Sendang Kasihan, Konon Merupakan Peninggalan Sunan Kalijaga

Sendang Kasihan, Konon Merupakan Peninggalan Sunan Kalijaga
2 (40%) 1 vote

Sendang Kasihan merupakan sumber mata air alami yang ditemukan di daerah Kasihan Bantul. Sendang ini dipercaya peninggalan Sunan Kalijaga saaat melakukan syiar agama Islam dan perna disinggai oleh beberapa tokoh penting Indonesia seperti Sri Sultan Hamengku Buwono IX, Sri Paduka Pakulaman, mantan presiden Megawati Soekarnoputri, para artis ibukota, dan sebagainya.

Sendang Kasihan beralamat di dusun Tamantirto, desa Tamantirto, kecamatan Kasihan, kabupaten Bantul, DI Yogyakarta.

Lokasi Sendang Kasihan berada di sebelah barat dari Pabrik Gula Madukismo. Rute dari pusat kota Yogyakarta ke arah selatan melewati Jalan Bantul dan belok ke kanan menyusuri Jalan Ringroad Selatan. Ikuti petunjuk jalan menuju ke kawasan Pabrik Gula Madukismo. Dari perempatan Pabrik Gula Madukismo ambil jalan ke kanan atau arah barat menuju pertigaan pohon beringin Lapangan Kasihan. Sebelum tiba di pertigaan pohon beringin tersebut ada pertigaan kecil ditandai dengan warung sate dan angkringan. ikuti jalan masuk ke kiri atau arah selatan melewati perkampungan penduduk. Posisi Sendang Kasihan berada di ujung jalan pas pada tikungan jalan.

Sendang Kasihan menempati area yang menurut informasi merupakan tanah milik pribadi atau bukan milik pemerintah. Proses reabilitasi kawasan sendang pertama kali tercatat pada tahun 1923 oleh pemilik lahan kala itu yaitu Nyi Wirodiwiryo. pada awalnya luas mata air hanya selebar kemudian diperluas hingga 1.500 meter persegi. Dana pembangunan diperoleh dari dana pribadi dan sumbangan para peziarah yang datang ke sendang tersebut. Debit air sumber mata air ini cukup deras dan dialirkan menuju selokan yang ada disamping kolam pemandian.

Asal usul Sendang Kasihan konon karena tuah dari tongkat milik Sunan Kalijaga. Pada suatu pengembaraan Sunan Kalijaga tiba di daera Kasihan. Beliau membutuhkan air bersih namun tidak mendapatinya. Akhirnya beliau menancapkan tongkatnya ke tanah dan setelah tongkat dicabut keluarlah sumber mata air yang terkumpul dalam cekungan dan menjadi tempat yang dinamakan Sendang Kasihan.

Cerita yang berkembang mengenai Sendang Kasihan pernah digunakan sebagai tempat persinggahan Rara Pembayun dalam babat Mataram Islam atau babat Mangir. Dikisahkan Rara Pembayun yang merupakan putri dari Panembahan Senopati, raja kerajaan Mataram Islam mampir di sendang ini. Rara Pembayun dalam mengabdi kepada raja diutus untuk menyamar sebagai penari ledek untuk memikat Ki Ageng Mangir. KI Ageng Mangir merupakan penguasa tanah Mangir yang tidak mau tunduk kepada Mataram. Sebelum menuju ke Mangir untuk menjalankan tugasnya, beliau terlebih dahulu singgah dan menyucikan diri di sendang ini. Proses penyucian diri di sendang ini konon memberi dampak bagi kecantikan Rara Pembayun. Air sendang ini membuat wajah dan tubuh tampak lebih muda, bersinar, dan menimbulkan daya pikat yang luar biasa. Oleh karena itu Sendang Kasihan ini sering disebut juga dengan nama Sendang Pengasihan.

Arca batu yang ditemkukan di kawasan Sendang Kasihan berjumlah dua buah dan konon berasal dari zaman kerajaan Hindu Budda. Arca pertama adalah arca Ganesha dimana merupakan anak Bathara Guru dan arca kedua adalah arca Agastya sebagai lambang dari Dewa Siwa. arca tersebut diletakkan disamping pohon Soka yang suda tua usianya.

Sendang Kasihan ramai dikunjungi pengunjung pada hari-hari tertentu seperti Jumat Kiwon, Selasa Kliwon, dan sebagainya. Rata-rata mereka yang datang ke tempat ini mendapat suatu bisikan, mimpi, atau saran dari seseorang. Tidak ada pantangan ketika berkunjung ke tempat ini asal berlaku sopan. (text/foto: annosmile)

INFORMASI
Sendang Kasihan
Dusun Tamantirto, desa Tamantirto, kecamatan Kasihan, kabupaten Bantul, DI Yogyakarta

Retribusi
Tiket Masuk: *seikhlasnya*

Kirim pendapat