Situs Benteng Baluwerti Kotagede

Situs Benteng Baluwerti Kotagede
Rate this post

Bukti keberadaan kerajaan Mataram Islam di Kotagede ditunjukkan oleh Makam Raja-Raja Mataram Kotagede dan Masjid Kotagede. Namun masih banyak bukti lain yang menunjukkan kawasan Kotagede sebagai bekas kerajaan Mataram Islam yaitu sebuah reruntuhan bangunan benteng yang konon mengelilingi bangunan Kraton Mataram Islam yang dinamakan Benteng Baluwerti.

Benteng Baluwerti merupakan benteng terluar yang mengelilingi kota Kraton Mataram Islam di Kotagede. Dahulu disekeliling tembok Benteng Baluwerti terdapat jagang atau parit dalam yang berfungsi sebagai saluran air sekaligus juga sebagai sarana keamanan untuk menghambat masuknya musuh ke dalam Keraton. Ada 2 buah parit di sekeliling benteng, yaitu Jagang nJero di sisi dalam dan Jagang nJaba di sisi luar.

Salah Satu Sudut Benteng Baluwerti Kraton Mataram Kotagede

Salah satu lokasi Benteng Baluwerti yang masih tersisa adalah disebelah selatan dari Situs Watu Gilang dan Watu Gatheng. Dari tepi jalan benteng ini terlihat jelas jika diamati lebih teliti karena hanya terlihat seperti tumpukan batu yang memanjang. Reruntuhan Benteng Baluwerti ini masih tersisa sepanjang 50 meter hingga diujungnya berhimpit dengan rumah penduduk dan sebagian hilang menjadi jalan kecil menuju perkampungan.

Ketika kita mendekatinya, barulah kita menyadari bahwa tumpukan batu yang berserakan itu adalah reruntuhan Benteng Baluwerti. Karena kondisi lingkungan yang lembab, batuan penyusun benteng ditubuhi lumut dengan subur. Di beberapa titik masih terlihat susunan batuan benteng yang cukup tinggi dan di beberapa titik sudah hilang lebih dari separuhnya.

Benteng Baluwerti Kraton Mataram Kotagede Melewati Rerimbunan Pohon

Kondisi Benteng Baluwerti sendiri cukup memprihatinkan disamping sudah tampak hancur lebur, puing-puing batuan sudah banyak terlepas dan sebagian telah digunakan penduduk untuk membangun rumah. Fenomena ini terjadi akibat ketidaktahuan masyarakat untuk melestarikan benteng bersejarah ini. Selain itu sudah tidak ditemukan bangunan benteng yang menunjukkan gerbang atau gapura masuk kota seperti yang diungkap banyak sejarahwan mengenai tata kota Kraton Mataram Islam.

Pemugaran Benteng Baluwerti Kraton Mataram Kotagede

Di luar tembok masih terlihat cekungan-cekungan tanah yang sejajar dengan tembok dengan kedalaman 1 sampai 3 meter dan lebar antara 15 sampai 25 meter. Cekungan ini merupakan sisa-sisa parit atau jagang. Didekat reruntuhan benteng ini terdapat kompleks makam yang di dalamnya terdapat Makam Nyai Melati. Makam ini tergolong keramat dan dahulu banyak orang datang untuk bersemedi dan mencari berkah.

Benteng Baluwerti di Kotagede memang sudah hancur, kita hanya bisa membayangkan luasnya dan bentuk Benteng Baluwerti yang sesungguhnya karena sisa-sisa sejarah kerajaan Mataram Islam ini hanyalah tersisa reruntuhan benteng yang sudah tidak berbentuk lagi. Meskipun terdengar kabar bahwa tidak lama lagi Situs Benteng Baluwerti akan dilakukan pemugaran, semoga tidak hanya isapan jempol belaka. (text/foto: annosmile)

Ada 4 pendapat pembaca

Dibawah ini adalah pendapat yang dikirimkan pembaca atas artikel ini. Negara Kesatuan Republik Indonesia adalah negara bebas, anda boleh menulis apa saja asal mampu mempertanggungjawabkannya. Kami menerima kritik dan saran namun tidak menerima caci maki. Hidup cuma sekali, jangan sia-siakan hanya untuk menyakiti hati orang lain.

  1. jarwadi:

    sayang sekali yah, sampai masyarakat di lingkungan situ saja tidak tahu sejarah, padahal kebanyakan yang tinggal dan membangun rumah di situ kan penduduk aseli? bukan?

  2. tomi:

    asemmm.. omahku kotagede tp kok yoo aku ra reti yaak

  3. Rusa:

    Tempat-tempat yg kamu rekomendasikan selalu awesome ya. Keren, pengen ke sana :D

  4. panca:

    sayang sungguh sayang,bukti bahwa sebagian besar masyarakat kita tidak menghargai kebudayaannya,sehingga banyak peninggalan sejarah lenyap tanpa bekas

Kirim pendapat