Petilasan dan Situs Gembirowati

Petilasan dan Situs Gembirowati
Rate this post

Tidak jauh dari Pantai Parangtritis terdapat sebuah situs purbakala yang menarik untuk ditelusuri. Namanya Situs Gembirowati yang terletak disebuah perbukitan timur Pantai Parangtritis. Keberadaannya belum banyak dikenal karena akses jalan yang susah dan minimnya informasi menuju ke arah lokasi situs.

Situs Gembirowati terletak di Desa Girijati, Kecamatan Purwosari, Kabupaten Gunungkidul. Situs Gembirowati merupakan situs peninggalan pada zaman kalasik dan pernah dipugar pada tahun 1980.

Bangunan Candi Gembirowati dari Samping

Rute perjalanan hampir sama ketika menuju ke Bukit Parangndog, bedanya ada sebuah pertigaan ambil jalan tanah ke arah kiri hingga ujung. Jalan tanah bercampur batu kapur tersebut cukup sulit dilalui dan perlu berhati-hati bila menggunakan kendaraan roda dua. Tiba di area Situs Gembirowati tampak sepi, hanya terlihat beberapa orang sedang mencari rumput di sekitar area situs.

Bangunan Situs Gembirowati tampak seperti punden berundak ketika pertama kali melihatnya. Jalan menuju ke bangunan situs pun seperti tampak terbuat dari batuan tua. Diperkirakan Situs Gembirowati memiliki area yang cukup luas pada zaman dahulu meskipun sekarang hanya sebagian kecil bagian yang bisa direkonstruksi. Saat ini hanya tersisa dua tingkatan susunan batu dengan sebuah tangga naik menuju ke atas pada bagian atasnya. Keseluruhan bangunan Situs Gembirowati menghadap ke selatan atau ke arah lautan.

Dinding Candi Gembirowati

Belum dapat dipastikan Situs Gembirowati memiliki corak peninggalan agama apa karena belum ditemukan bukti-bukti mengarah ke salah satu ciri agama yang berkembang di Indonesia. Diperkirakan bangunan situs ini dibangun pada zaman klasik yang masih menganut paham animisme dan dinamisme. Dinding bangunan Situs Gembirowati tersusun dari batu karang atau koral dan dikelilingi oleh batuan cadas yang keras.

Pada bagian puncak terdapat tumpukan batu yang berbentuk balok. Diperkirakan digunakan untuk persembahan atau tempak duduk raja (singgasana) karena berkaitan dengan fungsi Situs Gembirowati yang pernah dijadikan sebagai pesranggahan raja Kraton Yogyakarta yaitu Sri Sultan Hamengku Buwono II saat berkunjung ke Pantai Selatan dan bertemu Penguasa Laut Selatan, Nyi Roro Kidul.

Ditinjau dari waktu, Situs Gembirowati digunakan dalam dua zaman yang berbeda yaitu zaman klasik dan zaman pemerintahan Kraton Yogyakarta. Belum diketahui apakah dalam dua zaman tersebut memiliki fungsi yang sama karena saat ditemukan kondisi Situs Gembirowati hampir tertutup dengan tanah dan belum ditemukan perbedaan renovasi yang terjadi saat digunakan sebagai pesranggahan oleh Sri Sultan hamengku Buwono II. Selain itu banyaknya versi cerita tentang Situs Gembirowati di masyarakat menambah misteri asal mula keberadaan situs ini. (text/foto: annosmile)

Ada 6 pendapat pembaca

Dibawah ini adalah pendapat yang dikirimkan pembaca atas artikel ini. Negara Kesatuan Republik Indonesia adalah negara bebas, anda boleh menulis apa saja asal mampu mempertanggungjawabkannya. Kami menerima kritik dan saran namun tidak menerima caci maki. Hidup cuma sekali, jangan sia-siakan hanya untuk menyakiti hati orang lain.

  1. putrosn:

    kak. typo kak

    • admin:

      ho’o :(
      sudah diperbaiki, terima kasih :)

  2. mauren:

    suhu kalau jalan ajak2 suhuu..

  3. adhie:

    Perlu di kembangkan dan di kelola dg baik,situs situs purbakala yg akan menjadi kekayaan budaya bangsa indonesia.

    • admin:

      Hi adhie, betul mas jangan sampai sejarah masa lampai menghilang dan menjadi kenangan saja

Kirim pendapat