Situs Babon Aniem Jalan Abu Bakar Ali Yogyakarta

Situs Babon Aniem Jalan Abu Bakar Ali Yogyakarta
2 (40%) 1 vote

Situs Babon Aniem yang berada di tengah persimpangan jalan samping Taman Parkir Abu Bakar Ali merupakan bekas gardu listrik terbesar peninggalan Belanda di Yogyakarta. Tidak banyak orang yang tahu bahwa pada zaman dahulu Situs Babon Aniem ini berfungsi sebagai gardu listrik karena tidak terpasang papan informasi disekitarnya. Keberadaan bekas gardu listrik ini masih dilestarikan bersamaan dengan bekas gardu listrik yang lain di daerah Kotabaru dan Kotagede.

Gardu listrik tua jalan Abu Bakar Ali Yogyakarta dikenal dengan sebutan Babon Aniem dibangun pada tahun 1900 an. Menggunakan nama Babon karena gardu listrik ini adalah gardu induk (dalam bahasa jawa=babon). Sedangkan nama Aniem digunakan karena gardu pusat kontrol listrik tersebut merupakan warisan perusahan listrik Pemerintah Belanda, NV ANIEM (Algemeen Nederlands Indische Electriciteit Maatschappij)

Situs Babon Aniem Jalan Abu Bakar Ali Yogyakarta

Lokasi Situs Babon Aniem Jalan Abu Bakar Ali Yogyakarta berada di tengah-tengah persimpangan jalan sebagai akses utama menuju ke Malioboro. Posisi Situs Babon Aniem ini berada di sebelah selatan Taman Parkir Abu Bakar Ali, di sebelah utara Jalan Mataram, dan sebelah barat Jembatan Kewek yang merupakan akses menuju ke kawasan Kotabaru Yogyakarta. Pemugaran Situs Babon Aniem Jalan Abu Bakar Ali Yogyakarta telah dilakukan beberapa kali dan terakhir pemugaran dilakukan dengan pembangunan taman disekelilingnya. Bagian dinding Situs Babon Aniem dipasang keramik berwarna coklat muda untuk memperindah tampilan. Pada sisi pintu dan jendela ditutup rapat agar tidak menarik minat seseorang untuk melihat isi bagian dalamnya.

Situs Babon Aniem Jalan Abu Bakar Ali Yogyakarta yang merupakan bangunan milik PLN saat ini digunakan sebagai informasi dan promosi. Pada bagian dinding sebelah atas terpasang papan reklame yang dipasang mengelilingi bangunan. Selain itu di sekeliling kawasan Situs Babon Aniem juga banyak ditemukan baliho reklame. Keberadaan papan reklame pada Situs Babon Aniem Jalan Abu Bakar Ali Yogyakarta jelas merusak pemandangan. Apalagi ada aturan perlindungan BCB (Benda Cagar Budaya) bahwa situs bersejarah dilarang untuk dipasang papan reklame apapun alasan. Belum ada tindak lanjut pemerintah setempat mengenai masalah ini. (text/foto: annosmile)

Ada 2 pendapat pembaca

Dibawah ini adalah pendapat yang dikirimkan pembaca atas artikel ini. Negara Kesatuan Republik Indonesia adalah negara bebas, anda boleh menulis apa saja asal mampu mempertanggungjawabkannya. Kami menerima kritik dan saran namun tidak menerima caci maki. Hidup cuma sekali, jangan sia-siakan hanya untuk menyakiti hati orang lain.

  1. bersapedahan:

    penempatan2 papan reklame ini kadang sudah keterlaluan, tidak hanya di Jogja .. didaerah lain juga seperti ini .. tidak mengindahkan kaidah keindahan dan merusak pemandangan …

  2. dwimon:

    Dari dulu sejak jaman kecil selalu mendengar kata Aniem yang dikaitkan dengan penopang listrik, baru kali ini akhirnya saya tahu kalo Aniem itu adalah nama perushaan listrik dari Belanda :)

Kirim pendapat