Sendang Temanten Mlati Sleman

Sendang Temanten atau ada yang menyebutnya Sendang Nambongan merupakan kolam pemandian warga dimana airnya langsung berasal dari sumber mata air di daerah Mlati Sleman. Namanya terdengar familiar karena banyak tempat lain atau pemandian lain yang menggunakan nama yang sama atau nama yang mirip. Sedang atau pemandian ini masih dimanfaatkan warga untuk mandi dan mencuci pakaian setiap harinya.

Sendang Temanten terletak di dusun Nambongan, desa Tlogoadi, kecamatan Mlati, kabupaten Sleman, DI Yogyakarta.

Tangga Menuju Sendang Temanten Mlati Sleman

Lokasi Sendang Temanten Mlati berada pinggir pemukiman penduduk di dekat aliran Selokan Mataram yang melewati daerah Mlati Sleman. Rute menuju ke sendang ini dari perempatan Jalan Ringroad Barat-Jalan Godean ke arah utara hingga tiba di Selokan Mataram. Selanjutnya belok ke arah kiri dan menyusuri aliran Selokan Mataram. Setelah melewati jembatan Sungai Bedog ambil jalan ke arah kiri sejauh 200 meter melewati Lesehan dan Pemancingan Sego Wiwit. Selanjutnya masuk ke dalam gang pemukiman penduduk hingga ujung jalan. Gang masuk tersebut cukup sempit dan hanya dapat dilalui oleh sepeda motor saja. Tidak ada papan petunjuk arah menuju ke lokasi dan bila masih bingung silakan tanya kepada warga sekitar. Kendaraan dapat diparkir di ujung jalan cor beton yang berada di samping rumah warga.

Kolam Laki-Laki Di Sendang Temanten Mlati Sleman

Sendang Temanten Mlati berada di sebuah lembah samping pemukiman penduduk dan yang dikelilingi oleh rerimbunan pohon bambu dan semak. Sendang ini terdiri dari dua buah kolam pemandian dimana satu kolam digunakan untuk wanita dan satu lagi digunakan untuk mandi laki-laki. Keduanya dipisahkan oleh tombok beton setinggi  2 (dua) meter. Sumber mata air lebih dekat dengan kolam pemandian wanita dan telah dipugar dengan dibangun kolam kecil dari beton. Aliran air dari sumber mata air langsung dialirkan menuju ke arah kolam pemandian. Sedangkan air buangan dari kolam pemandian langsung dialirkan pada selokan yang mengarah ke Sungai Bedog yang letaknya cukup dekat. Rencananya air dari sumber mata air akan digunakan untuk kolam perikanan yang ada disamping sendang namun sepertinya usaha tersebut terhenti.

Baca Juga  Umbul Buto Klaten Dan Misteri Patung Kepala Buto

Sendang Temanten ini setiap hari ramai dikunjungi warga untuk mandi dan mencuci pakaian pada pagi dan sore hari. Selain itu beberapa orang mempercayai bila berendam (jawa: kungkum) di Sendang Temanten akan menyembuhkan penyakit yang dideritanya. Tidak heran bila waktu yang dianggap keramat oleh orang Jawa seperti malam jumat kliwon, malam selasa kliwon, malam suro, dan sebagainya ramai dikunjungi orang atau peziarah untuk berendam. Seseorang yang kami temui disekitar sendang bercerita bahwa penyakit rematiknya sembuh ketika beberapa kali berendam di sendang tersebut. Beberapa bukti menyebutkan bila sendang tersebut bertuah adalah pembangunan fasilitas kawasan sendang oleh para peziarah ketika keinginannya terkabul setelah berendam di dalam sendang tersebut. Benar atau tidaknya mitos yang berkembang pada sendang tersebut silakan buktikan sendiri. Pemandian ini tidak dipungut biaya alias gratis namun warga diharapkan menjaga kebersihan kawasan sendang dan sumber mata air. (text/foto: annosmile)

Kirim pendapat