Jelajah Kawasan Semenanjung Biting

Jelajah Kawasan Semenanjung Biting
Rate this post

Ketika berkunjung ke Pantai Ngrenehan untuk sekian kalinya, saya penasaran dengan sebuah semenanjung yang terdapat di bagian barat Pantai Ngrenehan. Karena ketika diamati dari jauh terlihat sebuah menara kecil yang berada di tepian tebing. Semenanjung tersebut diberi nama Semenanjung Biting oleh warga sekitar dan beberapa orang juga menyebutnya dengan nama Tanjung Ngrenehan.

Semenanjung Biting terletak di area Pantai Ngrenehan, desa Kanigoro, kecamatan Saptosari, kabupaten Gunungkidul.

Lokasi Semenanjung Biting tidak dapat ditempuh dengan kendaraan, karena harus mendaki bukit dan berjalan menyusuri ladang penduduk yang terdapat disepanjang bukit. Kendaraan kami parkir di area parkir Tempat Pelelangan Ikan Pantai Ngrenehan. Saya mencari celah jalan naik ke atas bukit yang dibuat oleh penduduk untuk menuju ke area ladang mereka.

Celah jalan naik itu berupa jalan tanah bercampur batu yang terdapat bekas ijakan kaki manusia. Saya sedikit kebingungan mencari celah jalan sempit tersebut karena tekstur tebing batu karang yang tegak. Akhirnya saya bertemu dengan petani yang akan naik ke bukit menuju ke ladangnya dan mengikuti langkahnya.

Di bagian atas bukit, saya melihat pemandangan berupa ladang penduduk yang ditanami oleh tanaman jagung. Saya melalu jalan setapak yang terdapat ditengah-tengah ladang kemudian melewati rerimbunan pohon pandan kemudian tiba di bagian ujung bukit yang berupa tebing yang mengarah ke laut.

Area tebing ini disebut semenanjung karena posisinya menjorok ke laut. Dari Semenanjung Biting ini pemandangannya cukup indah, kita bisa melihat pelabuhan nelayan Pantai Ngrenehan dari jauh yang terlihat susunan perahu yang diparkir secara rapi kemudian bila melihat luasnya samudera yang luas disebelah selatan serta jajaran pantai lain seperti Pantai Ngrobaran dan Pantai Nguyahan.

Dibagian tengah Semenanjung Biting terdapat lampu suar setinggi 10 meter untuk membantu sinya perahu nelayan di malam hari. Selain itu menurut petani yang kebetulan sedang mengurusi ladang yang lokasinya tidak jauh dari tempat tersebut, di musim-musim tertentu digunakan para pemancing untuk mencari ikan yang sedang bermigrasi ke tepian tebing.

Pemandangan Semenanjung Biting

Didekat lampu suar terdapat gubuk yang berukuran 3×3 meter yang terdapat sisa kayu pembakaran. Sepertinya tempat ini baru saja ditinggalkan oleh orang yang menginap dikawasan ini. Saya sempat beristirahat di gubuk ini sambil berlindung dari panas matahari yang cukup terik. Kebanyakan orang yang berkunjung ke tempat ini merupakan orang yang ingin memancing di laut.

Ada 1 pendapat pembaca

Dibawah ini adalah pendapat yang dikirimkan pembaca atas artikel ini. Negara Kesatuan Republik Indonesia adalah negara bebas, anda boleh menulis apa saja asal mampu mempertanggungjawabkannya. Kami menerima kritik dan saran namun tidak menerima caci maki. Hidup cuma sekali, jangan sia-siakan hanya untuk menyakiti hati orang lain.

  1. toto:

    keren…dan super jempol buat yang bersusah-payah mendokumentasikan destinasi ini….salam super…

Kirim pendapat