Sisa-Sisa Jalur Rel Kereta Api di Suryowijayan

Sisa-Sisa Jalur Rel Kereta Api di Suryowijayan
5 (100%) 1 vote

Ketika beristirahat di kawasan yang dipenuhi warung belakang Jalan Wahid Hasyim, kami kembali menemukan sisa-sisa jalur kereta api yang menghubungkan antara kota Yogyakarta dengan kota Bantul. Tempatnya di kawasan Suryowijayan sisa-sisa bekas jalur rel kereta api ini masih cukup jelas dilihat.

Jalur Rel di kawasan warung – warung sekitar Suryowijayan ini masih utuh dan sebagian tertimbun oleh semen ketika mengubah fungsi jalur kereta api ini menjadi jalan kecil untuk lalu lalang warga sekitar. Kondisi ini sedikit berbeda dengan bekas jalur rel kereta api di selatan Stasiun Ngabean yang berubah menjadi perkantoran.

Di sebelah kiri kanan jalur kereta api yang sudah berubah fungsi menjadi jalan kecil ini banyak terdapat gubug dan warung yang terdapat bermacam-macam usaha menengah kebawah. Dari usaha makanan, jualan sayur-sayuran, hingga menyediakan jasa seperti menjahit dan reparasi alat-alat elektronik.

Beberapa tiang yang dulunya berfungsi menjadi tiang komunikasi berubah fungsi menjadi salah satu tiang penyangga warung. Selain itu juga menjadi batas bangunan warung yang satu dengan bangunan warung disebelahnya. Pada siang hari aktivitas di warung-warung tersebut cukup sepi karena puncak keramaian pada pagi hari.

Walaupun bekas jalur rel kereta api telah menjadi fungsi sebagai fasilitas umum berupa jalan dan warung-warung, masih terlihat jejak-jejak jalur kereta api yang mengarah ke Bantul. Kami terus menyusuri ke selatan hingga jejak rel kereta api menghilang ditelan paving yang dibangun di kawasan pemukiman penduduk. Tiba di perempatan pojok beteng kulon, akhirnya kami langsung menuju ke bekas Stasiun Dongkelan karena sudah tidak tampak lagi bekas jalur kereta api karena sudah berubah menjadi trotoar jalan. (text/foto: annosmile)

Kirim pendapat