Situs Dharmasala Dieng

Situs Dharmasala Dieng
3 (60%) 2 votes

Situs Dharmasala merupakan salah satu situs purbakala yang ditemukan di kawasan Dataran Tinggi Dieng. Situs purbakala ini menjadi salah satu lokasi rangkaian prosesi dalam ritual potong rambut anak gimbal Dieng yang diselenggarakan seetiap tahun. Saat ini, situs purbakala ini telah dipugar dan dijadikan daya tarik wisata pelengkap Komplek Candi Arjuna yang ada di dekatnya.

Situs Dharmasala terletak di desa Dieng Kulon, kecamatan Batur, kabupaten Banjarnegara, Jawa Tengah.

Kawasan Situs Dharmasala Dieng

Lokasi Situs Dharmasala dapat ditempuh dengan berjalan kaki melalui Komplek Candi Arjuna Dieng atau area parkir Pendopo Soeharto – Whitlam. Cukup mudah menemukan situs purbakala ini karena berada dalam satu jalur wisata atau satu kawasan wisata dengan situs peninggalan sejarah lainnya.

Ada beberapa hasil penelitian mengenai Situs Dharmasala Dieng ini dimana ada hasil penelitian yang memperkirakan fungsi utama sebagai tempat peristirahatan atau persiapan sebelum memulai kegiatan keagamaan untuk menghadap para dewa di Komplek Candi Dieng. Penelitian lain memperkirakan bahwa situs purbakala ini merupakan kompleks paseban sebagai tempat pembelajaran atau sekarang dikenal dengan ruang kelas pada sekolahan. Hal ini didasari alasan bahwa sisa situs yang tersisa berupa umpak batu dengan denah seperti ruang kelas. Namun demikian masih perlu penelitian lebih lanjut mengenai kawasan situs purbakala yang tersebar di Dataran Tinggi Dieng untuk mengetahui fungsi dibangunnya situs percandian di kawasan dataran tinggi tersebut.

Salah Satu Bagian Situs Dharmasala Dieng

Bila diamati lebih teliti mengenai Situs Dharmasala, batuan pondasi situs yang tersisa merupakan batuan pondasi bangunan semi permanen dengan perkiraan rangka bangunan dari kayu. Hal ini dibuktikan dengan sisa-sisa fosil kayu yang ditemukan tertimbun bersama dengan pondasi situs. Para arkeolog yang melakukan ekskavasi dan pemugaran mencoba membangun kembali bentuk asli bangunan situs pada salah satu pondasi yang berada di bagian tepi. Situs tersebut dibangun dengan menggunakan rangka kayu dengan beratapkan ijuk. penelitian lebih lanjut ini mulai membuktikan bahwa situs purbakala yang ditemukan di Dataran Tinggi Dieng tidak hanya sebagai tempat pemujaan tetapi lebih dari sekedar kawasan tempat tinggal.

Dilihat dari struktur batuan yang masih berserakan dan jumlahnya, diperkirakan potongan batuan itu hanya sebagai alas bangunan saja dan tidak ada dinding bangunan yang terbut dari batu. Diliat dari ukuran batu aja hanya terlihat guratan-guratan garis sederhana tanpa terlihat adanya hiasan ukiran seperti arca atau relief. Susunan batuan yang terdiri dari dua buah atau dua lapis batuan ini menguatkan fungsinya sebagai pondasi batuan. Selain itu ditemukan umpak batu penyangga tiang yang ditemukan dengan posisi simetris juga turut menguatkan dan memperkirakan luasan bangunan situs pada zaman dahulu dibuat.

Pondasi Bangunan Situs Dharmasala Dieng

Pada salah satu kawasan Situs Dharmasala terdapat sebuah tumpukan batu yang cukup banyak yang berada ditengah-tengah area pondasi yang belum diketahui fungsinya. Di setiap susunan batu yang diperkirakan merupakan pondasi ini telah dibangun sebuah saluran air yang menjaga kawasan dari tergenang air pada musim hujan.

Situs Dharmasala diduga memiliki kaitan dengan Candi Borobudur yang berada di Magelang Jawa Tengah. Relief yang menggambarkan bangunan Dharmasala ditemukan pada Relief Karmawibangha yang berada pada salah satu dinding Candi Borobudur. Dengan demikian semakin banyak bukti dan penemuan baru yang ditemukan, semakin bertambah tanda tanya mengenai fungsi dibangunnya Situs Dharmasala dan situs-situs purbakala yang ditemukan di sekitarnya.  (text/foto: annosmile)

Ada 1 pendapat pembaca

Dibawah ini adalah pendapat yang dikirimkan pembaca atas artikel ini. Negara Kesatuan Republik Indonesia adalah negara bebas, anda boleh menulis apa saja asal mampu mempertanggungjawabkannya. Kami menerima kritik dan saran namun tidak menerima caci maki. Hidup cuma sekali, jangan sia-siakan hanya untuk menyakiti hati orang lain.

  1. applausr:

    belum pernah kesini….. jadi mau kesana… sudah lama tidak mengunjungi tempat tempat seperti ini…dulu waktu masih tinggal diyogya sering banget ketemapt seperti ini..

Kirim pendapat