Melihat Kondisi Situs Kaliworo B

Melihat Kondisi Situs Kaliworo B
Rate this post

Nama Situs Kaliworo mencuat ketika diberitakan media beberapa waktu lalu ketika terjadi banjir lahar dingin Gunung Merapi yang melewati aliran Kali Woro yang terletak tidak jauh dari area situs. Sebelumnya situs yang dinamai Situs Kaliworo B ini hanya dikenal oleh masyarakat sekitar dan sedikit sekali masyarakat umum yang mengetahui keberadaan situs ini.

Situs atau Candi Kaliworo B merupakan candi Hindu yang terletak di dusun Pacitan, desa Ngemplakseneng, kecamatan Manisrenggo, kabupaten Klaten, Jawa Tengah.

Saya mencoba menelusuri keberadaan Situs kaliworo setelah mengetahui informasi dari seorang teman yang tinggal di daerah Manisrenggo. Perjalanan menyusuri jalur truk pengangkut pasir kemudian berbesok melewati jalan aspal rusak hingga sebuah tanggul. Lokasi Situs Kaliworo berada di sebelah timur tanggul.

Dari tepi jalan saya bisa melihat keberadaan Situs Kaliworo. Situs atau Candi Kaliworo ini bentuknya sudah tidak utuh lagi. Kondisi candi sudah runtuh dengan batu candi yang bertumpuk-tumbuk  membentuk susunan tidak jelas. Kemudian saya mendekat melihat kondisinya dari dekat.

Potongan batuan candi kondisinya memprihatinkan, hampir semua batuan ditumbuhi oleh lumut. Kalau lama dibiarkan, batuan candi akan mengalami pelapukan dan relief yang ada dalam batuan tersebut akan hilang.

Disebuah sudut terpisah dari tumpukan batu candi, terdapat sebuah potongan batuan candi yang berukuran lebih besar. Sebelumnya saya itu merupakan bagian kuncup karena sambungan batu yang terdapat di bagian atas merupakan batu Ratna. Namun ternyata saya salah, bagian bawah potongan batu candi itu merupakan Yoni tanpa cerat (pancuran) dan dibagian atas merupakan batu Ratna. Saya kurang paham mengapa dipasang demikian karena Yoni terletak di bagian dalam candi dan batu Ratna berada di bagian paling atas candi.

Ketika saya mengelilingi reruntuhan candi, saya menemui artefak penting dari bangunan candi diantara puing-puing batuan. Sebuah batu antefiq dengan posisi tegak berada di tepi ujung reruntuhan. Selanjutnya saya tidak menemukan bagian lain yang menarik untuk diamati, sebelum meninggalkan lokasi saya memperhatikan lokasinya yang cukup dekat aliran Kali Woro. Saya hanya bisa berharap semoga Situs Kaliworo B ditangani serius oleh pemerintah dan instansi terkait untuk penyelamatan Situs Kaliworo yang setiap saat bisa terkena banjir lahar dingin Gunung Merapi.

Ada 1 pendapat pembaca

Dibawah ini adalah pendapat yang dikirimkan pembaca atas artikel ini. Negara Kesatuan Republik Indonesia adalah negara bebas, anda boleh menulis apa saja asal mampu mempertanggungjawabkannya. Kami menerima kritik dan saran namun tidak menerima caci maki. Hidup cuma sekali, jangan sia-siakan hanya untuk menyakiti hati orang lain.

  1. airyz:

    syedih situng peninggalan ini tidak dikelola dengan baik :(

Kirim pendapat