Situs Sumur Bandung Di Perbukitan Sambirejo Sleman

Situs Sumur Bandung Di Perbukitan Sambirejo Sleman
3.7 (73.33%) 3 votes

Situs Sumur Bandung Sambirejo merupakan reruntuhan situs candi yang ditemukan di perbukitan Sambirejo Prambanan. Penggunaan namanya mirip atau sama seperti nama Situs Sumur Bandung lain yang ditemukan di daerah Bantul. Keberadaan situs ini jarang diketahui karena letaknya tersembunyi dibalik hutan perbukitan meskipun dekat wisata candi yang cukup terkenal yaitu Candi Ijo.

Situs Sumur Bandung terletak di dusun Groyokan, desa Sambirejo, kecamatan Prambanan, kabupaten Sleman, DI Yogyakarta.

Lokasi Situs Sumur Bandung Sambirejo cukup dekat dengan Candi Ijo yang hanya berjarak 300 meter. Rute menuju situs ini dari kota Yogyakarta ke arah timur melewati Jalan Raya Jogja-Solo. Pada persimpangan Taman Wisata Candi Prambanan-Pasar Prambanan ambil jalan ke kanan menuju ke Jalan Prambanan-Piyungan atau petunjuk arah menuju Kraton Ratu Boko. Dari Kraton Ratu Boko masih terus ikuti petunjuk arah menuju kawasan wisata Tebing Breksi, Candi Ijo, dan Watu Papal. Kondisi jalan setelah belok ke arah kiri perlahan-lahan menanjak. Ikuti jalan terus melewati Tebing Breksi dan sekitar 400 meter dari Tebing Breksi akhirnya tiba di kawasan Candi Ijo. Kendaraan diparkir di area parkir Candi Ijo kemudian meneruskan perjalanan mengikuti jalan setapak dibagian bawah pagar keliling Candi Ijo yang masuk ke dalam hutan perbukitan. Ikuti jalan setapak tersebut sejauh 300 meter dan akhirnya tiba di Situs Sumur Bandung Sambirejo.

Kawasan Situs Sumur Bandung Sambirejo tidak diberi pagar keliling seperti situs atau candi lainnya yang berada di sekitar perbukitan Sambirejo. Pada salah satu bagian situs atau candi terdapat bekas tebangan pohon besar yang menyisakan akar kering. Pemberian nama Situs Sumur Bandung karena bentuk candi ini menyerupai sumur. Seluruh batuan candi ini menggunakan bahan batu andesit. Pada bagian tengah-tengah susunan batu terdapat lubang berukuran persegi dengan sisi selebar 2,5 meter dan kedalaman 4 meter. Lubang tersebut bukan berfungsi sebagai sumur untuk mengambil air atau sebagai penampungan air. Akan tetapi lubang merupakan lubang candi yang disebut sebagai perigi. Pada bangunan candi yang utuh, bagian atas lubang perigi tersebut ditutupi oleh lantai batu. Di atas lantai batu penutup perigi tersebut biasanya ditempatkan arca dewa atau lingga dan yoni. Bagian dasar perigi biasanya ditempatkan peripih atau benda-benda tertentu yang dapat menjadi wadah bagi Sang Dewa untuk merasukkan zat inti kedewaannya. Umumnya, peripih adalah kepingan logam, tapi bisa juga manik-manik, biji-bijian, atau sisa-sisa hewan.

Pada tahun 1980-an di kawasan Situs Sumur Bandung Sambirejo pernah ditemukan dua buah arca langka yang diperkirakan satu-satunya di Indonesia. Kedua arca tersebut menggambarkan perwujudan dari Dewa Wisnu, yakni arca Narasimha dan Wisnutriwikrama. Narasimha merupakan awatara Dewa Wisnu yang digambarkan sebagai manusia berkepala singa. Sedangkan Wisnutriwikrama merupakan penggalan kisah Wamana. Wamana merupakan awatara Dewa Wisnu yang digambarkan sebagai brahmana kerdil. Berdasarkan penemuan, candi ini diduga sebagai tempat menyembah Dewa Wisnu. Belum ada informasi lebih lanjut mengenai Situs Sumur Bandung Sambirejo namun diduga bila dilakukan penelitian lebih lanjut akan berkaitan erat dengan Candi Ijo atau mungkin menjadi bagian dari Kompleks Candi Ijo. (text/foto: annosmile)

INFORMASI
Situs Sumur Bandung
Dusun Groyokan, desa Sambirejo, kecamatan Prambanan, kabupaten Sleman, DI Yogyakarta.

Kirim pendapat