Sendang Sinongko, Antara Legenda Dan Telaga Alami Di Klaten

Sendang Sinongko merupakan salah satu sendang dan sumber mata air di daerah Ceper, Klaten. Sendang ini merupakan sendang alami yang keberadaannya telah ada sebelum adanya perkampungan di desa tersebut. Keberadaannya cukup dikenal oleh warga sekitar Klaten maupun luar daerah berkat tradisi bersih sendang dan bersih desa yang sering diliput oleh media cetak dan elektronik.

Sendang Sinongko terletak di Desa Pokak, Kecamatan Ceper, Kabupaten Klaten atau terletak kurang lebih 7 Km dari pusat kota Klaten.

Gapura Taman Wisata Sendang Sinongko Klaten

Lokasi Sendang Sinongko sebetulnya mudah dituju dan dekat dengan Jalan Raya Jogja-Solo. Ketiadaan papan petunjuk arah membuat sebagian orang yang pertama kali menuju tempat ini tersesat. Dari simpangan tanpa lampu merah di Jalan Raya Jogja-Solo, kendaraan kami berbelok ke kanan melewati jalan lurus yang berujung ke perlintasan tanpa palang pintu kereta api Mbah Ruwet. Kemudian berbelok kiri dan ikuti jalan kurang lebih 300 meter dan akhirnya tiba di gerbang Sendang Sinongko.

Pohon Raksasa Di Area Sendang Sinongko Klaten

Gerbang Sendang Sinongko tampak baru dibangun menandakan belum lama ini kawasan sendang dilakukan rehabilitasi. Setelah melewati gerbang, di sebelah kiri terdapat sebuah kolam yang cukup luas dan merupakan bagian dari Sendang Sinongko. Kolam yang dekat dengan tepi jalan disebut dengan sendang kakung atau berarti laki-laki. Konon sendang kakung diperuntukkan untuk kaum laki-laki yang akan berendam di sendang.

Nama “Sinongko” merupakan pemberian dari Raja Kraton Surakarta Sunan Paku Buwono VII ketika beristirahat saat melakukan perjalanan menuju Yogyakarta. Beliau beristirahat sambil makan buah nongko (nangka) kemudian membuang isinya ke sendang sambil bertitah ”Mangke saumpami wosipun nangka menika tuwuh lan saged gesang, tuwin sendang menika dados rejo supados dipun paringi asma sendang Sinongko.” (sumber: anonim)

Sendang Kakung Di Kawasan Sendang Sinongko Klaten

Selain sendang kakung terdapat pula sendang putri yang berada disebelahnya. Sendang putri diperuntukkan untuk wanita yang akan berendam di kawasan Sendang Sinongko. Ukuran sendang putri ini lebih besar dibandingkan dengan ukuran sendang kakung. Keberadaannya sepintas lebih menarik karena ukurannya yang lebih luas dan terdapat pulau kecil dibagian tengahnya. Kondisinya masih cukup alami dengan dikelilingi pohon-pohon besar yang berusia ratusan tahun.

Baca Juga  Mata Air Tuk Sibedug, Peninggalan Sunan Kalijaga Di Seyegan Sleman

Pergeseran zaman membuat sendang ini jarang atau tidak dipergunakan lagi sebagai tempat berendam bagi kaum pria dan wanita. Namun adakalanya kita masih dapat melihat pemandangan langka ini saat pagi hari ketika beberapa orang sekitar masih memilih untuk membersihkan badan di tempat ini. Saat ini di kawasan Sendang Sinongko telah dibuatkan kolam renang untuk wisatawan. Namun kurangnya pengelolaan membuat kolam renang tidak terawat dan sepi pengunjung.

Sendang Putri Di Kawasan Sendang Sinongko Klaten

Tidak ada yang menarik di sendang Sinongko saat hari-hari biasa atau hari-hari libur. Meski sudah dilakukan rehabilitasi oleh pemerintah daerah, sepertinya belum mampu mendongkrak wisatawan untuk berkunjung ke tempat ini. Ketiadaan fasilitas pendukung dan ketiadaan daya tarik wisata menjadi salah satu alasan wisatawan enggan datang ke sendang Sinongko ini. Setiap hari suasana sendang Sinongko tampak sepi, yang terlihat hanyalah orang-orang sekitar yang kebetulan sedang memancing di tempat tersebut. Namun hal ini berbeda jauh saat diselenggarakan bersih sendang Sinongko.

Bersih Sendang Sinongko merupakan perayaan tahunan yang diselenggarakan pada bulan antara Agustus hingga September sehabis panen bulan kemarau. Acara ini diselenggarakan secara besar-besaran setiap tahun dengan melakukan penyembelihan kambing dari puluhan hingga ratusan ekor. Ratusan warga dari sekitar sendang Sinongko berkumpul di sendang ini untuk melakukan doa bersama dan makan bersama. Tradisi lokal yang tidak diketahui mulai kapan dimulainya ini cukup menyedot banyak pengunjung dari dalam dan luar daerah. (text/foto: annosmile)

INFORMASI
Sendang Sinongko
Desa Pokak, Kecamatan Ceper, Kabupaten Klaten, Jawa Tengah

Ada 2 pendapat pembaca

Dibawah ini adalah pendapat yang dikirimkan pembaca atas artikel ini. Negara Kesatuan Republik Indonesia adalah negara bebas, anda boleh menulis apa saja asal mampu mempertanggungjawabkannya. Kami menerima kritik dan saran namun tidak menerima caci maki. Hidup cuma sekali, jangan sia-siakan hanya untuk menyakiti hati orang lain.

  1. Idah Ceris:

    Berarti pas kamu ke sana pas lagi ada acara itu ya, Mas?

    Perlu dieksplore ini. Pemerintah daerah kudu tanggap haruse ya. Biar rame pengunjung. Siapa tahu bsa mndatangkan berkah. :)

    • admin:

      Hi Idah Ceris,
      Iya kami datang pas acara tradisi tahunan di Sendang Sinongko :-)

Kirim pendapat