) juga pernah ada batu yg mirip batu gilang. tapi sekarang batu tersebut sudah tidak ada (menghilang) entah ketimbun tanah atau terbawa aliran air waktu banjir. menurut cerita yang pernah saya dengar, bahwa batu tersebut merupakan petilasan pemandian parikesit.

  3. Hendi Setiyanto:

    wih..misterius..tapi itu kuda terbangnya menarik juga, setahuku kuda terbang ya macam pegasus dari cerita rakyat orang-orang eropa, dan baru tau di indonesia juga ada

    • admin:

      Hi Hendi Setiyanto, sebenarnya banyak simbol2 kuda terbang di artefak kuno yg ditemukan di Indonesia, cuma jarang terekspose lebih mendetail karena masyarakat (kurang) suka mempelajari sejarah masa lampau :-)

    • evan nugroho:

      di Indonesia juga ada Kuda Sembrani

Kirim pendapat